Rabu, 08 Februari 2017

BELAJAR

~YabuNoo~

"Kei... Aku bisa gila"

"Bertahanlah Ko-chan! Tinggal sedikit lagi"

Yabu menggaruk kepalanya karena stres. Rambutnya bahkan berantakan karena Yabu sering menggaruknya, menjambaknya, dan mengacaknya. Sungguh dia ingin kabur saja.

Yabu ingin muntah disaat Inoo datang dengan setumpuk buku tebal. Bahkan senyuman malaikat Inoo kini terlihat seperti senyum iblis di matanya.

"Kei... Sudah cukup" pinta Yabu sambil sedikit meringis.

"Tidak bisa Ko-chan... Ini semua masih kurang" Inoo mengusap kepala Yabu dengan lembut.

"Nilaiku sudah cukup bagus Kei... Bahkan aku selalu berada di 5 besar"

Inoo menggeleng. "Itu masih kurang Ko-chan... Kau harus berada di 3 besar. Terlebih lagi aku ingin kita masuk ke universitas yang sama. Kau ingin berpisah denganku saat kita lulus nanti? Kau sendiri yang bilang kalau kau tidak ingin berpisah denganku meskipun kita lulus"

Yabu menghela napas pasrah. Itu semua akibat kata-katanya sendiri. Dia memang sangat menyayangi Inoo sehingga tidak ingin berpisah darinya. Tapi berkat ucapannya itu, Inoo malah memaksanya belajar setiap hari. Tidak ada kencan romantis saat mereka berdua bertemu. Hanya ada kata 'belajar'.

"Inilah deritanya kalau kau berpacaran dengan anak jenius yang selalu ranking 1 di sekolah" gumam Yabu.

~TakaDai~

"Daiki~"

Yuya memeluk Daiki manja dari belakang. Dari nada suaranya Daiki tahu kalau Yuya ingin meminta sesuatu.

"Apa?"

"Kencan yuk. Kita sudah lama tidak pergi kencan"

"Tidak bisa Yuya. Aku harus belajar"

"Lagi? Kenapa sih kau ini suka sekalu dengan yang namanya belajar?" Yuya cemberut.

"Kita sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir. Aku tidak mau lulus dengan nilai jelek"

"Tapi kencan sekali tidak akan membuatmu jadi bodoh" Yuya merajuk.

"Tidak bisa. Aku harus belajar" Daiki merapikan bukunya tapi Yuya terus melihatnya dengan pandangan memohon. "Gini aja deh, kalau ujian minggu depan nilaimu bagus, aku akan menuruti semua permintaanmu"

"Kau serius?!" Yuya melebarkan matanya.

"Mau kencan atau apapun itu terserah. Aku akan menuruti permintaanmu asalkan nilaimu lebih bagus dariku"

Yuya menyeringai. "Oke. Setuju. Janji ya. Kau akan melakukan apapun yang kuminta kalau aku menang. A-pa-pun"

Yuya kembali ke mejanya dan mulai membuka bukunya untuk belajar. Daiki sedikit tersenyum saat melihat Yuya yang serius belajar.

"Si baka itu serius kalau ada maunya saja" Daiki kembali fokus ke bukunya. Dia ingin kembali fokus belajar karena dia tidak ingin kalah dari Yuya. Daiki bergidik ngeri karena kurang lebih dia tahu apa yang dimaksud dengan 'apapun' yang Yuya rencanakan.

~HikaToJima~

Hikaru melirik ke dalam suatu kelas. Matanya melebar saat menemukan orang yang dia cari. Dengan langkah gembira dia menuju orang tersebut.

"Keito, tolong ajari aku!"

Keito terkejut ketika ada dua orang berdiri di depannya sambil menyodorkan buku bahasa Inggris. Kedua orang itu juga sama kagetnya. Mereka melihat satu sama lain dengan muka kesal.

"Cih, kau lagi"

"Hikaru-kun juga, kenapa disini? Ini ruangan kelas 2. Kelas 3 kan di lantai yang lain"

"Aku hanya ingin minta diajari oleh Keito"

"Kakak kelas minta diajari adik kelas? Memalukan" ejek Yuto.

"Setidaknya nilai bahasa inggrisku jauh lebih baik darimu. Orang yang selalu mendapat nilai 0 saat ujian" Hikaru balas mengejek.

"Kalau begitu, kau kan bisa belajar sendiri. Tidak usah minta bantuan Keito"

"Hei, terserah aku mau minta diajari Keito atau tidak. Sebelum kau minta diajari olehnya, perbaiki dulu susunan otakmu. Kau cuma akan menyusahkan Keito nanti"

"Kenapa kau yang mengaturku? Itu kan haknya Keito mau mengajari siapa, ya kan Keito?" Yuto menoleh ke arah meja Keito dan kaget saat melihat bangkunya kosong. "Loh? Kemana dia?"

"Keito! Keito!" dua orang itu berteriak mencari Keito yang tiba-tiba menghilang.

Keito yang mendengar teriakan dua orang itu langsung mempercepat langkahnya. Dia ingin bersembunyi dari dua orang itu.

"Menyeramkan... Dua orang itu menyeramkan" gumam Keito.

END

NGIDAM

Genre : mpreg (?) atau terserah kalian bayanginnya gimana, mau gender switch juga boleh.

~YabuNoo~

Kringg... Kringg...

Yabu menggerutu kesal. Ini sudah kesekian kalinya hpnya berdering. Dia meraih hpnya dengan malas dan melihat jamnya, pukul 01.00 dini hari. Tanpa melihat nama pemanggilnya, Yabu tahu itu telepon dari siapa.

"Apa Kei???"

"Kotaa... Aku mau nasi..."

"Kau sudah makan 15 mangkuk nasi hari ini Kei..."

"Tapi aku masih lapar... Dedek juga lapar"

"Tapi ini tengah malam Kei"

"Tapi aku lapar"

Yabu menghela nafasnya. "Iya, iya, akan kubuatkan. Nasi dengan potongan tomat kan?"

"Sankyuu My lovely husband~" ucap Kei manja.

"Satu lagi Kei, berhenti meneleponku tengah malam"

"Eh? Kenapa? Aku istrimu"

Yabu memutar tubuhnya, "Kau tidur persis di sebelahku. Kau bisa saja langsung membangunkanku tanpa perlu meneleponku. Baka!" Yabu mencubit pelan hidung Kei.
Kei tertawa pelan, "Gomen Kota, kebiasaan~"

----------

~TakaDai~

"Aku mau Haruka!!!!"

Takaki terkejut setengah mati saat mendengar jeritan Daiki. Hampir saja dia terpeleset saat buru-buru keluar dari kamar mandi.

"Ada apa Daiki?"

"Yuya... Aku mau Haruka..."

"Haruka?"

"Iya" Daiki menunjukkan koleksi stiker JKT48 hadiah dari pocky yang dikumpulkannya. "Aku tidak punya stiker Haruka"

"Tapi kau sudah punya 50 lebih stiker member yang lain. Itu masih kurang?"

"Aku mau Haruka. Kau tahu kan kalau sebentar lagi Haruka mau graduate? Aku mau mengumpulkannya sebagai kenang-kenangan"

"Yuya..." Daiki mulai melancarkan aksi manjanya "Belikan pocky lagi ya?"

"Tidak" jawab Takaki tegas. "Janinmu butuh makanan lain selain pocky"

Daiki cemberut. "Takaki Yuya! Kau tidur di luar malam ini kalau kau tidak mendapatkan pocky stiker Haruka!!!"

Takaki hanya bisa melongo melihat Daiki membanting pintu kamarnya dengan kasar.

------

~YamaChii~

Yamada tampak kebingungan sambil terus memegangi hpnya. Sesekali dia berjalan ke suatu arah, lalu berbalik lagi menuju ke arah lainnya.

"Yo! Yama-chan~"

Yamada terkejut dengan kehadiran seseorang, "Yuma?!"

"Sedang apa kau disini?" tanya Yuma yang sedari tadi sebenarnya melihat tingkah aneh Yamada.

"Mencari pokemon"

"Hah?!"

"Kau tidak tahu permainan Pokemon GO?"

"Aku tahu, tapi... Tidak kusangka kau sangat antusias memainkannya"

Yamada menghela napas, "ini semua permintaan Yuri"

"Chinen-kun? Kenapa?"

"Yuri sangat suka permainan ini. Dia memintaku untuk menangkap pokemon minimal 2 setiap harinya. Aku tidak boleh pulang sebelum menangkap pokemon baru"

"Kenapa dia tidak mencarinya sendiri?"

"Mana mungkin aku membiarkan Yuri yang sedang hamil berjalan seharian mencari pokemon? Jadi sebagai gantinya aku yang mencarinya"

Yuma hanya terdiam sementara Yamada berlari ke suatu tempat karena menemukan pokemon yang baru.

-----

~HikaToJima~

"Keito... Ayo duduk disini"

"Keito... Pelan-pelan, nanti kau jatuh"

Keito hanya terdiam saat Hikaru dan Yuto bersikap manis padanya. Beberapa hari ini sikap mereka berdua padanya berubah. Hikaru tidak lagi membullynya sedangkan Yuto jadi lebih sering menghabiskan waktu berdua dengannya.

"Ano... Kalian berdua..."

"Hmm? Apa Keito? Kau haus?" Hikaru menyodorkan segelas air minum pada Keito.

"Baka! Keito pasti lagi ingin minum jus ini kan?" kali ini giliran Yuto menyodorkan sebotol jus pada Keito.

Keito yang bingung hanya bisa menerima air minum dan jus dari mereka berdua. Sementara keduanya saling bertatapan tajam satu sama lain.

"Anoo..."

Keito mencoba berdiri, tapi sialnya kakinya tersandung sesuatu dan menyebabkan dia kehilangan keseimbangan. Beruntung dua orang itu berhasil menangkap Keito sebelum dia menyentuh tanah.

"Aduh... Hati-hati donk Keito" gerutu Hikaru.

"Benar. Kalau kena janinmu bagaimana?" tambah Yuto.

"Itu karena kau menaruh kursi disini sih Yut!" omel Hikaru.

"Kok aku? Kan kau yang menyuruhnya duduk disini, kau yang salah!"

"Kalau Keito keguguran bagaimana? Itu salahmu!"

"Hei! Itu anakku, bukan anakmu!"

"Kata siapa? Uda jelas itu anakku kan?"

Keito hanya terdiam mengamati pertengkaran keduanya.

'Kalian berdua... Kalian tidak pernah melakukan 'itu' padaku, bagaimana mungkin aku hamil anak salah satu dari kalian?' batin Keito. 'Siapa sih yang menyebarkan gosip aku hamil pada mereka berdua?'

END