Rabu, 08 Februari 2017

NGIDAM

Genre : mpreg (?) atau terserah kalian bayanginnya gimana, mau gender switch juga boleh.

~YabuNoo~

Kringg... Kringg...

Yabu menggerutu kesal. Ini sudah kesekian kalinya hpnya berdering. Dia meraih hpnya dengan malas dan melihat jamnya, pukul 01.00 dini hari. Tanpa melihat nama pemanggilnya, Yabu tahu itu telepon dari siapa.

"Apa Kei???"

"Kotaa... Aku mau nasi..."

"Kau sudah makan 15 mangkuk nasi hari ini Kei..."

"Tapi aku masih lapar... Dedek juga lapar"

"Tapi ini tengah malam Kei"

"Tapi aku lapar"

Yabu menghela nafasnya. "Iya, iya, akan kubuatkan. Nasi dengan potongan tomat kan?"

"Sankyuu My lovely husband~" ucap Kei manja.

"Satu lagi Kei, berhenti meneleponku tengah malam"

"Eh? Kenapa? Aku istrimu"

Yabu memutar tubuhnya, "Kau tidur persis di sebelahku. Kau bisa saja langsung membangunkanku tanpa perlu meneleponku. Baka!" Yabu mencubit pelan hidung Kei.
Kei tertawa pelan, "Gomen Kota, kebiasaan~"

----------

~TakaDai~

"Aku mau Haruka!!!!"

Takaki terkejut setengah mati saat mendengar jeritan Daiki. Hampir saja dia terpeleset saat buru-buru keluar dari kamar mandi.

"Ada apa Daiki?"

"Yuya... Aku mau Haruka..."

"Haruka?"

"Iya" Daiki menunjukkan koleksi stiker JKT48 hadiah dari pocky yang dikumpulkannya. "Aku tidak punya stiker Haruka"

"Tapi kau sudah punya 50 lebih stiker member yang lain. Itu masih kurang?"

"Aku mau Haruka. Kau tahu kan kalau sebentar lagi Haruka mau graduate? Aku mau mengumpulkannya sebagai kenang-kenangan"

"Yuya..." Daiki mulai melancarkan aksi manjanya "Belikan pocky lagi ya?"

"Tidak" jawab Takaki tegas. "Janinmu butuh makanan lain selain pocky"

Daiki cemberut. "Takaki Yuya! Kau tidur di luar malam ini kalau kau tidak mendapatkan pocky stiker Haruka!!!"

Takaki hanya bisa melongo melihat Daiki membanting pintu kamarnya dengan kasar.

------

~YamaChii~

Yamada tampak kebingungan sambil terus memegangi hpnya. Sesekali dia berjalan ke suatu arah, lalu berbalik lagi menuju ke arah lainnya.

"Yo! Yama-chan~"

Yamada terkejut dengan kehadiran seseorang, "Yuma?!"

"Sedang apa kau disini?" tanya Yuma yang sedari tadi sebenarnya melihat tingkah aneh Yamada.

"Mencari pokemon"

"Hah?!"

"Kau tidak tahu permainan Pokemon GO?"

"Aku tahu, tapi... Tidak kusangka kau sangat antusias memainkannya"

Yamada menghela napas, "ini semua permintaan Yuri"

"Chinen-kun? Kenapa?"

"Yuri sangat suka permainan ini. Dia memintaku untuk menangkap pokemon minimal 2 setiap harinya. Aku tidak boleh pulang sebelum menangkap pokemon baru"

"Kenapa dia tidak mencarinya sendiri?"

"Mana mungkin aku membiarkan Yuri yang sedang hamil berjalan seharian mencari pokemon? Jadi sebagai gantinya aku yang mencarinya"

Yuma hanya terdiam sementara Yamada berlari ke suatu tempat karena menemukan pokemon yang baru.

-----

~HikaToJima~

"Keito... Ayo duduk disini"

"Keito... Pelan-pelan, nanti kau jatuh"

Keito hanya terdiam saat Hikaru dan Yuto bersikap manis padanya. Beberapa hari ini sikap mereka berdua padanya berubah. Hikaru tidak lagi membullynya sedangkan Yuto jadi lebih sering menghabiskan waktu berdua dengannya.

"Ano... Kalian berdua..."

"Hmm? Apa Keito? Kau haus?" Hikaru menyodorkan segelas air minum pada Keito.

"Baka! Keito pasti lagi ingin minum jus ini kan?" kali ini giliran Yuto menyodorkan sebotol jus pada Keito.

Keito yang bingung hanya bisa menerima air minum dan jus dari mereka berdua. Sementara keduanya saling bertatapan tajam satu sama lain.

"Anoo..."

Keito mencoba berdiri, tapi sialnya kakinya tersandung sesuatu dan menyebabkan dia kehilangan keseimbangan. Beruntung dua orang itu berhasil menangkap Keito sebelum dia menyentuh tanah.

"Aduh... Hati-hati donk Keito" gerutu Hikaru.

"Benar. Kalau kena janinmu bagaimana?" tambah Yuto.

"Itu karena kau menaruh kursi disini sih Yut!" omel Hikaru.

"Kok aku? Kan kau yang menyuruhnya duduk disini, kau yang salah!"

"Kalau Keito keguguran bagaimana? Itu salahmu!"

"Hei! Itu anakku, bukan anakmu!"

"Kata siapa? Uda jelas itu anakku kan?"

Keito hanya terdiam mengamati pertengkaran keduanya.

'Kalian berdua... Kalian tidak pernah melakukan 'itu' padaku, bagaimana mungkin aku hamil anak salah satu dari kalian?' batin Keito. 'Siapa sih yang menyebarkan gosip aku hamil pada mereka berdua?'

END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar