Minggu, 22 Mei 2016

CHILDREN TIME

Genre : Komedi
Summary : Yuya, Yabu, Chinen, dan Keito berubah menjadi anak-anak. Apa yang akan terjadi pada mereka?

~

"Lyocuke~ Yuli mau cucu"

Yamada kali ini pusing bukan main. Chinen kecil berada di depannya dengan tatapan mata bagaikan kucing kecil. Dia ingin meminta bantuan temannya yang lain, tapi mereka juga sama sibuknya.

"Huweee!!! Cana jauh-jauh!"

Yabu kecil tampak sembunyi di balik lemari. Wajahnya sangat takut saat melihat Inoo dan Hikaru yang sedari tadi membujuknya agar mau keluar dari sana. Mereka berdua tidak tahu kenapa Yabu sangat takut pada mereka.

"Gak mau!"

Yuya kecil menepis tangan Daiki dan kembali sibuk bermain hp. Daiki berusaha membujuk Yuya agar bermain bersamanya, tapi usahanya nihil. Yuya sama sekali tidak mau.

"Itu apa? Kenapa itu belcahaya?"

Keito kecil tampak antusias melihat kamera Yuto. Yuto harus menjelaskan pada Keito berulangkali soal kamera, tapi karena penjelasan Yuto terlalu susah, Keito kecil terus bertanya sampai dia paham.

"Kenapa semuanya jadi begini?" keluh Yamada.

Ya, mereka berlima tidak tahu apa yang terjadi. Pagi tadi, mereka langsung mendapati keempat temannya sudah berubah menjadi anak-anak. Terkejut pasti iya, tapi selanjutnya mereka kelelahan saat menghadapi teman mereka yang berubah menjadi anak-anak. Mereka sama seperti anak-anak lain yang cerewet, manja, penakut, dan pemalu.

~

"Woi Inoo, hentikan cengiranmu itu"

"Kenapa?"

"Cengiranmu itu yang membuat Yabu takut"

"Kok aku? Wajahmu itu yang menakutkan"

"Kakak-kakak ini celem. Yabu main ama yuya aja yuk"

Yuya yang mengacuhkan Daiki tiba-tiba datang menarik Yabu agar keluar dari persembunyiannya. Yabu menurut dan mengikuti Yuya. Hikaru, Inoo, dan Daiki cuma bisa bengong melihat keakraban Yabu dan Yuya.

~

"Lyocuke... Yuli mau cucu yang becal... Bukan yang kecil"

"Tapi ini kan sudah besar Yuri.."

"Yuli g mau tahu! Pokoknya yang becal! Yang cegini"

Chinen menunjuk ke arah pinggangnya. Yamada hanya bisa memutar matanya dan menghela nafas panjang. Chinen yang biasanya saja sudah cukup merepotkan apalagi yang kecil begini.

"Lyocuke... Hiks..."

"Eh Tunggu!" Yamada mulai panik saat melihat Chinen yang mulai menangis. "Aku belikan susu yang baru deh. Tunggu ya"

Chinen mengangguk riang. Yamada langsung berlari keluar untuk membeli susu kemasan besar. Sedangkan Chinen menunggu Yamada sambil meminum susu yang dibelikan tadi.

~

"Keito mau pegang, mau pegang"

Keito menjulurkan tangannya berkali-kali. Dia ingin memegang kamera Yuto. Yuto tampak ragu untuk menyerahkan kamera kesayangannya itu.

"Keito g boleh pegang?"

Keito langsung diam dan menunduk. Yuto merasa bersalah. Dengan berat hati dia meminjamkan kameranya pada Keito. Keito senang bukan main. Dia berlari untuk menunjukkan kamera itu pada teman kecilnya yang lain, tapi Keito tidak memperhatikan jalan dan kemudian terjatuh.

"Kameraku!!!!"

Yuto berteriak histeris. Dia ingin menangis saat melihat kameranya rusak, tapi Keito malah menangis duluan karena merasa bersalah sudah merusak kameranya.

"Huwaaa.... Waaa.... Hiks..."

"Yuti jahat!" tunjuk Chinen sambil merangkul Keito.

"Eh? Kok malah aku yang jahat?" protes Yuto. Dia tidak sadar kalau dia meninggikan suaranya. Alhasil, Chinen juga terkejut dan kini menangis bersama dengan Keito.

"Uwaaa... Weee... Hikss... Huu..."

Tangisan dua anak kecil memecah ruangan. Semua mata tertuju pada Yuto. Yuto juga ingin menangis, tapi dia bingung menghadapi dua anak kecil yang sedang menangis itu.

"Loh? Ada apa ini?"

Yamada yang baru kembali membeli susu disambut oleh Chinen kecil yang sedang menangis.

"Lyocuke, Yuti jaat"

Chinen menunjuk ke arah Yuto. Yamada melirik ke arah Yuto. Yuto langsung menggeleng sekuat tenaga, menunjukkan kalau dia tidak bersalah.

"Cup cup Yuri, kita main di luar saja yuk. Keito juga"

Yamada akhirnya mengajak dua anak kecil itu keluar. Semuanya menarik nafas lega saat ruangan menjadi tenang. Tapi gantian Yuto yang ingin menangis saat memandangi kameranya yang rusak.

"Duh... Beliciknya. Yabu, kita keluar yuk" Yuya menggandeng Yabu keluar.

"Eh?? Kalian mau kemana?" tanya Daiki.

"Main. Dicini membocankan" jawab Yuya.

"Kakak boleh ikut?"

"Enggak boleh!" tolak Yuya. Daiki merasa sedikit syok dengan penolakan Yuya. Apalagi Yabu juga memandangnya dengan pandangan takut.

Yuya dan Yabu langsung berjalan menuju ke luar ruangan. Inoo, Hikaru, dan Daiki berusaha mengikuti mereka diam-diam karena khawatir.

"Jangan ikut!!! Cana pelgi!!!!"

Yabu berteriak sambil menarik tangan Yuya. Mereka berdua langsung lari keluar. Dan dalam sekejap keduanya menghilang dari pandangan tiga orang itu. Inoo, Hikaru, dan Daiki langsung panik mencari keberadaan keduanya.

"Yabu!!! Kau dimana?"

"Ba- salah, Takaki! Ayo keluar!"

"Kenapa jadi begini?" keluh Hikaru.

Dan semuanya berharap keempat orang itu bisa kembali seperti semula. Mereka berempat jauh lebih merepotkan saat menjadi anak-anak.

END