Genre : Comedy
Sekuel dari ff children time sebelumnya
~
Lima orang pemuda tampak mengawasi 4 orang anak kecil yang sibuk bermain di taman. Mereka kelelahan bukan main saat mengurus mereka. Ketika 4 anak kecil itu sibuk bermain sendiri, mereka menggunakan kesempatan itu untuk beristirahat sejenak.
Pandangan Daiki tertuju pada Yuya yang tampak memandangi ke suatu arah.
"Ada apa Takaki?" tanya Daiki lembut.
"Aku mau macukin bola kecana"
Yuya menunjuk ke arah ring basket yang tidak jauh darisana. Daiki melirik ke arah bola yang dipeluk Yuya. Bola basket.
"Daiki gendong ya, terus Takaki masukin bolanya" saran Daiki.
Yuya menggeleng keras. "G ucah!"
"Loh katanya Takaki mau masukin bolanya?"
"Daiki pendek. G nyampek" jawab Yuya singkat. Daiki tampak sangat syok dengan jawaban Yuya. Yuya kemudian meninggalkan Daiki yang masih syok.
Yuya mengamati satu persatu orang dewasa yang ada disana. Pandangannya terhenti pada sosok yang tampak murung karena Keito kecil tidak mau mendekatinya.
Wajah Yuto sedikit cerah ketika dia melihat Yuya kecil mendekatinya. Setidaknya ada anak kecil yang mau bermain dengannya.
"Ada apa Yuya?"
"Gendong. Aku mau macukin bola kecana. Gendong"
Yuya menunjuk ke arah ring basket. Yuto mengangguk mengerti. Dia kemudian memposisikan Yuya di bahunya dan mereka berdua menuju ke ring basket itu.
"Macuk!!! Lagi! Lagi!"
Yuya senang bukan main saat dia bisa memasukkan bolanya. Yuto juga senang karena dia bisa membuat seorang anak kecil tertawa. Di lain pihak, Daiki tampak sedih karena ucapan Yuya. Dia kemudian berjalan ke arah anak yang lain untuk menghilangkan rasa syoknya.
"Chii! Sedang apa?"
Daiki terkejut ketika melihat Chinen bergelantungan di atas pohon. Bukannya takut, Chinen justru tersenyum bangga.
"Liat, liat! Yuli hebat kan?"
"Kalau jatuh gimana?" tanya Daiki lagi.
"Yuli g bakal jatuh!"
Daiki akhirnya cuma bisa mengawasi Chinen yang bergelantungan di pohon sambil berharap semoga Chinen tidak jatuh.
~
Hikaru, Inoo, dan Yamada hanya duduk-duduk mengawasi saja. Mereka terlalu lelah. Tiba-tiba Yabu kecil menghampiri mereka sambil membawa bola.
"Ada apa Yabu?" tanya Inoo.
Yabu kecil mundur beberapa langkah. Rupanya dia masih takut dengan Hikaru dan Inoo.
"Mau main bola kan?" tanya Yamada. Yabu mengangguk pelan. "Hmm... Ayo main"
Yamada menggandeng Yabu dan Yabu menerimanya dengan senang hati. Mereka kemudian bermain bola.
"Kenapa Yabu takut dengan kita?" keluh Inoo.
"Wajahmu menyeramkan sih" jawab Hikaru.
"Enak aja. Wajahmu juga tuh" kesal Inoo.
"Ngomong-ngomong, dimana Keito? Aku tidak melihatnya" Hikaru celingukan mencari Keito. Keito kecil tidak tampak di mata mereka.
"Bukannya itu Keito?" tunjuk Inoo pada Keito yang sedang berjongkok membelakangi mereka.
"Dia sedang apa?"
Karena penasaran, dua orang itu menghampiri Keito. Mata Hikaru melebar, wajahnya pucat pasi begitu mengetahui Keito sedang bermain apa.
"Uwaaaaaaa!!!!!!"
Hikaru langsung lari dengan sekuat tenaga. Inoo tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Hikaru.
"Kenapa hikalu lali?" tanya Keito.
"Dia takut dengan ini" jawab Inoo sambil mengelus kucing yang sedari tadi bermain dengan Keito.
"Kenapa? Meongnya kan lucu"
"Bagi Hikaru ini monster menyeramkan"
"Olang anyeh"
Inoo hanya bisa tertawa mendengar komentar Keito. Dia kemudian menemani Keito bermain dengan kucing itu.
~
"Huwaaaaaaaa!!!!!!!!!"
Tangis anak kecil meledak di taman itu. Semua mata langsung tertuju pada sumber tangisan.
"Yuto, apalagi yang kau lakukan?" keluh Yamada.
"Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya menunjukkan seekor serangga lucu padanya. Dia langsung menangis" bantah Yuto sambil terus berusaha menenangkan Yuya kecil yang menangis.
"Kau ini... Apa kau lupa kalau Takaki tidak suka dengan serangga?"
Daiki lalu menggendong Yuya dan menepuk punggungnya, berusaha menenangkannya. Yuya kecil masih terus menangis karena melihat Yuto. Daiki akhirnya membawa Yuya menjauh sambil terus berusaha menenangkannya.
"Apa salahku? Kenapa mesti aku?" lirih Yuto pelan.
Tamat