“Ryuu, sekarang!", perintah Inoo.
Tiba-tiba tangan Ryuu berubah menjadi sepasang sayap. Ryuu kemudian terbang menghampiri makhluk tersebut.tak lama kemudian terjadi pertarungan sengit di udara. Ryuu terus mendesak makhluk tersebut. Saat makhluk itu menyerang, Ryuu berhasil mengelak. Aku melihat pertarungan itu dengan agak tidak percaya. Aku mulai bertanya-tanya apa kemampuan khusus ksatria cewek yang agak tomboi itu.
Sesampainya di jalan sempit yang ditunjuk oleh Inoo, Yabu menghentikan mobilnya. Inoo terus mengamati pertarungan di udara tersebut. Ryuu kemudian menghentikan gerakan makhluk itu dengan menjepit makhluk itu di antara kakinya. Sayap Ryuu pun mulai membalut tubuh makhluk tersebut. Makhluk itu sekarang tidak bisa bergerak sama sekali. Sesekali terdengar suara makhluk itu saat berontak, tapi Ryuu tidak melepaskan belitannya.
“Inoo-chan, sekarang!”, seru Ryuu.
Inoo kemudian mengarahkan telapak tangannya kearah makhluk tersebut. Matanya menatap tajam ke arah makhluk itu. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba makhluk itu diam tidak bergerak. Ryuu mulai melepaskan lilitannya, dia turun, kemudian sayap Ryuu kembali berubah menjadi tangan. Makhluk tersebut tetap diam diatas sana, seperti patung.
“Yabu, tolong ya”, ucap Inoo kepada Yabu.
Yabu mengeluarkan sebotol air minum dari dalam tasnya. Dia membuka tutup botol itu. Air di dalamnya kemudian keluar dengan sendirinya dan berkumpul di tangan Yabu dan membentuk bola air, bola air itu kemudian berubah menjadi sesuatu yang panjang dan akhirnya menyerupai seperti tombak. Yabu kemudian melemparkan tombak itu ke arah musuh dan tombak itu menancap tepat di dada. Kemudian makhluk tersebut lenyap tanpa bekas.
“Sudah selesai”, kata Yabu tenang. Aku melihat pemandangan itu dengan takjub. ‘Inikah yang disebut para ksatria? Mereka memang bukan manusia biasa’, gumamku.
“Yabu-kun kau bisa melepas pelindungnya sekarang, aku juga tidak merasakan ada musuh di sekitar sini”, ucap Ryuu. Yabu mengangguk. Tiba-tiba aku merasakan ada yang berubah di sekitarku. Aku melihat ada secercah cahaya kecil di tangan Yabu, tapi cahaya itu sekarang telah lenyap.
“Nah, sekarang apa yang kita lakukan padacowok ini?”, Ryuu menunjuk ke arahku.
“Ayo kita antar dia pulang kerumah”, kata Inoo lembut.
Kami berempat kembali menaiki mobil dan menuju ke rumahku. Sesampainya di rumah, aku langsung menghampiri ibu yang masih terkapar tidak berdaya. “Ibu! Ibu! Ibu tidak apa-apa?”, seruku panik saat melihat darah yang keluar dari kepala ibu. Ibu mulai membuka matanya.
“Ryosuke, kau selamat? Syukurlah”, rintih ibu pelan.
Entah apa yang kulakukan, tanpa sadar aku meletakkan tanganku di atas luka ibu. Keluar cahaya dari tanganku. Bersamaan dengan itu luka di kepala ibu kembali menutup. Bahkan darah yang mengucur keluar pun kembali ke dalam luka dan tidak ada bekas luka sama sekali. Setelah luka di kepala ibu menutup dengan sempurna, cahaya di tanganku lenyap dan badanku seperti agak sakit sedikit kemudian rasa sakit itu lenyap perlahan-lahan.
“Wuah, ternyata benar kalau kemampuanmu itu healing. Sang penyembuh”, Yabu melihatku dengan takjub. Ibu kemudian bangkit dan melihatku dengan sedikit tidak percaya.Ibu mungkin heran dengan apa yang sudah kulakukan tadi. Aku juga tidak tahu bagaimana menjelaskannya, badanku bergerak sendiri seakan-akan tahu apa yang harus dilakukan.
Ibu membelai kepalaku, “Terima kasih Ryosuke’, ucap Ibu lembut. Ibu kemudian melihat ke arah 3 orang ksatria yang ikut denganku.
“Ah, permisi Nyonya. Kami adalah teman Yamada,kami adalah para ksatria”, kata Yabu sambil memberi salam sopan yang diikuti oleh 2 orang yang lainnya.
“Berarti kalian sudah menolong anakku, terimakasih banyak”, ibu membungkukkan badan kepada 3 orang itu.
“Yamada adalah teman kami, sudah sewajarnya kami yang merupakan temannya menolong teman yang sedang kesusahan kan?”, Yabu tersenyum. “Selain itu, Nyonya Yamada, kedatangan kami kemari juga punya maksud tersendiri selain menolong Yamada”, Yabu melanjutkan perkataannya.
“Hmm? Ada apa?", tanya ibu heran.
“Kalau bisa bu, kami ingin membawa Yamada untuk tinggal bersama kami. Kami rasa ini adalah hal yang paling baik untuk ibu dan yamada juga”, aku tersentak, master juga mengatakan hal yang sama kemarin.
“Kenapa aku harus tinggal dengan kalian?”,tanyaku.
“kau masih belum mengerti dengan kejadian ini?”, Ryuu menimpali. “Makhluk kegelapan selalu memburu para ksatria dan mereka selalu ingin membunuh kita. Mereka akan melakukan apapun untuk melenyapkan kita, karena mereka menganggap kita adalah pengganggu. Karena itu, diri kita akan selalu berada dalam bahaya. Tidak hanya bagi dirimu sendiri,tapi juga bagi orang di sekitarmu, terutama keluargamu”, Ryuu berkata dengan ketus. “Kalau kau bersikeras tidak mau tinggal dengan kami juga tidak masalah,tinggal tunggu waktu saja sampai kematianmu”, Ryuu menatapku dengan tajam.
“Ryuu, jaga ucapanmu”, hardik Inoo.
Ryuu keluar rumah dengan kesal, dia membanting pintu rumah dengan keras.
“Maafkan dia ibu, Yamada-kun. Dia memang kasar, tapi hatinya baik kok”, Inoo berkata dengan lembut.
“Tapi ucapan Ryuu memang benar. Kalau terus tinggal disini, kau bisa membahayakan keselamatanmu sendiri dan ibumu. Apalagi kau masih belum bisa menggunakan pelindung sehingga menjadikanmu sasaran empuk bagi makhluk kegelapan. Rumah yang kami tinggali bersama itu tempat yang sangat aman karena sudah dilapisi oleh beberapa pelindung. Hanya kami para ksatria dan master saja yang tahu keberadaan rumah itu”, Yabu menjelaskan.
“kapan kalian bisa membawa Ryosuke kesana?”,tanya ibu. Aku melihat ibu dengan tidak percaya.
“Secepatnya kalau bisa. Makhluk kegelapan bisa datang kapan saja kemari. Karena yamada kun masih belum bisa menggunakan pelindung, makin cepat dia tinggal bersama kami akan lebih baik. Tentu saja saya akan menjamin keselamatannya saat Yamada kun tinggal bersama kami”, jawab Yabu.
“Tapi, bagaimana dengan ibuku?”, tanyaku.
“Ibumu akan aman disini selama kau tinggal bersama kami. Makhluk itu tidak akan kemari saat kau tidak ada, jadi ibumu bisa tinggal dengan damai. Sebagai tambahan, master akan membuat lapisan pelindung disekitar rumah ini untuk berjaga-jaga”, terang Inoo.
“Ryosuke, ikutlah bersama mereka. kau akan lebih aman bersama mereka. kalau ada kejadian seperti ini lagi, ibu tidak akan bisa melindungimu”.
“Tapi bu, aku tidak bisa meninggalkan ibu sendirian”
“keselamatanmu lebih penting bagi ibu,Ryosuke. Kalau kau terus tinggal disini, kau akan terus menjadi incaran mereka.kau juga salah seorang ksatria kan? Sudah tugasmu untuk memberantas makhluk kegelapan tersebut. Lagian kita masih bisa bertemu kan? Masih ada telepon, sms,internet, dll. Kita masih bisa berkomunikasi bukan berarti kita akan berpisah selamanya kan?”, ibu mentapku lembut. Aku mengangguk pelan.
“Aku mengerti, aku akan tinggal bersama dengan kalian”.
Yabu dan Inoo tersenyum ke arahku. Segera ku ke kamar dan mengemasi barang-barang yang kuperlukan. Tak lama, ibu masuk ke kamarku, ibu memberiku seuntai kalung giok berwarna merah.
“apa ini bu?”, tanyaku.
“ini milik ayahmu, ibu ingin kau memilikinya”.Aku segera memakai kalung itu. Aku memeluk ibuku.
“ibu...”, mataku terasa sembab.
“Ryosuke, berjanjilah pada ibu, apapun yang terjadi, ibu mohon tetaplah hidup. Ibu akan selalu mendoakan keselamatanmu”,ibu berkata lembut. Tak terasa ada setitik air mataku yang menetes. “Aku janji bu”.
“maaf membuat kalian menunggu”, kataku pada Yabu, Inoo dan Ryuu yang menunggu di luar.
“Tidak apa-apa. Maaf kami memintamu secara mendadak”, ujar Yabu.
“Aku mohon tolong jaga anakku ya”, ibu menundukkan kepalanya.
“Tidak usah khawatir bu, kami tidak akanmembiarkan teman kami terluka”, inoo menenangkan ibuku.
“Aku berangkat bu”, aku memeluk ibuku sekali lagi. Kemudian aku masuk mobil dan duduk di sebelah Ryuu. Ryuu sama sekali tidak menoleh ke arahku. Aku membuka jendela mobil dan melambaikan tangan pada ibuku. Aku terus melambaikan tangan hingga ibu tidak tampak lagi.
Di dalam mobil
“aku sudah memberitahu semua ksatria yang lain kalau kau akan tinggal bersama kami hari ini. Semuanya sudah tidak sabar menanti kedatanganmu”, ujar Yabu.
Aku bersandar dan menatap ke jalanan. Mulai hari ini, kehidupanku berubah. Aku bukanlah Yamada Ryosuke, remaja SMA yang biasa-biasa saja. Tapi aku adalah Yamada Ryosuke, salah satu dari seorang ksatria.
Tsuzuku ~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar