Part 2-FINISH
JUMP X Sensations
~
"Kenapa kita pulang ke rumahmu Yabu?", tanya Chinen sambil asyik memainkan game. Yabu yang menawarkan game itu padanya karena Chinen selalu berkata bosan.
"Inoo mendadak ingin ke rumahku, aku juga tidak tahu kenapa. Tapi sepertinya sangat penting dari nada suaranya"
"Uhh... Padahal masih banyak tempat yang ingin kudatangi" rajuk Chinen. Yah member termuda ini memang sangat manja dibandingkan memnebr yang lain.
Yabu membelai kepala Chinen. "Gomen Chii, lain kali kita pergi lagi". Chinen hanya bisa mengangguk lesu. Dia sendiri yang mengajak Yabu pergi dengan egoisnya tadi, masa dia tidak bisa menuruti permintaan Yabu yang hanya sekali?
Tidak lama, bel rumah Yabu berbunyi. Yabu segera beranjak untuk membukakan pintu. Alangkah terkejutnya dia saat melihat begitu banyak orang berdiri di depan pintu rumahnya.
"Maaf Yabu, tolong berikan kami tempat untuk dia. Jangan bertanya apapun, nanti akan kami jelaskan semuanya" terang Inoo.
Yabu hanya bisa diam. Dia sangat terkejut saat melihat sosok yang mirip Chinen masuk. Chinen sedang berada di rumahnya bermain game, lalu itu siapa?
"Nanti akan kami jelaskan" ucap Inoo yang mengerti apa yang dipikirkan Yabu saat ini. "Yang penting kita harus merawat luka dia terlebih dahulu" Inoo menunjuk ke arah Commander yang sedang dipapah oleh Bullet. Yabu mengangguk setuju dan memutuskan untuk bertanya soal ini nanti.
"Tenang saja, aku juga belum paham sepenuhnya apa yang terjadi" bisik Hikaru. "Inoo tiba-tiba memanggilku dan menyuruhku mengantarnya kemari"
Dia lalu mempersilahkan mereka semua masuk dan memerintahkan untuk membaringkan Commander di ruang tengah yang luas. Dimana Chinen yang asli sedang bermain game.
"Ada apa ini?" Chinen heran dengan kedatangan teman-temannya. Matanya langsung tertuju pada Commander yang dipapah oleh Bullet. "Ryosuke?? Apa yang terjadi? Kenapa dia terluka?", tanya Chinen panik.
"Dia bukan Yamada, Chii... Dia commander. Dan ini adalah Bullet dan Doctor", jelas Daiki sambil menunjuk ke arah Bullet dan Doctor.
Mata Chinen dan Doctor sama-sama terbuka lebar. Masing-masing kaget melihat sosok yang mirip di hadapannya. Bullet juga sama kagetnya. Dia bahkan nyaris menjatuhkan Commander yang sedang dipapahnya. Untunglah Inoo langsung sigap menahan tubuh Commander agar tidak jatuh.
"Ah.. Ternyata benar" gumam Doctor. "Kalian mengenal orang yang mirip diriku di dunia ini. Salam kenal, aku Doctor"
---***---
Rapid Fire masih memandangi senjatanya dengan heran. Senjatanya telah berubah tapi tidak lama. Begitu dia mencoba memegang Takaki lagi, senjatanya berubah lagi. Kali ini dia mencoba menyentuh Takaki lebih lama. Dan hasilnya senjatanya berubah. Dia mencoba kekuatan senjatanya sebelum berubah lagi. Dia mengarahkan senapannya ke arah master B dan menembaknya. Rapid Fire terkejut ketika tembakan yang dia keluarkan 2x lebih cepat dan 2x lebih kuat dari sebelumnya.
"Ah!!!!"
Master B mengerang kesakitan. Dia mencoba kabur saat ada kesempatan. Kelima anggota sensations yang lain tidak mempedulikan Master B. Mereka terlalu terkejut dengan serangan yang diluncurkan oleh Rapid Fire.
"Apa yang kau lakukan Rapid? Kenapa senjatamu berubah? Bagaimana kau melakukannya?" Geek menanyainya dengan tidak sabar.
"Eh.. Err... Aku juga tidak tahu. Aku mencoba memegangnya, lalu ada sesuatu yang menyengatku, lalu mengaliri tubuhku dan kemudian aku sadar kalau senjataku telah berubah bentuk"
"Dia?", tanya Scope.
"Iya. Dia", tunjuk Rapid Fire pada Takaki yang masih terbaring pingsan.
---***---
"Yuto!!!"
Yuto menoleh ketika ada seseorang yang memanggil dirinya. Dia melihat Yamada dan Keito sedang melambaikan tangan ke arahnya. Yuto tersenyum dan menghampiri mereka berdua.
"Eh Yamachan... Kukira kau bersama Chinen"
"Yuri? Aku tidak bertemu dengannya hari ini kok. Seharian ini aku keluar bersama dengan Yuya dan Keito"
"Eh? Tapi tadi aku bertemu denganmu sedang bersama dengan Chinen"
"Kau ini bicara apa sih? Aku cuma keluar bersama dengan Yuya, terus kami berpisah dan aku bersama dengan Keito sampai saat ini"
"Eh tapi... Itu benar kau kok. Wajah dan suaranya sama, tidak mungkin aku salah mengenalimu Yama-chan"
Yamada dan Keito saling berpandangan. Wajah Keito tampak sedikit ketakutan. "Jangan bilang kalau yang kau lihat itu hantu, Yuto"
Yamada menjitak kepala Keito. "Tidak ada hantu di siang hari, baka!"
"Tapi siapa yang dilihat oleh Yuto?" Keito meringis sambil memegang kepalanya yang kesakitan.
"Yuto! Kau yakin yang kau temui itu aku dan Yuri?" Yamada memastikan pada Yuto sekali lagi.
"Benar kok... Bahkan kalian duluan yang menghampiriku" tiba-tiba Yuto teringat sesuatu. "Tapi rasanya ada yang aneh saat bertemu dengan kalian"
"A-aneh bagaimana??" Keito langsung bersembunyi di belakang Yamada.
"Yama-chan dan Chii yang kutemui itu memanggilku dengan sebutan 'Bullet'. Mereka juga tampak bingung saat melihatku"
"Bullet?", ucap Yamada dan Keito kompak. "Apaan itu?", tanya Yamada.
"Bullet Yama-chan, bukan Buretto" Keito mengkoreksi Yamada. "Bullet itu berarti peluru dalam bahasa Inggris"
Yamada menatap tajam ke arah Keito lalu kembali menatap Yuto, "Kenapa mereka memanggilmu begitu?", tanya Yamada.
"Entahlah" Yuto mengangkat bahunya. "Atau lebih baik kita tanyakan saja ke Chii-chan langsung?"
"Ide bagus" Keito mengeluarkan hp dari sakunya dan menghubungi Chinen.
---***---
"Hei Geek, mau kau apakan dia?"
Geek tidak mempedulikan Scope. Dia tampak sibuk mengamati tubuh Takaki dari bawah hingga atas. Sesekali dia meminta Rapid untuk memegang Takaki dan setelah itu gantian Rapid yang diperiksa oleh Geek. Terus begitu sampai berulang-ulang.
"Ini misteri. Kurasa ada sesuatu di antara kalian berdua" gumam Geek.
"Apa ini ada kaitannya dengan sosok mereka yang mirip?", tanya Shinobi.
"Kurasa begitu. Saat aku menyentuhnya, tidak ada reaksi apapun" jawab Geek.
"Bicara soal sosok yang mirip" Rapid menunjuk ke arah Scope. "Aku bertemu dengan orang yang mirip dirimu"
"Eh? Kapan?", tanya Falcon Jr.
"Kau ingat saat aku jatuh dan bertabrakan dengan seseorang? Nah, orang yang kutabrak itu mirip sekali dengan Scope"
"Aku tidak memperhatikannya" guman Falcon Jr.
"Ah, ngomong-ngomong aku juga bertemu dengan sosok yang mirip denganku dan Commander" seru Shinobi tiba-tiba. "Tapi awalnya kukira itu cuma perasaanku saja"
"Kapan kau melihatnya? Dimana?", tanya Sonic Hunter.
"Eee... Dimana ya? Aku lupa"
Geek menghela nafas. "Yang penting sekarang kita tahu kalau ada sosok yang mirip dengan kita di dunia ini"
"Apa kau pikir ada orang yang mirip dengan diriku juga di dunia ini?", tanya Falcon Jr.
"Ya. Buktinya kita tahu kalau ada orang yang mirip dengan Rapid Fire, Scope, Shinobi, dan Commander"
"Bicara soal Commander", Falcon Jr menyadari sesuatu. "Kenapa dia tidak kemari?"
"Doctor dan Bullet juga" timpal Scope.
"Aku akan mencoba menghubungi mereka" ucap Geek sambil mengeluarkan alat komunikasi mereka.
---***---
"Uwah... Rasanya aneh" gumam Hikaru.
"Benar. Aku tidak menyangka ada 2 sosok Chinen di rumahku" tambah Yabu.
Ketika Doctor dan Chinen akan protes, tiba-tiba terdengar bunyi nyaring yang berasal dari saku mereka. Chinen mengeluarkan hpnya, sedangkan Doctor mengeluarkan sesuatu yang seperti headset.
"Halo?", ucap keduanya kompak. Entah kenapa Hikaru ingin tertawa saat melihatnya. Yabu menyenggol lengan Hikaru untuk menyuruhnya diam.
"Ah, aku di rumah Yabu Ryosuke... Kau mau kemari?"
"Oh Geek? Akan kukirimkan koordinat tempatku berada sekarang"
---***---
Geek menatap layar monitornya. Setelah beberapa menit menunggu, sebuah pesan yang berisi angka masuk. Geek tersenyum. Itu adalah koordinat dimana Doctor dan yang lain sedang berada saat ini.
"Ayo pergi" Geek mengubah baju dirinya dan teman-temannya lalu berjalan di depan menuntun teman-temannya.
"Tunggu dulu!" Rapid Fire berseru sambil menunjuk ke arah Takaki. "Dia bagaimana?"
"Tinggal saja" ucap Sonic Hunter.
"Kau kejam sekali Sonic" komentar Falcon.
"Bawa saja dia" usul Geek. "Lagipula aku belum selesai menelitinya. Siapa tahu Doctor bisa membantuku menjelaskan soal itu"
"Siapa yang membawanya?", tanya Rapid Fire. Rapid tahu jawabannya ketika melihat semua temannya yang menatap ke arahnya.
"Falcon~~~" rayu Rapid. Dia melihat ke arah Falcon Jr dengan muka memelas. Dia tahu kalau Falcon adalah anak yang baik dan tidak tegaan.
"Hah~~ Baiklah"
Rapid tersenyum. Bersama dengan Falcon akhirnya mereka memapah Takaki.
---***---
Suasana rumah Yabu gaduh. Reaksi Yuto, Keito, dan Yamada saat melihat Doctor, Commander, dan Bullet sangat heboh. Keito bahkan terus bersembunyi di belakang Hikaru, seakan ketakutan. Yuto dan Bullet saling menunjuk satu sama lain, lalu entah kenapa mereka saling pandang tanpa bicara. Yamada terlihat syok saat melihat Commander yang terluka.
"Siapa lagi?" Yabu menggerutu saat ada kegaduhan di depan pintu rumahnya.
"Ah, mungkin itu teman-temanku" jawab Doctor.
"Teman-temanmu? Jangan bilang kalau---"
Ucapan Yabu terpotong. Dia terkejut saat melihat 6 orang anggota Sensations yang lain di depan pintu. Dia lebih terkejut saat melihat Scope. Scope juga memberikan reaksi yang sama.
6 orang anggota Sensations juga sama terkejutnya dengan Yabu. Mereka tidak menyangka kalau kembaran Scope benar-benar ada. Saat mereka masuk ke dalam, mereka kaget ketika bertemu dengan kembaran masing-masing. Sesaat rumah Yabu terasa sunyi karena masing-masing kaget dengan kembaran mereka. Tapi keheningan itu pecah saat Daiki sadar dengan Takaki yang sedang dipapah.
"Eh?? Takaki? Takaki kenapa?", seru Daiki sambil menghampiri Takaki yang dipapah oleh dirinya dan kembarannya. Anggota JUMP yang lain juga melihat ke arah Takaki.
"Dia pingsan saat bertemu kami tadi" jelas Falcon Jr. Mereka berdua merasa aneh saat berbicara. Seakan berbicara pada cermin.
"Commander!" Scope mendatangi Commander yang terluka parah. "Apa yang terjadi?"
"Dia terluka saat bertarung dengan Master B" jelas Bullet.
"Lalu lukanya bagaimana? Apakah sangat parah?" Scope bertanya lagi. Mukanya terlihat cemas.
"Aku sudah mengobatinya dengan obat yang kubawa. Biarkan dia beristirahat sebentar" jelas Doctor. Keenam anggota Sensations langsung menarik nafas lega.
"Lalu kalian darimana saja?", tanya Bullet.
"Kami bertemu dengan Master B tadi. Awalnya kami tidak berhasil melukainya, tapi Rapid---"
Ucapan Geek terpotong saat mendengar suara erangan seseorang. Takaki rupanya sudah sadar. Dia melihat ke sekeliling. Dia langsung pucat saat melihat teman-temannya dan anggota Sensations. Ketika dia melihat Rapid Fire, dia semakin pucat dan bersembunyi di balik Yabu.
"Kau kenapa sih Takaki?", tanya Yabu
"Kita semua akan mati"
"Rapid, apa yang kau lakukan?" Falcon Jr menuduh Rapid lagi.
"Aku tidak melakukan apapun. Dia sendiri yang ketakutan!" Rapid membantah.
"Apa sih maksudmu Takaki?", tanya Yabu.
"Kalian tidak tahu Doppelganger?" Semua menggeleng kecuali Keito. Dia tahu apa maksud Takaki.
"Aku tahu! Konon katanya kalau kita sampai bertemu dengan doppelganger kita, berarti kematian akan semakin dekat" jelas Keito. Takaki mengangguk setuju mendengar penjelasan Keito.
"Jadi itu sebabnya kau kelihatan ketakutan dari tadi" gumam Hikaru yang kini tahu alasan kenapa Keito terus bersembunyi di balik tubuhnya.
"Jadi... Kita semua akan mati??" Yuto mulai terlihat panik.
"Kalian... Itu kan hanya cerita dongeng saja" Yabu berusaha menenangkan teman-temannya.
"Tapi buktinya sekarang kita bisa bertemu doppelganger kita" Takaki melirik ke arah anggota Sensation. "Apalagi dia membawa senjata"
Semua orang menoleh ke arah Rapid. "Tunggu. Senjata itu kan kugunakan untuk melawan Master B" elak Rapid.
"Ah!!" Geek tiba-tiba berseru. "Bicara soal senjata.. Doctor!"
"Hm?"
"Kau harus melihatnya! Rapid, keluarkan senjatamu!"
Rapid mengeluarkan senjatanya sesuai dengan perintah Geek. Doctor tampak terkejut saat melihat senjata Rapid berubah.
"Kau memodifikasi ulang senjatamu?", tanya Doctor. Rapid Fire langsung menggeleng. Dia tahu kalau Doctor akan marah besar kalau seseorang mengubah desain senjata ciptaannya. Semua senjata milik anggota Sensation dibuat oleh Doctor langsung.
"Senjata ini berubah saat Rapid menyentuhnya" Geek menunjuk ke arah Takaki. "Tidak hanya berubah, kekuatan senjata ini juga naik 2x lipat. Rapid bahkan bisa melukai Master B yang sebelumnya tidak mempan dengan serangan kita"
"Hmm...." Doctor mengamati senjata Rapid Fire dengan seksama. Terlintas sebuah ide di kepalanya.
"Bullet coba kau memegangnya" Doctor menunjuk ke arah Yuto.
"Hah?!?!"
"Aku ingin tahu apakah reaksi ini juga dialami oleh yang lain atau hanya antara 2 orang itu saja"
Bullet mengangguk. Awalnya dia bingung tapi Yuto mengulurkan tangannya. Bullet tersenyum. Keduanya berjabat tangan.
"Kau tidak takut denganku?", tanya Bullet.
"Tidak. Kau bukan orang jahat kan? Tidak ada kembaranku yang jahat" jawab Yuto.
Saat keduanya berjabat tangan, Yuto bisa merasakan ada sesuatu yang mengalir keluar dari tubuhnya. Bullet juga bisa merasakan ada sesuatu yang mengalir masuk ke tubuhnya. Ketika Bullet mencoba mengeluarkan senjatanya, senjatanya tiba-tiba berubah. Sama seperti yang dialami oleh Rapid Fire.
Yuto dan Bullet sama-sama terkejut. Bullet tampak kagum dengan bentuk senjata barunya. Sedangkan Doctor berdecak pelan ketika tahu senjata yang dibuatnya dengan susah payah itu bisa berubah sekejap hanya dengan jabatan tangan saja.
"Lihat kan?" Geek meminta keterangan dari Doctor. Doctor tidak menjawab. Dia hanya mengamati senjata Bullet dengan seksama. Anggota JUMP yang lain hanya bisa diam. Tidak ada yang mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Jangan-jangan yang kubaca itu benar" guman Geek.
"Soal apa?", tanya Bullet.
"Kalau makhluk bumi memiliki energi yang jauh lebih besar daripada makhluk lainnya"
"Tentu saja" sebuah suara tiba-tiba menyahut pembicaraan Geek.
"Commander! Kau sudah sadar?" Doctor langsung memeriksa tubuh Commander. "Sepertinya lukamu telah membaik"
"Itu berkat obatmu. Terimakasih Doctor"
"Apa maksudmu tadi Commander?", tanya Geek tidak sabar.
"Apa kalian semua lupa? Yang mengalahkan si gurita kuning itu kan juga makhluk bumi sama seperti mereka" jelas Commander.
"Ah... Iya ya..." Semua mengangguk setuju kecuali JUMP. Mereka sama sekali tidak paham apa yang sedang dibicarakan oleh Commander.
"Anoo..." Yamada mulai membuka suara. Commander sedikit terkejut saat melihat Yamada, tapi dia berusaha tenang. "Kalian ini sebenarnya siapa? Darimana? Apa yang kalian lakukan disini?"
Commander melihat ke anggota Sensations yang lain. "Baiklah, aku akan menjelaskannya pada kalian"
---***---
"Kami bersembilan bukan berasal dari bumi. Kami berasal dari galaksi yang berbeda. Ah, sebelumnya kuperkenalkan dulu anggotaku. Ini Scope, Sonic Hunter, Geek, Rapid Fire, Falcon Jr, Doctor, Shinobi, Bullet, dan aku adalah komandan mereka, Commander" Commander menunjuk satu persatu anggotanya sambil menyebut nama mereka. "Kami bersembilan disebut Sensations. Kami datang ke bumi karena kami memiliki misi untuk menangkap salah satu buronan kami yang lolos, yaitu Master B"
"Sebenarnya ini bukan pertama kali kami datang ke bumi, sebelumnya kami pernah datang kemari untuk membunuh makhluk berbentuk gurita dan berwarna kuning. Makhluk bumi memanggilnya dengan sebutan 'Koro-sensei'. Tapi sayangnya dia terlalu kuat dan kami gagal. Dan yang berhasil mengalahkannya adalah anak manusia, muridnya sendiri"
"Master B adalah buronan berbahaya kedua setelah gurita kuning itu. Master B sangat berbahaya dan kami harus segera menangkapnya"
"Seberapa berbahayanya Master B itu?", tanya Yamada.
"Dia bisa memusnahkan dan menghancurkan planet kecil dalam waktu kurang dari sehari"
"Ah... Tsunami itu juga perbuatannya?", tanya Takaki sambil mengingat pertemuannya dengan master B.
"Benar" sahut Sonic Hunter. "Dan sekarang dia lolos"
"Kalau begitu kalian harus segera menangkapnya" seru Chinen. "Bisa berbahaya kalau dia dibiarkan begitu saja"
"Tenang. Dia terluka parah saat terkena serangan Rapid Fire tadi" sahut Geek. "Kurasa tidak secepat itu dia memulihkan dirinya"
"Dan lagi Commander butuh waktu untuk memulihkan dirinya sedikit lagi" timpal Doctor.
"Adakah yang bisa kami bantu?" Yamada menawarkan bantuan. Jiwa penolongnya bangkit.
"Terimakasih, tapi ini urusan kami. Kami tidak bisa membahayakan orang pribumi" tolak Doctor halus. "Eh, tapi mungkin aku akan meminta bantuan kalian. Kalian bersembilan. Bisakah kalian meminjamkan waktu kalian sebentar?"
---***---
"Benarkah cukup dengan ini?", tanya Yamada tidak yakin.
Doctor tersenyum. Dia meraih tangan Yamada dan meletakkannya di atas suatu bola kristal. "Letakkan tanganmu di atas sana"
Yamada menurut. Dia meletakkan tangannya. Seketika ada sesuatu yang mengalir keluar dari tubuhnya. Sesuatu itu kemudian masuk ke dalam bola kristal itu dan bola kristal itu kemudian bercahaya.
"Terimakasih" ucap Doctor.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan?", tanya Chinen penasaran.
"Oh.. Aku hanya meminta sedikit energi yang ada di dalam tubuh kalian. Seperti yang kalian tahu, energi kalian mempengaruhi senjata kami saat kalian menyentuh kami. Itu karena energi tubuh kalian mengalir masuk ke dalam tubuh kami dan membuat kami menjadi 2x lebih kuat"
"Eh?? Sekuat itukah? Aku bahkan tidak merasa lemas atau apapun saat menyentuhnya" sahut Yuto.
"Iya, sedikit energi dari kalian sudah cukup kok. Terimakasih"
"Kalian harus bisa mengalahkan Master B! Kami sudah memberikan energi kami untuk kalian" ujar Yamada.
Doctor tersenyum. "Tenang saja, aku tidak akan membuat energi kalian sia-sia"
---***---
"Aku mendapatkan sinyal Master B!"
Semua anggota Sensations langsung mendekat ke arah Shinobi. Mereka memperhatikan tanda lemah yang berkedip di layar Shinobi. Semua saling berpandangan lalu mengangguk. Tidak butuh lama, mereka langsung mempersiapkan diri untuk bertarung dengan Master B lagi.
"Kalian akan pergi sekarang?", tanya Yamada.
"Benar. Kami tidak boleh membuang waktu" jawab Commander.
"Semoga berhasil"
Commander mengangguk dan segera berlari keluar menyusul anggota Sensations lain yang sudah pergi terlebih dahulu. Sunyi mendadak menyerang rumah Yabu. Tidak ada yang bersuara selama beberapa saat setelah kepergian anggota Sensations.
"Yosh! Ayo kita pergi!" Daiki tiba-tiba memecah keheningan.
"Pergi? Kemana?", tanya member yang lain.
"Menyusul mereka. Memangnya kalian tidak mau melihat bagaimana mereka melawan musuhnya dengan energi dari kita?"
"Memangnya kau tahu dimana tempat tujuan mereka?", tanya Keito. Daiki menggeleng. "Lalu bagaimana kita bisa kesana?"
"Kalau sekarang masih sempat" sahut Chinen. "Yabu! Keluarkan mobilmu! Sebagian masuk ke mobil Yabu, sebagian masuk ke mobil Hikaru! Ayo lekas pergi sebelum kita ketinggalan jauh!"
---***---
"Ketemu kau Master B! Kali ini kami tidak akan membiarkanmu lolos!"
Seluruh anggota Sensations mengepung Master B dari segala arah. Tidak memberikan celah bagi Master B untuk meloloskan diri. Doctor tersenyum kecil saat melihat bekas kecil di tubuh Master B yang disebabkan oleh serangan Rapid tadi.
"Semuanya bersiap!", seru Commander. Seluruh anggota Sensations langsung berubah mengenakan kostum tempur mereka dan masing-masing sudah menggenggam senjata. "Serang!"
Seluruh anggota Sensations langsung berpencar ke posisi masing-masing. Rapid Fire dan Bullet yang pertama kali melancarkan serangan. Mereka menembak dengan bertubi-tubi. Master B berhasil menangkis semua serangan peluru dengan tangan kosongnya. Tapi Rapid Fire dan Bullet terus menembak Master B.
Scope yang mengambil posisi agak jauh, langsung membidik Master B. Selagi Master B sibuk menangkis peluru Bullet dan Rapid Fire, Scope membidik kepala Master B dan menarik pelatuknya. Pelurunya tepat mengenai kepala Master B, tapi kepalanya sama sekali tidak terluka. Scope menggeram marah saat Master B tertawa mengejek ke arahnya.
"Gawat! Peluruku habis!", seru Rapid Fire.
"Aku juga!", sahut Bullet.
"Bullet! Rapid! Minggir!"
Rapid Fire dan Bullet langsung lari menghindar. Tepat pada saat itu Sonic Hunter melempar bumerang miliknya. Master B membalikkan serangan bumerang dengan meniupnya sekuat tenaga. Falcon Jr juga bergabung bersama dengan Sonic Hunter. Dia melempar senjatanya yang berbentuk shuriken. Sayang, Master B berhasil menangkapnya sebelum mengenai tubuhnya dan mematahkan senjata Falcon dengan menggigitnya.
"Senjataku...", Falcon Jr hanya bisa meratapi nasib senjatanya yang telah hancur berkeping-keping.
Shinobi tidak tinggal diam, dia juga melemparkan senjatanya. Tapi sialnya dia kurang tepat memperkirakan letak jatuhnya sehingga senjata itu juga melukai dirinya.
"Aduh, duh, duh..." Shinobi memegangi kakinya sambil merintih kesakitan.
"Shinobi! Minggir!"
Commander langsung melompat dan menyerang Master B. Master B hampir saja tidak bisa menahan serangan Commander karena dia sempat lengah akibat menginjak senjata Shinobi.
"Aku pasti akan mengalahkanmu" geram Commander.
"Butuh 1000 tahun untuk bisa mengalahkanku!"
---***---
"Berhenti!!!!!"
Yabu otomatis menginjak rem karena teriakan Chinen. Hikaru yang mengemudi di belakang juga hampir saja menubruk mobil Yabu.
"Chii, kenapa berteriak tiba-tiba?", gerutu Yuto.
"Lihat! Itu mereka!"
Chinen menunjuk ke arah tanah kosong. Disana terdapat kilatan cahaya dan suara benda yang saling beradu. Yabu dan yang lain bisa melihat sosok Sensations beserta Master B.
Mereka semua keluar dari mobil untuk melihat lebih jelas. Hikaru sempat akan mengomel pada Chinen, tapi Daiki menghentikannya. Kini mereka bersembilan tampak asyik mengamati pertarungan antara Commander dengan Master B.
"Sepertinya Commander kelelahan?", tanya Hikaru.
"Sepertinya begitu" sahut Takaki.
"Apa mereka akan kalah?", gumam Keito.
"Tidak mungkin. Mereka pasti menang" jawab Yamada penuh keyakinan.
"Benar. Kita harus menyemangati mereka" Inoo menarik nafas dalam-dalam. "Ayo semangat Sensations!!! Kalian pasti bisa!!!", teriak Inoo sekuat tenaga.
Semua member lain langsung menjitak kepala Inoo bergantian. "Baka!!!!"
---***---
Geek menoleh saat mendengar suara Inoo. Doctor yang berdiri di sebelahnya meringis menahan tawa.
"Dia benar-benar mirip denganmu"
"Baka. Aku jauh lebih cantik darinya" jawab Geek penuh keyakinan.
Doctor hanya menggelengkan kepalanya. Dia melihat ke arah Commander yang mulai kelelahan. Doctor menggenggam erat alat di tangannya. Dia menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya.
"Sudah waktunya. Geek!"
Geek mengangguk. Mereka berdua lalu berlari menuju teman-temannya. Geek dan Doctor saling pandang. Mereka menyatukan alat yang ada di tangan mereka. Seketika itu juga baju tempur mereka berubah. Dari yang semula berwarna hitam magenta menjadi putih biru. Anggota Sensations bisa merasakan energi berlimpah yang keluar dari tubuh mereka.
"Energi ini...", gumam Rapid.
"Ini energi dari kembaran kita yang ada di bumi ini. Seperti yang kalian rasakan sekarang, energi mereka sangat besar. Aku tadi meminta energi mereka dan menaruhnya di dalam alatku dan Geek. Kami berdua memodifikasi energi itu supaya bisa menjadi senjata tempur kita" jelas Doctor.
"Lalu? Apa yang kita lakukan dengan energi ini?", tanya Shinobi.
"Arahkan tangan kalian ke Master B!"
Seluruh anggota Sensations mengarahkan tangannya ke Master B. Seketika seakan ada aliran listrik yang keluar. Listrik itu bukan listrik biasa. Listrik itu bisa melukai Master B dan melumpuhkannya. Master B menjerit dan mengerang kesakitan, beberapa menit kemudian dia berhasil lumpuh dan tidak sadarkan diri.
"Kita berhasil!!!!" Semua anggota Sensations bersorak gembira. Akhirnya mereka berhasil mengalahkan target buruan mereka.
"Belum selesai" Doctor mengeluarkan sebuah senapan jala dan menembakkannya ke Master B. "Aku tidak mau kita kehilangan dia lagi"
Shinobi langsung mengikat Master B yang terlilit dalam jala. Doctor memanggil pesawat mereka dengan alat pengendali pesawat. Mereka harus bergegas pulang untuk memenjarakan Master B dan melapor pada atasan mereka.
"Tunggu sebentar" perintah Commander
Semua anggota Sensations menoleh. Mereka melihat anggota JUMP yang berlari ke arah mereka.
"Kita harus berterimakasih pada mereka" ujar Commander. Semua anggota Sensations mengangguk setuju.
"Kalian akan segera pergi??", tanya Yamada sambil mengatur nafasnya.
"Kami harus segera membawa Master B kembali sebelum dia sadar", jelas Commander.
"Eh??? Kalian tidak main dulu disini???", kali ini giliran Chinen yang berbicara.
"Tidak. Kalau kami semakin lama disini, aku takut dia akan mati beneran karena terus takut aku akan membunuhnya" sahut Rapid sambil menunjuk ke arah Takaki. Takaki hanya bisa tersipu malu dan member lain tertawa melihat aksinya.
"Terima kasih. Berkat bantuan kalian, kami bisa mengalahkannya" Doctor mengulurkan tangannya ke arah Yamada. "Terima kasih banyak"
"Sama-sama. Terima kasih sudah menyelamatkan bumi ini" balas Yamada.
"Kami pergi dulu. Senang bisa berjumpa dengan kalian"
Commander melambaikan tangannya dan melangkah masuk ke dalam pesawat diikuti oleh member lainnya. Sesaat sebelum pintu pesawat menutup, seluruh anggota Senations berdiri disana, "Arigatou!!!", seru mereka.
Anggota JUMP terus melambaikan tangan mereka sampai pintu pesawat menutup. Perlahan pesawat mulai lepas landas meninggalkan daratan. Sesaat sebelum pesawat pergi, Yamada bisa melihat Commander melambaikan tangannya dari jendela pesawat. Setelah itu, pesawat menghilang dari hadapan mereka dengan secepat kilat.
"Sayounara... Sensations"
EPILOGUE
Yamada dan yang lain segera kembali menuju ke rumah Yabu. Sepanjang perjalanan mereka terus bercerita mengenai pertemuan mereka dengan anggota Sensations. Hari itu memang tidak mudah dilupakan oleh mereka. Jarang-jarang kan bertemu dengan kembaran diri sendiri?
Mobil berhenti di lampu merah. Yamada sesekali melihat ke luar jendela. Begitu banyaknya orang yang berlalu lalang. Suasana tetap sama meskipun beberapa jam sebelumnya orang-orang itu tidak tahu bahaya yang akan mengancam mereka.
"Eh???"
Mata Yamada membesar saat seseorang lewat di depannya. Yamada terus memperhatikan orang itu. Yamada menahan nafasnya saat orang itu juga melihat ke arahnya. Orang itu melihat ke arah Yamada dengan muka yang sama terkejutnya.
"Kenapa Ryosuke? Mukamu seperti baru saja melihat hantu"
"Tidak. Bukan apa-apa. Mungkin aku salah lihat"
Yabu segera melajukan mobilnya ketika lampu berubah menjadi hijau. Yamada menoleh sekali lagi dan orang itu sudah tidak ada disana.
"Sudah kuduga, itu cuma perasaanku saja"
---***---
"Nagisaa~~~ kau kenapa bengong?"
"Karma kun, kau melihat orang yang ada di mobil tadi?"
"Tidak. Memangnya kenapa???"
"Bukan apa-apa. Ayo kita segera pergi. Isogai sudah menunggu kita"
END