Selasa, 16 Februari 2016

MY NAME IS...

Cast : OC (reader) x Inoo Kei
Genre : idk, not fluff, not romance too.

---***---

Aku mengayuh sepedaku dengan santai. Seperti biasanya, aku pergi ke taman dekat rumahku saat sore hari. Awalnya ini bukan kebiasaanku, tapi akhir-akhir ini aku mulai rutin melakukannya.

Kuparkir sepedaku di tempat biasanya dan pergi ke tempatku yang biasanya. Aku melangkah dengan riang. Seperti biasanya, taman ini dipenuhi oleh orang-orang yang berkunjung. Ada sekelompok anak kecil, sebuah keluarga bahagia, sepasang kakek nenek, dan yang paling umum sepasang remaja.

Aku tersenyum lebar ketika melihat sosoknya sedang duduk disana. Seperti biasanya, dia mengenakan kaos lusuh, jaket yang kebesaran, celana jins yang sudah robek di beberapa tempat, sepasang sandal jepit, dan sebuah kacamata tebal yang menutupi wajahnya.

Tunggu, kalian pasti bertanya siapa dia yang kumaksud?

Aku tidak tahu.

Eh? Kok tidak tahu?

Ya, aku benar-benar tidak tahu siapa dia, siapa namanya, darimana asalnya, apa yang sedang dia lakukan, kenapa dia ada disini, dll. Aku hanya tahu kalau dia selalu mengenakan pakaian seperti itu dan duduk di tempat yang sama dan waktu yang sama. Setiap kali aku datang ke taman ini, aku pasti melihatnya.

Kalian pasti bertanya, apa yang dia lakukan?

Aku tidak tahu.

Aku tidak pernah melihatnya dalam jarak dekat. Aku hanya berani memandangnya dari jarak jauh. Tapi sesekali aku melihatnya menggerakkan jari-jarinya yang panjang sambil melihat ke sebuah lembaran kertas. Seperti orang yang sedang bermain piano.

Lalu kenapa aku tertarik pada orang itu?

Aku juga tidak tahu.

Aku tidak tahu kapan awalnya aku tertarik padanya. Tiba-tiba saja aku memiliki kebiasaan melihatnya setiap hari. Karena dialah aku juga rajin datang ke taman ini.

Hari ini, kuputuskan untuk mendekatinya. Aku ingin melihatnya lebih dekat. Perhatianku terlalu terfokus padanya sehingga aku tidak memperhatikan batu besar yang ada di depanku, dan akhirnya...

"Aduh..."

Aku terjatuh. Lututku tepat mengenai tanah. Aku hanya bisa meringis kesakitan sambil melihat ke lututku yang sedikit berdarah. Benar-benar ceroboh.

"Kau tidak apa-apa?"

Sebuah tangan terulur ke arahku. Aku mendongak dan membuka mulutku tidak percaya saat melihat dia berbicara padaku. Ya, dia! Dia yang kumaksud diatas! Dia berbicara padaku!!!

"Tidak apa-apa"

Aku menunduk malu, tidak berani memandang wajahnya.

"Syukurlah"

Dia membantuku berdiri. Rasanya seperti mimpi aku bisa berbicara dengannya. Tapi, karena rasa sakit di lututku, aku percaya kalau ini nyata.

"Terima kasih, err..."

"Inoo Kei"

"Huh?"

"Namaku Inoo Kei. Namamu?"

"Namaku ................."

END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar