Cast : Hey! Say! JUMP x Sensations
Genre : Fantasy
Type : Series
Rate : PG 13
~
Tahukah kalian jika setidaknya ada 7 orang yang memiliki wajah sama di dunia ini? Mereka bukan orang kembar, tapi orang yang memiliki wajah yang sama. Itulah hal yang disebut doppelganger. Dan rumor yang beredar mengatakan kalau kalian bertemu dengan doppelganger kalian, maka saat itu kalian akan mati. Rumor lain mengatakan kalau kalian akan menyatu dengan kembaran kalian dan hidup sebagai orang yang baru. Mana yang benar? Tidak ada yang tahu. Karena tidak ada orang yang bisa mengatakan kebenarannya.
Dimana doppelganger kita? Tidak ada yang tahu. Bisa saja dia ada di kota yang sama, negara yang sama, atau mungkin berada di planet lain. Bagaimana reaksi mereka saat bertemu doppelganger mereka yang berasal dari planet lain?
---***---
Di sebuah planet. Well... Mungkin ini bukan planet. Lebih tepat kalau dibilang sekumpulan batu luar angkasa yang mengorbit di tempat yang sama. Kumpulan batu ini saling menempel satu sama lain sehingga bila dilihat dari jauh terlihat seperti sebuah planet kecil.
Disana, terlihat banyak pesawat luar angkasa saling mondar mandir mengelilingi planet tersebut. Masing-masing pesawat berisi 9-10 orang. Sebuah pesawat tampak sudah siap lepas landas dari anjungannya.
"Commander", ucap seseorang dari sebuah monitor besar. Tampaknya dia sedang berbicara dengan pemuda tampan yang sedang melihatnya melalui sebuah monitor. "Aku punya misi untukmu. Kumpulkan semua anggota dan pergilah ke bumi. Master B telah lolos dan kini bersembunyi di bumi. Aku ingin kalian semua menangkap master B"
"Baiklah"
---***---
Di luar angkasa, di sebuah tata surya yang jaraknya ribuan tahun cahaya dari bumi, sebuah pesawat luar angkasa berisi 9 orang berseragam sama dari planet sensation, sedang menuju ke bumi. Mereka memiliki misi untuk membawa kembali seorang tahanan yang cukup berbahaya dan dapat merusak ekosistem sebuah planet.
"Commander, kita akan pergi kemana?", tanya anggota berbadan paling tinggi.
"Bumi. Master B berhasil melarikan diri dan bersembunyi di bumi", jawab orang yang dipanggil commander.
"Geek, kau tahu arah tujuan kita kan?", tanya pemuda paling pendek di pesawat itu.
"Tidak ada yang tidak kuketahui. Aku sudah menyerahkan lokasi bumi kepada Scope. Semoga dia berhasil membawa kita kesana"
---***---
Sementara itu, di bumi, di Jepang
"Yappari! Keito!"
Pemuda bernama Keito itu kaget saat namanya disebut. Dia tidak menyangka ada orang yang mengenalinya di kafe yang cukup sepi ini. Dia sengaja memilih tempat yang sepi untuk menenangkan diri. Jika ada yang tahu itu dia, kenyamanannya akan terganggu. Apalagi jika itu seorang fans.
"Yama-chan..." Keito menghela nafas lega ketika melihat wajah orang yang dikenalnya. Beruntunglah dia itu bukan salah satu fansnya. "Bagaimana kau bisa tahu aku ada disini?"
"Berkat ini" Yamada menunjukkan hpnya. Di layar tertera sistem gps dan Keito tahu titik merah di gps itu adalah dirinya, karena titik itu menunjukkan nama tempat dia berada. "Aku tadi sedang berjalan berdua dengan Takaki, lalu aku segera kemari ketika tahu kau ada disini"
"Lalu? Takaki dimana sekarang?"
"Pulang" Yamada menarik sebuah kursi dan mendudukinya. "Aku masih ingin bersantai diluar, jadi kuputuskan untuk bergabung denganmu. Kau keberatan?"
"Tidak. Aku senang kau menemaniku"
---***---
Tidak lama, pesawat yang berisi anggota sensation tiba di bumi dan mendarat dengan sempurna di pinggir negara Jepang. Mereka menyamarkan pesawat mereka sehingga tidak tampak secara kasat mata. Pintu pesawat itu terbuka.
"Inikah bumi?", tanya Geek yang turun lebih dulu dari pesawat. "Tempat yang sangat berbeda dengan planet kita"
"Tempat yang indah", gumam Rapid Fire.
"Kita harus segera menemukan Master B sebelum dia merusak planet ini" gumam Commander. "Geek, dimana master B sekarang?"
Geek mengeluarkan monitor kecilnya. "Aku kehilangan jejaknya. Aku tahu dia mendarat disini berkat sistem gps pesawat yang digunakannya untuk kabur. Tapi setelah itu aku kehilangan jejaknya. Sepertinya dia sudah berpindah dari tempatnya semula. Tapi kurasa dia masih belum jauh dari sini"
"Yosh! Ayo segera kita kejar dia! Jangan biarkan dia lolos!", ucap Sonic Hunter dengan semangat. Dia mengecek senjatanya sebelum pergi.
"Tunggu!", seru Shinobi. "Kalian yakin akan pergi dengan baju seperti itu?"
Anggota sensation yang lain saling memandangi seragam mereka yang berwarna hitam magenta. Kostum mereka sangat mencolok.
"Apa yang salah Shinobi?", tanya Bullet.
"Kalian tadi tidak melihat pakaian yg digunakan orang sini? Kita akan menarik perhatian kalau menggunakan pakaian ini. Lebih baik kita berganti pakaian, master B juga tidak mudah menyadari kehadiran kita"
"Tapi.. Bagaimana kita bisa mendapatkan pakaian orang sini?", tanya Falcon Jr.
"Tidak masalah", Doctor mengeluarkan sesuatu yang tampak seperti sebuah pistol. Dia lalu menembakkan satu persatu ke arah anggota lain. Kostum hitam magenta itu kini berubah menjadi baju biasa.
"Kau jenius Doctor!", puji Falcon Jr.
"Baiklah. Kita akan berpencar menjadi 3 tim. Siapa yang menemukan master B lebih dulu, harap segera memberitahu yang lain", perintah Commander.
"Siap!"
---***---
Di tengah hiruk pikuknya kota. Ada 3 orang dari luar galaksi sedang berjalan di tengah kerumunan.
"Uwah... Padat sekali penduduknya", ucap Scope yang berkali-kali berhenti melihat toko atau layar iklan yang sedang diputar disana. Tingkahnya seperti orang kampung yang baru pertama kali pergi ke kota besar.
"Scope... Jangan diam disitu. Ayo kita cari master B"
"Sonic Hunter tidak asyik ah..."
Scope langsung terdiam ketika melihat tatapan tajam dari Sonic Hunter. Dia kemudian mengikuti Sonic Hunter tanpa berkomentar lebih jauh. Sonic Hunter lebih muda darinya tapi dia lebih disiplin.
"Shinobi? Sedang apa?", tanya Scope yang sadar kalau Shinobi sedang mengamati sesuatu.
Shinobi menggelengkan kepalanya "Tidak ada apa-apa"
'Itu cuma perasaanku saja, mungkin aku salah lihat. Masa aku melihat diriku dan Commander sedang duduk santai disana'
---***---
"Yabu!!! Coba lihat itu!!"
Chinen langsung berlari meninggalkan Yabu yang menemaninya. Chinen dengan semangat menuju ke sebuah toko kue.
"Dasar anak muda"
Yabu mempercepat langkahnya. Dia ingin segera menyusul. Tapi rupanya dia tidak terlalu memperhatikan sekelilingnya sehingga dia menyenggol seseorang.
"Ah... Maaf"
"Aku juga minta maaf"
Dua orang yang sedang bertabrakan itu saling meminta maaf. Keduanya tampak terkejut ketika melihat wajah orang yang menabraknya. Mereka berdua membuka mulutnya, seakan ingin mengatakan sesuatu.
"Yabu! Sedang apa? Ayo cepat!", teriak Chinen yang sedang menunggu.
"Rapid fire! Kau ini... Makanya jalan lihat ke depan", Falcon Jr segera menarik Rapid Fire tanpa melihat ke arah Yabu.
"Takaki?", gumam Yabu sambil masih melihat ke arah Rapid Fire yang berjalan menjauh.
"Tadi itu.. Scope? Bukan. Itu bukan dia. Auranya lain. Tapi kenapa wajahnya sama?", gumam Rapid Fire.
---***---
"Bullet? Dimana dia?"
Commander dan Doctor terpisah dari Bullet di tengah kerumunan orang banyak. Karena tubuh kecil mereka, mereka bisa melewati orang dengan mudah, berbeda dengan Bullet yang memiliki tubuh tinggi.
"Ah itu dia!", Doctor menunjuk ke arah sosok yang mirip Bullet. Dia segera menghampiri orang itu.
"Bullet! Kau ini... Kenapa meninggalkan kami??"
"Ara? Yama-chan? Chii? Sedang apa kalian disini?"
"Bullet... Siapa Yama-chan dan Chii?", tanya Doctor bingung.
"Kenapa kalian memanggilku Bullet? Itu nickname baruku?"
"Doctor, dia bukan Bullet yang kita kenal", bisik Commander yang menyadari keanehan itu.
"Ah, aku harus pergi! Sampai ketemu lagi ya!"
Doctor dan Commander menatap bingung ke arah sosok yang mirip Bullet itu.
"Ternyata kalian ada disini. Kucari dari tadi"
"Bullet?", tanya Commander
"Iya? Ada apa?"
"Kau Bullet yang asli?", tambah Doctor
"Memangnya ada Bullet yang lain?", tanya Bullet heran.
"Kalau begitu, yang tadi ada disini itu siapa?", tanya Doctor bingung.
---***---
Seorang bertubuh besar sedang berdiri di puncak Tokyo Tower. Dia melihat ke sekeliling kota dari atas sana.
"Tempat ini sangat indah. Membuatku gatal ingin merusaknya! Akan kubuat planet ini menjadi rata! Ahahahaha....!!!!"
---***---
"Aku mendapatkan reaksi!", seru Shinobi sambil melihat monitor kecil miliknya. Scope dan Sonic Hunter langsung mendekatinya dan ikut mengamati layar tersebut.
"5km, itu tidak terlalu jauh dari sini. Ayo kita segera kesana!", seru Scope sambil berlari terlebih dahulu. Sonic Hunter berlari di belakangnya. Mereka dengan semangat pergi ke tempat dimana Master B berada.
"Tunggu dulu.. Kita harus memberitahu yang lain juga!", seru Shinobi. Tapi sayangnya seruannya tidak didengar oleh dua orang itu. Shinobi hanya bisa menghela nafas dan mengetikkan sesuatu di layar monitor miliknya untuk memberitahu rekannya yg lain.
---***---
"Hmm... B-cup, yang itu C-cup"
"Ah.. Cewek itu ingin bertemu dengan temannya. Uwah... Temannya cantik juga"
Falcon junior menghela nafas melihat dua rekannya yang terkenal mesum itu. Geek memiliki kemampuan untuk melihat ingatan seseorang, sehingga dia bisa tahu apa yang dipikirkan oleh orang lain. Pada tahap tertentu, dia juga bisa mengendalikannya, tapi kemampuan itu hanya berlaku pada perempuan saja. Entah itu karena perempuan yang terlalu lemah atau Geek yang terlalu menyukai perempuan.
Berbeda dengan Geek, kemampuan Rapid Fire adalah menembakkan senjata dengan cepat. Dia memiliki refleks yang bagus. Sesuai namanya, Rapid Fire. Akan tetapi, dia memiliki kemampuan tidak penting lainnya, mengetahui ukuran tubuh seorang perempuan. Falcon Jr mengira kalau kemampuannya yang tidak penting itu berhubungan dengan kebiasaannya yang selalu bergaul dengan perempuan.
"Ah!", seru Daiki saat mendengar bunyi sinyal dari headset miliknya. Rapid Fire dan Geek juga mendapat sinyal yang sama. Sinyal yang berasal dari salah seorang di antara mereka. Sinyal yang menunjukkan kalau ada yang sudah menemukan master B.
"Ayo pergi"
---***---
"Disini?", tanya Bullet sambil melihat ke sekelilingnya. Tanah lapang yang luas dan sungai yang ada di pinggirnya. Tempat ini yang ditunjukkan oleh Shinobi.
"Menurut petunjuk Shinobi disini tempatnya. Dan sistem pelacak juga mengatakan kalau master B ada di sekitar sini", jawab Doctor.
"Jangan lengah"
Commander memasang sikap waspada. Tangannya menggenggam erat pedang yang ada di tangannya. Begitu pula dengan Doctor dan Bullet. Mereka menggenggam erat senjata masing-masing.
"Huahahahaha!!!! Tidak kusangka bisa bertemu dengan Sensation disini!"
Ketiga orang itu menoleh. Master B berdiri disana. Mereka langsung mengarahkan senjata mereka ke arah Master B. Pakaian mereka pun kembali seperti semula. Seragam berwarna hitam magenta. Seragam itu memang baju yang digunakan untuk bertempur.
"Akan kami tangkap kau Master B!"
"Cobalah kalau kalian bisa!", tantang Master B.
---***---
"Daichan! Coba lihat itu!"
Daiki langsung mendekati Inoo dan melihat ke arah yang ditunjuknya. Dia bisa melihat 3 orang berkostum aneh dan seorang laki-laki bertubuh besar yang sedang bertarung.
"Perkelahian? Haruskah kita lapor polisi?"
"Baka! Apa kau tidak melihatnya dengan jelas?" Inoo menepuk kepala Daiki karena kesal. "Coba lihat 3 orang itu. Bukankah mereka mirip Yamada, Chinen, dan Yuto?"
Daiki memicingkan matanya. Dia berusaha melihat dengan baik wajah ketiga orang itu. Matanya terbuka lebar ketika mengenali wajah ketiga orang itu. "Are? Bukankah itu Yamada, Chinen dan Yuto?"
Akibat suara Daiki yang cukup keras, membuat Doctor menoleh ke arah mereka. Mata mereka bertemu.
"Geek! Falcon! Kenapa kalian diam saja disana? Ayo bantu kami!"
"Hah?", seru Inoo dan Daiki bersamaan.
"Geek?"
"Falcon?"
"Apa-apaan itu? Chii! Kenapa ini? Apa yang terjadi?", tanya Inoo setengah berteriak.
Doctor menghentikan serangannya untuk sementara. Di melihat ke arah Inoo dan Daiki. Dia teringat ketika dia memanggil seseorang yang dikiranya 'Bullet', orang itu juga memanggilnya dengan sebutan 'Chii'.
"Jangan bilang kalau mereka itu..."
"Doctor! Kau sedang apa? Fokuskan dirimu!", seru Bullet sambil terus melancarkan pelurunya ke arah Master B. Belum ada satupun peluru yang berhasil melukai Master B. Tubuh Master B memang keras seperti baja.
Doctor memutuskan untuk kembali memfokuskan dirinya dan melupakan soal Inoo dan Daiki untuk sementara waktu. Memang aneh. Tapi menangkap Master B adalah tujuan utama.
"Dia kenapa sih?", gerutu Inoo. "Apa yang terjadi disini? Mereka bertarung satu sama lain. Orang besar itu siapa? Lalu kenapa Yuto memiliki senjata seperti pistol yang sering kulihat di video games? Yamada juga memegang pedang bersinar seperti yang ada di Star Wars"
"Apa mungkin mereka sedang syuting film?", celetuk Daiki.
"Baka! Tidak ada satupun kru film disini" Inoo kembali memukul kepala Daiki. "Kenapa baka-nya si Bakaki menular padamu?"
"Lalu.. Apa yang sedang mereka lakukan?"
"Tidak tahu"
Daiki dan Inoo saling berpandangan. Masing-masing tidak punya ide apa yang sedang terjadi.
"Commander!"
Daiki dan Inoo langsung menoleh ketika mendengar seruan Doctor. Sosok yang mirip dengan Yamada itu tergeletak di tanah. Sepertinya dia terluka. Orang besar yang bertarung dengan mereka bertiga mendadak hilang. Sepertinya dia pergi entah kemana.
"Apa yang kalian lakukan? Cepat kejar Master B!"
"Lalu meninggalkanmu sendirian? Tidak! Kita harus merawat lukamu. Kau lebih penting daripada Master B", seru Bullet.
"Lalu, bagaimana ini?", ucap Doctor sambil melihat luka di perut Commander. Master B tadi berhasil mengelak serangan pedang Commander dan membuat pedangnya berbalik arah menusuknya.
"Aku akan menghubungi yang lain. Kita juga harus menemukan tempat untuk merawat luka Commander"
"Anoo..."
Doctor dan Bullet menoleh. Bullet tampak terkejut ketika melihat Inoo dan Daiki yang mirip sekali dengan Geek dan Falcon Jr. Berbeda dengan Doctor. Karena tadi dia sudah bertemu dengan kembarannya Bullet di bumi ini, dia tidak kaget kalau menemukan orang yang persis dengan temannya atau bahkan mungkin dirinya.
"Geek? Falcon? Kalian dari tadi ada disini?", tanya Bullet yang masih belum mengetahui kalau dua sosok yang ada di depannya ini bukan sosok yang dikenalnya.
"Geek? Falcon? Siapa itu?", tanya Inoo. "Kau Yuto kan?"
"Yuto? Yuto siapa? Namaku Bullet"
"Bullet, mereka bukan Geek dan Falcon Jr yang kau kenal" potong Doctor. "Perkenalkan, namaku Doctor, dia Bullet, dan ini Commander. Kami berasal dari planet lain dan kami sama sekali tidak sama dengan teman kalian"
Daiki dan Inoo saling berpandangan. Mereka berdua terkejut sekaligus heran dengan orang yang ada di hadapan mereka itu. Wajah dan suaranya memang mirip dengan Chinen, tapi ada sesuatu yang membuatnya berbeda.
"Commander!", Bullet tampak mengguncang tubuh Commander. Dia juga sibuk menutup luka yang ada di tubuh Commander agar darahnya tidak terus mengalir keluar.
"Lebih baik bawa dia ke Rumah Sakit" saran Daiki.
"Jangan!" Inoo berseru. Daiki melihat ke arah Inoo dengan heran. "Tidakkah kau lihat kalau mereka sangat mirip dengan teman kita? Jika kita membawanya ke RS, media akan mengira Yama-chanlah yang terluka. Dan suasana akan menjadi gempar. Tidak hanya kita yang akan kerepotan, tapi mereka juga"
"Lalu apa yang akan kita lakukan? Tidak mungkin kita membiarkannya begitu saja" ucap Daiki yang tidak tega melihat kondisi Commander.
"Kita bawa dia ke salah satu rumah teman kita" Inoo tersenyum. "Aku tahu siapa orang yang tepat"
---***---
Seorang pemuda tampak asyik menikmati pemandangan di pantai. Dia memang sangat suka laut. Jika ada waktu senggang, dia pasti akan ke laut dan menikmati keindahannya. Bagi dia, pergi ke laut lebih menyenangkan daripada tawaran Yamada untuk pergi ke tempat Keito.
"Hmm? Orang itu sedang apa?"
Di pinggir pantai ada orang yang tampaknya sedang melakukan sesuatu. Orang itu berbadan sangat besar dengan pakaian yang aneh, jelas saja menarik perhatian. Tidak lama, air laut mendadak surut dengan cepat. Dan pemuda itu bisa melihat jelas gulungan air laut yang meninggi di kejauhan.
"Yabai! Tsunami!"
Pemuda itu panik. Dia segera berdiri untuk kabur. Tapi ketika dia membalikkan badannya, dia dikejutkan dengan kedatangan tiga orang berbaju mencolok yang mirip dengan temannya.
"Itu master B! Kita menemukannya shinobi!", seru orang yang mirip dengan Yabu.
"Rapid!" Kali ini giliran orang yang mirip dengan Hikaru berseru sambil berjalan ke arahnya. "Kalau kau ada disini, kenapa kau tidak mencegah master B!"
"Hah???" Pemuda itu melongo keheranan.
"Kok malah 'hah?' sih" orang itu berbicara lagi. "Cepat berubah dan keluarkan senjatamu!"
"Eh? Tunggu dulu. Berubah? Senjata? Apa maksudmu Hikaru?"
"Hikaru? Siapa? Aku ini Sonic Hunter. Kalau kau ingin bercanda, ini bukan waktu yang tepat Rapid..."
"Rapid itu siapa? Aku ini Takaki Yuya!"
Shinobi yang merasa ada yang janggal segera melerai Sonic Hunter dan Takaki Yuya. Dugaannya tidak salah. Dia yakin pemuda bernama Takaki Yuya itu hanyalah orang yang mirip dengan Rapid Fire. Berarti sosok yang mirip dengannya dan Commander tadi juga bukan karena penglihatannya yang salah. Memang ada sosok yang mirip dengan mereka.
"Sonic Hunter, lebih baik kita fokus ke master B. Lihat, dia akan membuat tsunami. Jika itu terjadi, akan banyak korban jiwa disini"
Sonic Hunter menatap Shinobi lalu melihat ke arah master B. Scope sudah terlebih dahulu menyerang master B, tapi tembakannya tidak mempan. Sonic Hunter lalu memutuskan untuk menghiraukan Takaki dan membantu Scope. Shinobi juga ikut bersamanya. Shinobi dan Sonic Hunter melemparkan senjata mereka secara bersamaan. Tapi master B tampaknya tidak terlalu terluka karena serangan mereka.
Takaki melihat pertarungan itu dengan mulut terbuka. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Siapa orang-orang itu? Kenapa wajah dan suara mereka mirip dengan orang yang dia kenal? Terlebih lagi, kenapa mereka bertarung dengan orang besar itu? SiapĂ orang yang dipanggil master B itu? Apa yang sebenarnya terjadi?
Takaki menggarukkan kepalanya tidak mengerti. Dia merasa pusing karena terlalu keras berpikir. Belum hilang rasa penasarannya, tiba-tiba muncul tiga orang lagi yang memakai baju yang sama dengan orang-orang yang sedang bertarung itu. Takaki mengucek matanya saat melihat wajah salah satu dari tiga orang yang barusan datang itu mirip dengan dirinya.
"Eh?!?! Aku???"
Mereka berdua saling menunjuk satu sama lain. Spontan teriakan mereka berdua menghentikan langkah 2 orang yang lain. Mata Takaki terbuka lebar lagi saat melihat dua orang yang mirip dengan Inoo dan Daiki.
"Aku akan mati!!!!" seru Takaki sebelum tidak sadarkan diri.
---***---
Yabu cuma memandangi kue yang ada di depannya. Sekali-kali dia menyentuhnya, tapi dia tidak memakannya. Dia berpikir terlalu serius sehingga tidak menghiraukan yang lain. Dia bahkan tidak mendengar bunyi hpnya yang terus berdering dari tadi.
"Yabu!" Chinen yang tidak sabaran akhirnya memukul kepala Yabu untuk menyadarkannya. Yabu melotot ke arahnya, tapi Chinen membalasnya dengan melotot juga. "Hpmu bunyi tuh! Cepat angkat! Risih aku mendengarnya"
Yabu mengambil hpnya. Nama Inoo muncul disana. Yabu mengernyit heran, Inoo sudah jarang meneleponnya lagi. "Halo?"
"Yabu! Yokatta... Kenapa lama sekali kau mengangkat teleponnya? Kau senggang kan? Aku akan ke rumahmu sekarang"
---***---
"Yosha! Sekarang kita bawa ke rumah Yabu!" Inoo berseru gembira sambil mengacungkan jempolnya.
"Kenapa harus ke rumah Yabu?", tanya Daiki.
"Karena dia orang yang terlintas di pikiranku tadi" jawab Inoo seadanya. "Lagian aku familiar dengan rumah Yabu sih"
"Terus bagaimana kita kesana? Kalau naik angkutan umum jelas menarik perhatian"
"Gampang.. Aku sudah mengirim pesan pada seseorang. Dia yang akan menjemput kita"
"Seseorang? Siapa?"
Tidak lama, terdengar suara mobil mendekat ke arah mereka. Inoo tersenyum saat melihat Hikaru keluar dari mobil. Dialah yang mengirim pesan ke Hikaru dan memintanya untuk membawa mobil.
"Eh??? Sonic Hunter???", seru Bullet.
"Bukan Bullet. Dia bukan Sonic Hunter teman kita, tapi teman mereka yang mirip dengan Sonic Hunter" jelas Doctor dengan tenang. Sesungguhnya dia juga terkejut melihat ada orang yang mirip dengan Sonic Hunter. Tapi dia berusaha tenang.
"Inoochan! Kenapa kau memintaku kemari? Eh? Ada Daichan juga. Lalu---" Hikaru menyadari keberadaan Doctor dkk. "Eh??? Yamada, Chinen, dan Yuto??" Inoo dan Daiki sudah menduga reaksi Hikaru yang itu. "Ada apa ini? Tunggu, kenapa dengan Yamada?"
"Hikaru. Mereka bertiga itu bukan Yamada, Chinen, dan Yuto. Mereka adalah Commander, Doctor, dan Bullet. Mereka berbeda dengan orang yang kita kenal" jelas Inoo.
"Eh?? Apa? Eh???"
"Berisik!" Daiki tidak tahan lagi. "Nanti akan kami jelaskan semuanya. Pertama-tama, bantu kami membawa mereka ke rumah Yabu"
"Kenapa harus ke rumah Yabu?", tanya Hikaru.
"Karena aku ingin kesana" jawab Inoo.
---***---
"Rapid! Kenapa kau membunuhnya!!!"
"Aku tidak membunuhnya! Dia pingsan!"
"Lalu kenapa dia berteriak, 'aku akan mati!' tadi?"
"Mana kutahu, dia pingsan sendiri"
"Apa yang kau lakukan sampai dia pingsan begitu?"
"Sudah kubilang... Aku tidak melakukan apa-apa! Dia pingsan sendiri!"
Geek mengacuhkan pertengkaran Rapid dan Falcon. Dia pergi mengamati Takaki yang pingsan. Geek tertegun melihat wajah Takaki yang sangat mirip dengan Rapid Fire. Hanya saja Takaki ini lebih kurus sedikit daripada Rapid.
CLASH!
Geek menoleh ke arah pertarungan Master B dan teman-temannya. Shinobi dan Sonic Hunter tampak kelelahan. Sedangkan Scope tidak bisa menembak karena takut mengenai Shinobi dan Sonic.
"Falcon!" Falcon menoleh. "Lebih baik kau segera bantu Shinobi dan Sonic Hunter. Aku akan membantu Scope"
Falcon Jr ingin protes lagi, tapi melihat kondisi pertarungan yang cukup genting, Falcon mengangguk dan segera bergabung bersama dengan Shinobi dan Sonic.
"Eh?? Lalu aku???", tanya Rapid kebingungan.
"Kau urus dia terlebih dahulu" seru Inoo sambil menunjuk ke arah Takaki yang masih pingsan.
Rapid Fire memandang Takaki. Dia merasa geli dan aneh saat melihat orang yang berwajah sama dengan dirinya terbaring disana. Rapid Fire mengulurkan tangannya dengan takut-takut. Dia mencoba memegang tangan Takaki.
Rapid Fire bergidik saat merasa ada sesuatu yang menyengatnya saat dia menyentuh Takaki. Dia mencoba sekali lagi dan dia merasakan hal yang sama. Tiba-tiba Rapid Fire merasa aneh. Senjatanya bergetar dan tiba-tiba saja berubah menjadi bentuk yang baru.
"Apa-apaan ini????"
Genre : Fantasy
Type : Series
Rate : PG 13
~
Tahukah kalian jika setidaknya ada 7 orang yang memiliki wajah sama di dunia ini? Mereka bukan orang kembar, tapi orang yang memiliki wajah yang sama. Itulah hal yang disebut doppelganger. Dan rumor yang beredar mengatakan kalau kalian bertemu dengan doppelganger kalian, maka saat itu kalian akan mati. Rumor lain mengatakan kalau kalian akan menyatu dengan kembaran kalian dan hidup sebagai orang yang baru. Mana yang benar? Tidak ada yang tahu. Karena tidak ada orang yang bisa mengatakan kebenarannya.
Dimana doppelganger kita? Tidak ada yang tahu. Bisa saja dia ada di kota yang sama, negara yang sama, atau mungkin berada di planet lain. Bagaimana reaksi mereka saat bertemu doppelganger mereka yang berasal dari planet lain?
---***---
Di sebuah planet. Well... Mungkin ini bukan planet. Lebih tepat kalau dibilang sekumpulan batu luar angkasa yang mengorbit di tempat yang sama. Kumpulan batu ini saling menempel satu sama lain sehingga bila dilihat dari jauh terlihat seperti sebuah planet kecil.
Disana, terlihat banyak pesawat luar angkasa saling mondar mandir mengelilingi planet tersebut. Masing-masing pesawat berisi 9-10 orang. Sebuah pesawat tampak sudah siap lepas landas dari anjungannya.
"Commander", ucap seseorang dari sebuah monitor besar. Tampaknya dia sedang berbicara dengan pemuda tampan yang sedang melihatnya melalui sebuah monitor. "Aku punya misi untukmu. Kumpulkan semua anggota dan pergilah ke bumi. Master B telah lolos dan kini bersembunyi di bumi. Aku ingin kalian semua menangkap master B"
"Baiklah"
---***---
Di luar angkasa, di sebuah tata surya yang jaraknya ribuan tahun cahaya dari bumi, sebuah pesawat luar angkasa berisi 9 orang berseragam sama dari planet sensation, sedang menuju ke bumi. Mereka memiliki misi untuk membawa kembali seorang tahanan yang cukup berbahaya dan dapat merusak ekosistem sebuah planet.
"Commander, kita akan pergi kemana?", tanya anggota berbadan paling tinggi.
"Bumi. Master B berhasil melarikan diri dan bersembunyi di bumi", jawab orang yang dipanggil commander.
"Geek, kau tahu arah tujuan kita kan?", tanya pemuda paling pendek di pesawat itu.
"Tidak ada yang tidak kuketahui. Aku sudah menyerahkan lokasi bumi kepada Scope. Semoga dia berhasil membawa kita kesana"
---***---
Sementara itu, di bumi, di Jepang
"Yappari! Keito!"
Pemuda bernama Keito itu kaget saat namanya disebut. Dia tidak menyangka ada orang yang mengenalinya di kafe yang cukup sepi ini. Dia sengaja memilih tempat yang sepi untuk menenangkan diri. Jika ada yang tahu itu dia, kenyamanannya akan terganggu. Apalagi jika itu seorang fans.
"Yama-chan..." Keito menghela nafas lega ketika melihat wajah orang yang dikenalnya. Beruntunglah dia itu bukan salah satu fansnya. "Bagaimana kau bisa tahu aku ada disini?"
"Berkat ini" Yamada menunjukkan hpnya. Di layar tertera sistem gps dan Keito tahu titik merah di gps itu adalah dirinya, karena titik itu menunjukkan nama tempat dia berada. "Aku tadi sedang berjalan berdua dengan Takaki, lalu aku segera kemari ketika tahu kau ada disini"
"Lalu? Takaki dimana sekarang?"
"Pulang" Yamada menarik sebuah kursi dan mendudukinya. "Aku masih ingin bersantai diluar, jadi kuputuskan untuk bergabung denganmu. Kau keberatan?"
"Tidak. Aku senang kau menemaniku"
---***---
Tidak lama, pesawat yang berisi anggota sensation tiba di bumi dan mendarat dengan sempurna di pinggir negara Jepang. Mereka menyamarkan pesawat mereka sehingga tidak tampak secara kasat mata. Pintu pesawat itu terbuka.
"Inikah bumi?", tanya Geek yang turun lebih dulu dari pesawat. "Tempat yang sangat berbeda dengan planet kita"
"Tempat yang indah", gumam Rapid Fire.
"Kita harus segera menemukan Master B sebelum dia merusak planet ini" gumam Commander. "Geek, dimana master B sekarang?"
Geek mengeluarkan monitor kecilnya. "Aku kehilangan jejaknya. Aku tahu dia mendarat disini berkat sistem gps pesawat yang digunakannya untuk kabur. Tapi setelah itu aku kehilangan jejaknya. Sepertinya dia sudah berpindah dari tempatnya semula. Tapi kurasa dia masih belum jauh dari sini"
"Yosh! Ayo segera kita kejar dia! Jangan biarkan dia lolos!", ucap Sonic Hunter dengan semangat. Dia mengecek senjatanya sebelum pergi.
"Tunggu!", seru Shinobi. "Kalian yakin akan pergi dengan baju seperti itu?"
Anggota sensation yang lain saling memandangi seragam mereka yang berwarna hitam magenta. Kostum mereka sangat mencolok.
"Apa yang salah Shinobi?", tanya Bullet.
"Kalian tadi tidak melihat pakaian yg digunakan orang sini? Kita akan menarik perhatian kalau menggunakan pakaian ini. Lebih baik kita berganti pakaian, master B juga tidak mudah menyadari kehadiran kita"
"Tapi.. Bagaimana kita bisa mendapatkan pakaian orang sini?", tanya Falcon Jr.
"Tidak masalah", Doctor mengeluarkan sesuatu yang tampak seperti sebuah pistol. Dia lalu menembakkan satu persatu ke arah anggota lain. Kostum hitam magenta itu kini berubah menjadi baju biasa.
"Kau jenius Doctor!", puji Falcon Jr.
"Baiklah. Kita akan berpencar menjadi 3 tim. Siapa yang menemukan master B lebih dulu, harap segera memberitahu yang lain", perintah Commander.
"Siap!"
---***---
Di tengah hiruk pikuknya kota. Ada 3 orang dari luar galaksi sedang berjalan di tengah kerumunan.
"Uwah... Padat sekali penduduknya", ucap Scope yang berkali-kali berhenti melihat toko atau layar iklan yang sedang diputar disana. Tingkahnya seperti orang kampung yang baru pertama kali pergi ke kota besar.
"Scope... Jangan diam disitu. Ayo kita cari master B"
"Sonic Hunter tidak asyik ah..."
Scope langsung terdiam ketika melihat tatapan tajam dari Sonic Hunter. Dia kemudian mengikuti Sonic Hunter tanpa berkomentar lebih jauh. Sonic Hunter lebih muda darinya tapi dia lebih disiplin.
"Shinobi? Sedang apa?", tanya Scope yang sadar kalau Shinobi sedang mengamati sesuatu.
Shinobi menggelengkan kepalanya "Tidak ada apa-apa"
'Itu cuma perasaanku saja, mungkin aku salah lihat. Masa aku melihat diriku dan Commander sedang duduk santai disana'
---***---
"Yabu!!! Coba lihat itu!!"
Chinen langsung berlari meninggalkan Yabu yang menemaninya. Chinen dengan semangat menuju ke sebuah toko kue.
"Dasar anak muda"
Yabu mempercepat langkahnya. Dia ingin segera menyusul. Tapi rupanya dia tidak terlalu memperhatikan sekelilingnya sehingga dia menyenggol seseorang.
"Ah... Maaf"
"Aku juga minta maaf"
Dua orang yang sedang bertabrakan itu saling meminta maaf. Keduanya tampak terkejut ketika melihat wajah orang yang menabraknya. Mereka berdua membuka mulutnya, seakan ingin mengatakan sesuatu.
"Yabu! Sedang apa? Ayo cepat!", teriak Chinen yang sedang menunggu.
"Rapid fire! Kau ini... Makanya jalan lihat ke depan", Falcon Jr segera menarik Rapid Fire tanpa melihat ke arah Yabu.
"Takaki?", gumam Yabu sambil masih melihat ke arah Rapid Fire yang berjalan menjauh.
"Tadi itu.. Scope? Bukan. Itu bukan dia. Auranya lain. Tapi kenapa wajahnya sama?", gumam Rapid Fire.
---***---
"Bullet? Dimana dia?"
Commander dan Doctor terpisah dari Bullet di tengah kerumunan orang banyak. Karena tubuh kecil mereka, mereka bisa melewati orang dengan mudah, berbeda dengan Bullet yang memiliki tubuh tinggi.
"Ah itu dia!", Doctor menunjuk ke arah sosok yang mirip Bullet. Dia segera menghampiri orang itu.
"Bullet! Kau ini... Kenapa meninggalkan kami??"
"Ara? Yama-chan? Chii? Sedang apa kalian disini?"
"Bullet... Siapa Yama-chan dan Chii?", tanya Doctor bingung.
"Kenapa kalian memanggilku Bullet? Itu nickname baruku?"
"Doctor, dia bukan Bullet yang kita kenal", bisik Commander yang menyadari keanehan itu.
"Ah, aku harus pergi! Sampai ketemu lagi ya!"
Doctor dan Commander menatap bingung ke arah sosok yang mirip Bullet itu.
"Ternyata kalian ada disini. Kucari dari tadi"
"Bullet?", tanya Commander
"Iya? Ada apa?"
"Kau Bullet yang asli?", tambah Doctor
"Memangnya ada Bullet yang lain?", tanya Bullet heran.
"Kalau begitu, yang tadi ada disini itu siapa?", tanya Doctor bingung.
---***---
Seorang bertubuh besar sedang berdiri di puncak Tokyo Tower. Dia melihat ke sekeliling kota dari atas sana.
"Tempat ini sangat indah. Membuatku gatal ingin merusaknya! Akan kubuat planet ini menjadi rata! Ahahahaha....!!!!"
---***---
"Aku mendapatkan reaksi!", seru Shinobi sambil melihat monitor kecil miliknya. Scope dan Sonic Hunter langsung mendekatinya dan ikut mengamati layar tersebut.
"5km, itu tidak terlalu jauh dari sini. Ayo kita segera kesana!", seru Scope sambil berlari terlebih dahulu. Sonic Hunter berlari di belakangnya. Mereka dengan semangat pergi ke tempat dimana Master B berada.
"Tunggu dulu.. Kita harus memberitahu yang lain juga!", seru Shinobi. Tapi sayangnya seruannya tidak didengar oleh dua orang itu. Shinobi hanya bisa menghela nafas dan mengetikkan sesuatu di layar monitor miliknya untuk memberitahu rekannya yg lain.
---***---
"Hmm... B-cup, yang itu C-cup"
"Ah.. Cewek itu ingin bertemu dengan temannya. Uwah... Temannya cantik juga"
Falcon junior menghela nafas melihat dua rekannya yang terkenal mesum itu. Geek memiliki kemampuan untuk melihat ingatan seseorang, sehingga dia bisa tahu apa yang dipikirkan oleh orang lain. Pada tahap tertentu, dia juga bisa mengendalikannya, tapi kemampuan itu hanya berlaku pada perempuan saja. Entah itu karena perempuan yang terlalu lemah atau Geek yang terlalu menyukai perempuan.
Berbeda dengan Geek, kemampuan Rapid Fire adalah menembakkan senjata dengan cepat. Dia memiliki refleks yang bagus. Sesuai namanya, Rapid Fire. Akan tetapi, dia memiliki kemampuan tidak penting lainnya, mengetahui ukuran tubuh seorang perempuan. Falcon Jr mengira kalau kemampuannya yang tidak penting itu berhubungan dengan kebiasaannya yang selalu bergaul dengan perempuan.
"Ah!", seru Daiki saat mendengar bunyi sinyal dari headset miliknya. Rapid Fire dan Geek juga mendapat sinyal yang sama. Sinyal yang berasal dari salah seorang di antara mereka. Sinyal yang menunjukkan kalau ada yang sudah menemukan master B.
"Ayo pergi"
---***---
"Disini?", tanya Bullet sambil melihat ke sekelilingnya. Tanah lapang yang luas dan sungai yang ada di pinggirnya. Tempat ini yang ditunjukkan oleh Shinobi.
"Menurut petunjuk Shinobi disini tempatnya. Dan sistem pelacak juga mengatakan kalau master B ada di sekitar sini", jawab Doctor.
"Jangan lengah"
Commander memasang sikap waspada. Tangannya menggenggam erat pedang yang ada di tangannya. Begitu pula dengan Doctor dan Bullet. Mereka menggenggam erat senjata masing-masing.
"Huahahahaha!!!! Tidak kusangka bisa bertemu dengan Sensation disini!"
Ketiga orang itu menoleh. Master B berdiri disana. Mereka langsung mengarahkan senjata mereka ke arah Master B. Pakaian mereka pun kembali seperti semula. Seragam berwarna hitam magenta. Seragam itu memang baju yang digunakan untuk bertempur.
"Akan kami tangkap kau Master B!"
"Cobalah kalau kalian bisa!", tantang Master B.
---***---
"Daichan! Coba lihat itu!"
Daiki langsung mendekati Inoo dan melihat ke arah yang ditunjuknya. Dia bisa melihat 3 orang berkostum aneh dan seorang laki-laki bertubuh besar yang sedang bertarung.
"Perkelahian? Haruskah kita lapor polisi?"
"Baka! Apa kau tidak melihatnya dengan jelas?" Inoo menepuk kepala Daiki karena kesal. "Coba lihat 3 orang itu. Bukankah mereka mirip Yamada, Chinen, dan Yuto?"
Daiki memicingkan matanya. Dia berusaha melihat dengan baik wajah ketiga orang itu. Matanya terbuka lebar ketika mengenali wajah ketiga orang itu. "Are? Bukankah itu Yamada, Chinen dan Yuto?"
Akibat suara Daiki yang cukup keras, membuat Doctor menoleh ke arah mereka. Mata mereka bertemu.
"Geek! Falcon! Kenapa kalian diam saja disana? Ayo bantu kami!"
"Hah?", seru Inoo dan Daiki bersamaan.
"Geek?"
"Falcon?"
"Apa-apaan itu? Chii! Kenapa ini? Apa yang terjadi?", tanya Inoo setengah berteriak.
Doctor menghentikan serangannya untuk sementara. Di melihat ke arah Inoo dan Daiki. Dia teringat ketika dia memanggil seseorang yang dikiranya 'Bullet', orang itu juga memanggilnya dengan sebutan 'Chii'.
"Jangan bilang kalau mereka itu..."
"Doctor! Kau sedang apa? Fokuskan dirimu!", seru Bullet sambil terus melancarkan pelurunya ke arah Master B. Belum ada satupun peluru yang berhasil melukai Master B. Tubuh Master B memang keras seperti baja.
Doctor memutuskan untuk kembali memfokuskan dirinya dan melupakan soal Inoo dan Daiki untuk sementara waktu. Memang aneh. Tapi menangkap Master B adalah tujuan utama.
"Dia kenapa sih?", gerutu Inoo. "Apa yang terjadi disini? Mereka bertarung satu sama lain. Orang besar itu siapa? Lalu kenapa Yuto memiliki senjata seperti pistol yang sering kulihat di video games? Yamada juga memegang pedang bersinar seperti yang ada di Star Wars"
"Apa mungkin mereka sedang syuting film?", celetuk Daiki.
"Baka! Tidak ada satupun kru film disini" Inoo kembali memukul kepala Daiki. "Kenapa baka-nya si Bakaki menular padamu?"
"Lalu.. Apa yang sedang mereka lakukan?"
"Tidak tahu"
Daiki dan Inoo saling berpandangan. Masing-masing tidak punya ide apa yang sedang terjadi.
"Commander!"
Daiki dan Inoo langsung menoleh ketika mendengar seruan Doctor. Sosok yang mirip dengan Yamada itu tergeletak di tanah. Sepertinya dia terluka. Orang besar yang bertarung dengan mereka bertiga mendadak hilang. Sepertinya dia pergi entah kemana.
"Apa yang kalian lakukan? Cepat kejar Master B!"
"Lalu meninggalkanmu sendirian? Tidak! Kita harus merawat lukamu. Kau lebih penting daripada Master B", seru Bullet.
"Lalu, bagaimana ini?", ucap Doctor sambil melihat luka di perut Commander. Master B tadi berhasil mengelak serangan pedang Commander dan membuat pedangnya berbalik arah menusuknya.
"Aku akan menghubungi yang lain. Kita juga harus menemukan tempat untuk merawat luka Commander"
"Anoo..."
Doctor dan Bullet menoleh. Bullet tampak terkejut ketika melihat Inoo dan Daiki yang mirip sekali dengan Geek dan Falcon Jr. Berbeda dengan Doctor. Karena tadi dia sudah bertemu dengan kembarannya Bullet di bumi ini, dia tidak kaget kalau menemukan orang yang persis dengan temannya atau bahkan mungkin dirinya.
"Geek? Falcon? Kalian dari tadi ada disini?", tanya Bullet yang masih belum mengetahui kalau dua sosok yang ada di depannya ini bukan sosok yang dikenalnya.
"Geek? Falcon? Siapa itu?", tanya Inoo. "Kau Yuto kan?"
"Yuto? Yuto siapa? Namaku Bullet"
"Bullet, mereka bukan Geek dan Falcon Jr yang kau kenal" potong Doctor. "Perkenalkan, namaku Doctor, dia Bullet, dan ini Commander. Kami berasal dari planet lain dan kami sama sekali tidak sama dengan teman kalian"
Daiki dan Inoo saling berpandangan. Mereka berdua terkejut sekaligus heran dengan orang yang ada di hadapan mereka itu. Wajah dan suaranya memang mirip dengan Chinen, tapi ada sesuatu yang membuatnya berbeda.
"Commander!", Bullet tampak mengguncang tubuh Commander. Dia juga sibuk menutup luka yang ada di tubuh Commander agar darahnya tidak terus mengalir keluar.
"Lebih baik bawa dia ke Rumah Sakit" saran Daiki.
"Jangan!" Inoo berseru. Daiki melihat ke arah Inoo dengan heran. "Tidakkah kau lihat kalau mereka sangat mirip dengan teman kita? Jika kita membawanya ke RS, media akan mengira Yama-chanlah yang terluka. Dan suasana akan menjadi gempar. Tidak hanya kita yang akan kerepotan, tapi mereka juga"
"Lalu apa yang akan kita lakukan? Tidak mungkin kita membiarkannya begitu saja" ucap Daiki yang tidak tega melihat kondisi Commander.
"Kita bawa dia ke salah satu rumah teman kita" Inoo tersenyum. "Aku tahu siapa orang yang tepat"
---***---
Seorang pemuda tampak asyik menikmati pemandangan di pantai. Dia memang sangat suka laut. Jika ada waktu senggang, dia pasti akan ke laut dan menikmati keindahannya. Bagi dia, pergi ke laut lebih menyenangkan daripada tawaran Yamada untuk pergi ke tempat Keito.
"Hmm? Orang itu sedang apa?"
Di pinggir pantai ada orang yang tampaknya sedang melakukan sesuatu. Orang itu berbadan sangat besar dengan pakaian yang aneh, jelas saja menarik perhatian. Tidak lama, air laut mendadak surut dengan cepat. Dan pemuda itu bisa melihat jelas gulungan air laut yang meninggi di kejauhan.
"Yabai! Tsunami!"
Pemuda itu panik. Dia segera berdiri untuk kabur. Tapi ketika dia membalikkan badannya, dia dikejutkan dengan kedatangan tiga orang berbaju mencolok yang mirip dengan temannya.
"Itu master B! Kita menemukannya shinobi!", seru orang yang mirip dengan Yabu.
"Rapid!" Kali ini giliran orang yang mirip dengan Hikaru berseru sambil berjalan ke arahnya. "Kalau kau ada disini, kenapa kau tidak mencegah master B!"
"Hah???" Pemuda itu melongo keheranan.
"Kok malah 'hah?' sih" orang itu berbicara lagi. "Cepat berubah dan keluarkan senjatamu!"
"Eh? Tunggu dulu. Berubah? Senjata? Apa maksudmu Hikaru?"
"Hikaru? Siapa? Aku ini Sonic Hunter. Kalau kau ingin bercanda, ini bukan waktu yang tepat Rapid..."
"Rapid itu siapa? Aku ini Takaki Yuya!"
Shinobi yang merasa ada yang janggal segera melerai Sonic Hunter dan Takaki Yuya. Dugaannya tidak salah. Dia yakin pemuda bernama Takaki Yuya itu hanyalah orang yang mirip dengan Rapid Fire. Berarti sosok yang mirip dengannya dan Commander tadi juga bukan karena penglihatannya yang salah. Memang ada sosok yang mirip dengan mereka.
"Sonic Hunter, lebih baik kita fokus ke master B. Lihat, dia akan membuat tsunami. Jika itu terjadi, akan banyak korban jiwa disini"
Sonic Hunter menatap Shinobi lalu melihat ke arah master B. Scope sudah terlebih dahulu menyerang master B, tapi tembakannya tidak mempan. Sonic Hunter lalu memutuskan untuk menghiraukan Takaki dan membantu Scope. Shinobi juga ikut bersamanya. Shinobi dan Sonic Hunter melemparkan senjata mereka secara bersamaan. Tapi master B tampaknya tidak terlalu terluka karena serangan mereka.
Takaki melihat pertarungan itu dengan mulut terbuka. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Siapa orang-orang itu? Kenapa wajah dan suara mereka mirip dengan orang yang dia kenal? Terlebih lagi, kenapa mereka bertarung dengan orang besar itu? SiapĂ orang yang dipanggil master B itu? Apa yang sebenarnya terjadi?
Takaki menggarukkan kepalanya tidak mengerti. Dia merasa pusing karena terlalu keras berpikir. Belum hilang rasa penasarannya, tiba-tiba muncul tiga orang lagi yang memakai baju yang sama dengan orang-orang yang sedang bertarung itu. Takaki mengucek matanya saat melihat wajah salah satu dari tiga orang yang barusan datang itu mirip dengan dirinya.
"Eh?!?! Aku???"
Mereka berdua saling menunjuk satu sama lain. Spontan teriakan mereka berdua menghentikan langkah 2 orang yang lain. Mata Takaki terbuka lebar lagi saat melihat dua orang yang mirip dengan Inoo dan Daiki.
"Aku akan mati!!!!" seru Takaki sebelum tidak sadarkan diri.
---***---
Yabu cuma memandangi kue yang ada di depannya. Sekali-kali dia menyentuhnya, tapi dia tidak memakannya. Dia berpikir terlalu serius sehingga tidak menghiraukan yang lain. Dia bahkan tidak mendengar bunyi hpnya yang terus berdering dari tadi.
"Yabu!" Chinen yang tidak sabaran akhirnya memukul kepala Yabu untuk menyadarkannya. Yabu melotot ke arahnya, tapi Chinen membalasnya dengan melotot juga. "Hpmu bunyi tuh! Cepat angkat! Risih aku mendengarnya"
Yabu mengambil hpnya. Nama Inoo muncul disana. Yabu mengernyit heran, Inoo sudah jarang meneleponnya lagi. "Halo?"
"Yabu! Yokatta... Kenapa lama sekali kau mengangkat teleponnya? Kau senggang kan? Aku akan ke rumahmu sekarang"
---***---
"Yosha! Sekarang kita bawa ke rumah Yabu!" Inoo berseru gembira sambil mengacungkan jempolnya.
"Kenapa harus ke rumah Yabu?", tanya Daiki.
"Karena dia orang yang terlintas di pikiranku tadi" jawab Inoo seadanya. "Lagian aku familiar dengan rumah Yabu sih"
"Terus bagaimana kita kesana? Kalau naik angkutan umum jelas menarik perhatian"
"Gampang.. Aku sudah mengirim pesan pada seseorang. Dia yang akan menjemput kita"
"Seseorang? Siapa?"
Tidak lama, terdengar suara mobil mendekat ke arah mereka. Inoo tersenyum saat melihat Hikaru keluar dari mobil. Dialah yang mengirim pesan ke Hikaru dan memintanya untuk membawa mobil.
"Eh??? Sonic Hunter???", seru Bullet.
"Bukan Bullet. Dia bukan Sonic Hunter teman kita, tapi teman mereka yang mirip dengan Sonic Hunter" jelas Doctor dengan tenang. Sesungguhnya dia juga terkejut melihat ada orang yang mirip dengan Sonic Hunter. Tapi dia berusaha tenang.
"Inoochan! Kenapa kau memintaku kemari? Eh? Ada Daichan juga. Lalu---" Hikaru menyadari keberadaan Doctor dkk. "Eh??? Yamada, Chinen, dan Yuto??" Inoo dan Daiki sudah menduga reaksi Hikaru yang itu. "Ada apa ini? Tunggu, kenapa dengan Yamada?"
"Hikaru. Mereka bertiga itu bukan Yamada, Chinen, dan Yuto. Mereka adalah Commander, Doctor, dan Bullet. Mereka berbeda dengan orang yang kita kenal" jelas Inoo.
"Eh?? Apa? Eh???"
"Berisik!" Daiki tidak tahan lagi. "Nanti akan kami jelaskan semuanya. Pertama-tama, bantu kami membawa mereka ke rumah Yabu"
"Kenapa harus ke rumah Yabu?", tanya Hikaru.
"Karena aku ingin kesana" jawab Inoo.
---***---
"Rapid! Kenapa kau membunuhnya!!!"
"Aku tidak membunuhnya! Dia pingsan!"
"Lalu kenapa dia berteriak, 'aku akan mati!' tadi?"
"Mana kutahu, dia pingsan sendiri"
"Apa yang kau lakukan sampai dia pingsan begitu?"
"Sudah kubilang... Aku tidak melakukan apa-apa! Dia pingsan sendiri!"
Geek mengacuhkan pertengkaran Rapid dan Falcon. Dia pergi mengamati Takaki yang pingsan. Geek tertegun melihat wajah Takaki yang sangat mirip dengan Rapid Fire. Hanya saja Takaki ini lebih kurus sedikit daripada Rapid.
CLASH!
Geek menoleh ke arah pertarungan Master B dan teman-temannya. Shinobi dan Sonic Hunter tampak kelelahan. Sedangkan Scope tidak bisa menembak karena takut mengenai Shinobi dan Sonic.
"Falcon!" Falcon menoleh. "Lebih baik kau segera bantu Shinobi dan Sonic Hunter. Aku akan membantu Scope"
Falcon Jr ingin protes lagi, tapi melihat kondisi pertarungan yang cukup genting, Falcon mengangguk dan segera bergabung bersama dengan Shinobi dan Sonic.
"Eh?? Lalu aku???", tanya Rapid kebingungan.
"Kau urus dia terlebih dahulu" seru Inoo sambil menunjuk ke arah Takaki yang masih pingsan.
Rapid Fire memandang Takaki. Dia merasa geli dan aneh saat melihat orang yang berwajah sama dengan dirinya terbaring disana. Rapid Fire mengulurkan tangannya dengan takut-takut. Dia mencoba memegang tangan Takaki.
Rapid Fire bergidik saat merasa ada sesuatu yang menyengatnya saat dia menyentuh Takaki. Dia mencoba sekali lagi dan dia merasakan hal yang sama. Tiba-tiba Rapid Fire merasa aneh. Senjatanya bergetar dan tiba-tiba saja berubah menjadi bentuk yang baru.
"Apa-apaan ini????"
Tsuzuku~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar