Selasa, 02 Februari 2016

OUR BOND

Cast : Takaki Yuya & Yabu Kota
Genre : Angst

Kami memang tidak pernah mengungkapkan isi hati. Kami tidak seperti orang lain yang mengungkapkan isi hatinya pada orang yang disukai. Cukup dengan tatapan mata, maka kami sudah tahu apa yang dipikirkan oleh masing-masing dari kami.

Tidak ada yang memahami Takaki lebih baik dariku. Itulah kata yang selalu diucapkan oleh Yabu.

Tidak ada yang memahami Yabu lebih baik dariku. Itulah kata yang selalu diucapkan olehku.

Kami sama sekali tidak membual. Kami berdua memang saling mengerti satu sama lain. Kami langsung tahu apa ada yang salah di antara kami. Jika Yabu sakit, maka Takaki akan merasakannya. Jika Takaki sakit, maka Yabu akan merasakannya. Seperti itu.

Tidak perlu kata seperti, ‘aku menyayangimu’, atau ‘aku menyukaimu’, atau ‘aku mencintaimu’, kami akan selalu bersama. Kami tahu kalau kami saling memperhatikan satu sama lain, untuk apa diucapkan? Bukankah ini saja sudah cukup?

Sayangnya, takdir kami memaksa kami agar tidak bersama. Terlahir sebagai sesama lelaki membuat kami tidak akan memiliki ending yang bahagia layaknya film drama romance yang selalu berakhir dimana pasangan di film itu akan bergandengan tangan, berpelukan, dan memadu kasih hingga akhir hayat mereka.

Kami terkadang berpikir, apakah salah memiliki perasaan ini? Kalian tahu? Awalnya kami menolak perasaan ini. kami berusaha saling menjauh, berusaha membuang jauh-jauh perasaan ini. Tapi kenapa mata kami selalu bertemu? Layaknya medan magnet, mata kami pasti akan selalu berhasil menemukan keberadaan satu sama lain dan perasaan ini akan muncul kembali.

Pada akhirnya, kami menyerah. Kami memutuskan untuk menerima perasaan ini. Kami menerima kenyataan kalau kami saling tertarik satu sama lain. Kami akhirnya selalu bersama, dengan saling memendam perasaan ini dalam hati masing-masing.

Seperti ada perjanjian tidak tertulis, tidak ada satupun dari kami yang membahas soal perasaan ini. Betul. Kami bersama, bukankah ini sudah cukup? Bukankah hubungan kami sekarang sama seperti pasangan lainnya? Setidaknya hanya kami yang berpikir seperti itu. Meskipun teman yang lain berpikiran kami sepasang sahabat yang sangat dekat.

Hubungan kami mulai terganggu. Di saat Yabu mulai  menerima perasaan seorang gadis yang juga menyukainya. Aku tahu itu. Sejak Yabu mulai mengenal dia, hubungan kami mulai terganggu. Yabu tidak lagi sering bersamaku. Waktu kami bersama mulai berkurang. Bahkan gadis itu mulai sering bersama dengan kami di saat kami bersama. Hatiku sedikit tersayat. Sakit.

Aku cemburu. Itu wajar kan? Aku yang paling dekat dengannya, dan kini ada orang lain yang mulai dekat dengannya juga. Bagaimana mungkin aku tidak cemburu? Coba bayangkan sahabat dekatmu memiliki sahabat lain, apakah kau tidak cemburu? Aku yakin perasaan kalian sama denganku. Bedanya, aku memiliki perasaan dalam terhadap dia.

Aku ingin menjerit padanya. Mengatakan padanya kalau aku ingin waktu privat kami tidak diganggu dengan kehadiran orang lain. Tapi Yabu sangat bahagia. Dia tersenyum. Bagaimana mungkin aku merusak senyumannya itu? Kubiarkan gadis itu bersama dengan Yabu. Demi melihat senyuman manis yang tergambar di wajahnya.

Kenapa sedih? Bukankah ini yang terbaik? Yabu berjalan dengan seorang gadis. Bukankah itu hal yang wajar? Bukankah itu hal yang benar? Justru hubungan kami ini yang salah. Kami sama sekali tidak pantas bersama. Kenapa kami masih mempertahankan hubungan kami yang tidak mungkin memiliki ending yang bahagia ini?

Kami duduk terdiam memandang langit yang tampak cerah. Saling bersandar di bahu masing-masing tanpa mengucapkan kata apapun. Tangan kami saling bergenggaman. Erat. Masing-masing dari kami akhirnya tahu. Tidak perlu diucapkan. Kami tahu apa yang ada di pikiran masing-masing.

‘Aku akan selalu ada untukmu’

Kalimat itu tertanam di hati kami. Sejak saat itu, kami sama sekali tidak perlu cemas. Meskipun ada orang lain yang berada di antara kami, kami selalu tersenyum. Yabu tahu kegundahan hatiku. Meskipun dia jarang selalu bersamaku kini, tapi aku selalu ada di hatinya. Dan itu membuatku tenang.

Bahkan ketika lonceng pernikahan akan memisahkan kami, kami sama sekali tidak gentar. Aku tersenyum saat melihatnya memakaikan cincin di hadapan gadis itu. Kenapa? Ya, karena aku yakin dengan kalimat yang kami ucapkan saat itu. Karena kami yakin kami akan selalu bersama.

Ikatan kami sangat kuat. Kami telah bersama selama bertahun-tahun. Kami tahu kebiasaan dan perilaku masing-masing. Kenapa kami harus takut? Lonceng pernikahan tidak akan memisahkan kami. Bukankah kami masih tetap hidup? Bukankah kami masih bisa melihat satu sama lain?

Bahkan kematian pun tidak bisa memisahkan kami.

Lihat?

Di saat kematian menjemput pun, kami masih tetap bersama. Kami bergandengan tangan. Menyambut malaikat maut yang sudah datang menjemput kami.

Bahkan kami tetap bersama hingga di kehidupan selanjutnya. Kami yakin itu.

END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar