“Ngh...”
Shintaro yang tertidur, langsung bangun saat mendengar suara kakaknya. Perlahan, Ryu mulai membuka matanya. Shin langsung memeluk kakaknya.
“Shin?”, ucap Ryu setengah sadar. “Lepaskan. Sesak”. Ryu langsung mendorong Shin untuk menjauh dan melepaskan pelukannya. Wajahnya benar-benar terlihat tidak suka.
“Kupikir kakak tidak akan bangun untuk selamanya”
Ryu langsung meninju muka adiknya itu. Shin langsung terpental jatuh ke belakang akibat tinju Ryu.
“Apa kau bilang? Beraninya kau mengira kalau kakakmu ini lemah hah?!”
Ryu mendadak terdiam. dia mengamati kepalan tangannya. Ryu bisa merasakan aliran energi yang cukup besar mengalir ke kepalan tangannya.
Ryu mendadak terdiam. dia mengamati kepalan tangannya. Ryu bisa merasakan aliran energi yang cukup besar mengalir ke kepalan tangannya.
“Energi apa ini? Tubuhku terasa dipenuhi energi yang besar”
“Kakak lupa? Itu adalah energi milik Hokuto”, jawab Shin sambil memegangi wajahnya yang kesakitan akibat ditinju oleh Ryuu.
“Milik Hokuto? Kenapa bisa ada padaku?”
“Kan Hokuto sudah musnah. Sebagai hukuman karena dia gagal menjaga Hikaru, Yang Mulia memusnahkannya, dan kekuatannya diberikan pada kita berdua. Jadi masing-masing dari kita memiliki kekuatan dari Hokuto”, jelas Shin.
Ryuu merenung, mencoba mengingat kembali apa yang terjadi padanya.
“Ah... Benar juga”, gumam Ryuu saat dia mulai mengingat semuanya.
“Kita sudah naik level, kakak. Kita sudah bukan lagi demon kelas D, kini kita demon kelas C”
“Hmm...”, Ryuu mengangguk-angguk. Dia masih mencoba membiasakan diri dengan energi besar yang ada di dalam tubuhnya. Ryuu merasa ada sesuatu di dalam tubuhnya yang bergejolak. Ryuu tahu kalau ada kekuatan besar lain yang ada dalam tubuhnya selain kekuatan milik Hokuto. Dan itu adalah kekuatan milik Yama, sang dewa pelindung.
“Apakah karena ini aku jadi bermimpi tentang masa lalu?”, gumam Ryuu pelan.
“Hmm? Apa kakak mengatakan sesuatu?”
“Ah tidak... bukan apa-apa”, Ryuu mencoba mengelak. “Hei, Shin”. Shin menoleh. “Apa yang terjadi disini? Apa yang terjadi selama aku tertidur? Kenapa suasana di istana ini terlihat sangat tegang dan ramai?”
“Ah... benar juga. Kakak tidak tahu apa yang terjadi”, Shin mendekat ke arah Ryuu. “Duduklah kak, aku akan memberitahu apa yang terjadi selama kakak tidak sadarkan diri. Dimulai saat kekuatan Hokuto diberikan pada kita”
---***---
Sementara itu di dunia manusia, ada 2 demon yang tampak sibuk mengamati tiap pergerakan yang ada di dunia manusia.
Sementara itu di dunia manusia, ada 2 demon yang tampak sibuk mengamati tiap pergerakan yang ada di dunia manusia.
“Terang sekali... Mataku sampai sakit”
“Bertahanlah sebentar Jesse, dunia manusia memang seterang ini”
“Uh.. inilah sebabnya aku benci dunia manusia”, Jesse kemudian melihat ke arah beberapa manusia yang berlalu lalang di jalanan. “Coba lihat manusia-manusia itu, Taiga. Mereka menjalani aktivitas seperti biasa, mereka menunjukkan wajah tanpa dosa, padahal kegelapan di hati mereka begitu gelap”
Taiga hanya melihat sekilas ke arah manusia yang berlalu lalang. Dia kemudian terus melanjutkan misinya. Mencari keberadaan Inoo dkk. Inoo harus segera ditangkap karena apa yang dilakukan Inoo saat ini mengancam keberadaan Raja.
Taiga sendiri baru mengetahui soal ini beberapa saat lalu. Saat dia sibuk menganalisis ulang apa yang terjadi, Taiga pun akhirnya menyadari tujuan dan maksud tindakan Inoo. Ditambah lagi dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh Yuya. Kecurigaan Taiga terhadap Inoo semakin jelas.
“Hei Taiga”, Jesse membuyarkan lamunan Taiga. “Kelihatannya ada yang menyambut kita”
Taiga melihat ke arah yang ditunjuk oleh Jesse. Dia bisa melihat ada seseorang yang berdiri dengan mata menatap lurus ke arah mereka berdua. Sekali lihat saja Taiga tahu kalau dia bukan orang sembarangan. Taiga dan Jesse sedang dalam sosok demon, sehingga manusia biasa tidak bisa melihat mereka, tapi manusia itu malah menatap tajam ke arah mereka.
“Huahahaha!!!”, Jesse tiba-tiba tertawa sehingga hampir saja mengagetkan Taiga. Taiga melirik tajam ke arah Jesse, menunjukkan kalau dia kesal dengan tawanya. “Lihat dia Taiga! Wajah yang sama dengan wajah yang melawan kita 10 tahun lalu!!!”
Taiga mengamati sekali lagi wajah manusia yang melihat ke arah mereka. Benar kata Jesse, dia kenal wajah itu. Wajah salah satu manusia yang kekuatannya sebanding dengan demon kelas S.
“Bagaimana kalau kita bermain dengan dia sebentar?”
Jesse langsung melesat menghampiri manusia yang mengamati mereka tanpa mendengarkan ucapan Taiga terlebih dahulu. Sebenarnya Taiga tidak terlalu setuju dengan tindakan Jesse. Jangan melakukan hal yang tidak perlu. Itulah motto Taiga.
Beberapa menit kemudian, dua makhluk yang sangat berbeda itu saling berhadapan. Dari jauh Taiga bisa mengerti kalau manusia yang melawan Jesse cukup hebat. Tentu saja. manusia itu adalah manusia yang berani menantang Raja Demon.
Taiga langsung tersenyum tipis saat menyadari sesuatu yang sedang menuju ke arah mereka. tapi senyum itu langsung memudar saat mengetahui sosok makhluk yang sedang menuju ke arah mereka.
---***---
“Apa maksudnya ini, Koichi?”
“Apa maksudnya ini, Koichi?”
Yuto langsung mengarahkan senjatanya saat menyadari kalau Yugo sedang mengarahkan pedangnya yang panjang ke arahnya.
“Kemana saja kau? Dan darimana?”, wajah Yugo terlihat cukup serius. Menunjukkan kalau dia sedang curiga pada Yuto.
“Aku sedang berjalan-jalan”
“Kemana?”
“Bukan urusanmu. Aku sedang mencari makan. Hanya itu”
“Yuto, aku tidak akan memaafkanmu kalau kau sampai berkhianat”, Yugo menurunkan senjatanya dan segera pergi menjauh meninggalkan Yuto yang diam-diam tersenyum tipis sambil melihat punggung Yugo yang perlahan menjauh.
---***---
“JESSE!”
“JESSE!”
Taiga segera mengulurkan tangannya ke arah Jesse untuk memberikan pelindung di sekitarnya. Tapi terlambat. Tangan Jesse sudah terlanjur putus tanpa Taiga sempat membuat pelindung.
“Kyuubi...”, geram Taiga kesal.
“Kenapa ada Kyuubi disini? Bukankah seharusnya kekuatannya tersegel di dalam tubuh Daiki?”, geram Jesse kesal karena tangannya diputus tiba-tiba.
“Si Takaki itu pasti sudah melepaskannya. Cih! Seharusnya aku sudah menduga hal ini saat tahu Takaki mengikat kontrak dengan anak itu. Hanya demon kelas S yang bisa melakukan hal itu”
Taiga tampak sedikit kebingungan memikirkan bagaimana melawan kyuubi yang tidak lain adalah Chii. Kyuubi adalah salah satu dewa pelindung terkuat. Kekuatannya setara dengan demon kelas S. Mereka adalah lawan yang paling merepotkan.
“Jangan panik Taiga, kita berdua, mereka juga berdua. Kita pasti bisa menghadapi mereka. terlebih lagi tampaknya manusia yang ada disana itu sudah kelelahan”, bisik Jesse. Tangannya yang putus kini sudah tersambung kembali.
“Ya kau benar. Tapi kita butuh jaminan agar menang”
Taiga mengeluarkan secarik kertas, menuliskan sesuatu di atasnya, dan merapalkan beberapa mantra. Tak lama, kertas itu berubah menjadi seekor burung gagak berwarna hitam. Gagak hitam itu segera melesat pergi meninggalkan Taiga.
“Siapa yang kau panggil?”, tanya Jesse ingin tahu.
“Bala bantuan. Dia pasti bisa mengatasi kyuubi itu”
---***---
“Kenichi-sama...”
“Kenichi-sama...”
Chii langsung menundukkan badannya penuh hormat pada manusia yang berdiri di hadapannya. Air matanya bahkan ingin menetes saat dia menundukkan kepalanya. Sosok manusia yang sangat ingin dijumpainya.
“Chii... sudah lama tidak bertemu ya...”
Kenichi mengusap kepala Chii dengan lembut. Membuat Chii semakin tidak bisa menahan air matanya.
“Bagaimana kau bisa tahu aku disini?”
“Saya merasakan aura Kenichi-sama, lalu saya sadar kalau Kenichi-sama sedang bertarung sehingga saya buru-buru kemari”
“Ah... benar juga”, gumam Kenichi sambil memegangi bahunya yang sedikit terluka karena bertarung dengan Jesse. “Bagaimana Yama dan Keito? apakah mereka sehat? Apakah mereka baik-baik saja?”
“Iya”, Chii tidak bisa melanjutkan perkataannya. Chii telah melanggar perintah yang diberikan Kenichi padanya. Tentu saja Kenichi pasti tahu kalau Chii telah melanggar perintahnya.
“Itu bukan salahmu Chii. Aku tahu kalau suatu hari nanti Keito pasti akan mengikat kontrak dengan demon. Karena hanya itu satu-satunya cara untuk menghilangkan kutukannya. Aku tidak menyalahkanmu. Justru aku ingin minta maaf padamu, karena perintahku kau menderita seperti ini”
Kenichi mengarahkan tangannya ke kepala Chii. Sebuah cahaya keluar dari tangannya. “Mulai hari ini, aku mencabut semua perintah yang kuberikan padamu sebelumnya”. Chii menatap Kenichi tidak percaya. “Dan, aku mencabut kontrak di antara kita. Mulai hari ini, Chii, kau bukan dewa pelindungku lagi”
“Eh? Apa maksudnya Kenichi-sama?”
“Aku ingin kau mengikat kontrak dengan Keito. Aku tidak ingin membuatnya terluka lebih jauh lagi”
“Kalau begitu, siapa yang akan melindungi Kenichi-sama? Yama sudah melindungi Keito”
“Aku sudah tidak pantas kau lindungi Chii. Ini perintahku yang terakhir. Buat kontrak baru dengan Keito. Jadikan Keito mastermu mulai dari sekarang”
Chii ingin protes sekali lagi, tapi melihat tatapan tajam dari masternya itu membuatnya tidak bisa membantah. Dia harus menuruti perintah dari masternya. Itu mutlak, tidak bisa diubah.
“Saya akan melaksanakan perintah anda Kenichi-sama”
Kenichi tersenyum lega mendengar perkataan Chii. Dia mengulurkan tangannya ke arah Chii.
“Untuk terakhir kalinya, bisakah kau menolongku melawan mereka, Chii?”
“Dengan senang hati, Kenichi-sama”
---***---
“Uuh...”
Keito tiba-tiba merasa ada sesuatu yang merayapi tubuhnya. sesuatu yang hangat. Tidak lama, cahaya putih meliputi tubuhnya.
“Apa maksudnya ini?”
“Chii sudah mengikat kontrak denganmu. Kini dia telah menjadi dewa pelindung milikmu seutuhnya. Sebelumnya dia masih terikat kontrak dengan Kenichi-sama, tapi kini dia telah melepas kontraknya dan mengikat kontrak baru denganmu”, jelas Yama.
“Oh ya! Chii! Kita harus segera menyusulnya!”
Keito segera beranjak pergi menuju pintu keluar, tapi langkahnya sekali lagi dihentikan oleh Inoo.
“Kau lupa? Kau incaran mereka saat ini. Kau tidak bisa keluar begitu saja”
“Tapi... aku tidak bisa membiarkan Chii sendirian”, Keito masih bersikeras ingin keluar.
“Tapi... aku tidak bisa membiarkan Chii sendirian”, Keito masih bersikeras ingin keluar.
“Tenanglah sedikit bocah”, Yabu akhirnya berbicara setelah tidak tahan dengan sikap Keito. “Kyuubi adalah makhluk gaib yang terkuat. Kekuatannya sebanding dengan demon kelas S. Dia pasti bisa mengatasi mereka”
“Tapi, tetap saja Chii bertarung sendirian melawan mereka! satu lawan dua. Itu tidak adil!”
“Dia tidak sendirian”, sahut Hika. “Kau tidak merasakannya? Ada yang membantunya”
“Ada yang membantunya? Siapa?”, tanya Keito kebingungan. Keito melihat ke arah Yama yang tampaknya sudah mengetahui sosok yang sedang bersama dengan Chii saat ini.
“Anoo... Itu...”, Yama berniat memberitahu ke Keito soal Kenichi-sama tapi perhatian mereka lagi-lagi teralihkan dengan erangan yang menggema di ruangan tersebut.
“UAARGGGHHHHHHH!!!!!!”
Semua yang ada di ruangan itu langsung menutup telinga mereka karena suara erangan itu begitu menyakitkan telinga.
“DAIKI! tenanglah!”
Yuya berusaha menenangkan Daiki yang terus meraung. Matanya kini berubah menjadi merah. Dari mulutnya keluar gigi-gigi yang cukup tajam. Kukunya pun menjadi lebih panjang. Bau darah tercium jelas dari Daiki. Bahkan aura membunuhnya cukup terasa.
Yama segera melompat dan berdiri di depan Keito untuk melindunginya. Sedangkan Inoo, Yabu, dan Hika mundur beberapa langkah. Yuya yang berada di dekat Daiki pun segera mundur menjauhi Daiki yang sudah kehilangan kontrol.
“Ini... sama dengan apa yang terjadi 10 tahun lalu. Daiki benar-benar sedang lapar sekarang. Kita semua pasti akan menjadi santapannya”
Tsuzuku ~~~