Kamis, 03 Maret 2016

UNMEI

Cast : Nakajima Yuto & Takaki Yuya
Genre : err... Dorama? G tau deh..
Rate : PG-13
Summary : Yuto bertemu orang yang menarik saat sedang mencari serangga.
Disclaimer : Tokoh yang ada disini, bukanlah milikku. Hanya saja, cerita ini original milikku.

Note : fanfic ini kubuat berdasarkan request dari Zuliana Nadhi. Semoga suka dengan ceritanya ya. Kalau enggak, bilang saja. Nanti kubuat yg lain ^^
Ini rare pairing sih, jd agak susah buatnya.

---***---

"Hari ini hari yang bagus sekali!!!"

Yuto meregangkan tangannya dengan gembira. Dia sudah lama menantikan hari ini. Hari ini adalah hari liburnya. Belum lagi cuaca cukup cerah dan bersahabat sehingga dia sudah tidak sabar pergi keluar.

"Selamat pagi hercules, hera, julius"

Yuto menyapa satu persatu teman sekamarnya yang kini berada di sebuah kotak kaca. Setelah menyapa, dia memberikan makanan untuk serangga-serangga itu. Ya, teman sekamar Yuto adalah serangga kumbang besar. Yuto memang suka sekali dengan serangga.

"Hari ini aku akan pergi ke taman, semoga aku bisa mendapatkan teman baru lagi ya"

Yuto mengambil peralatan menangkap serangga miliknya. Tidak lupa dia membawa tas kameranya. Ya, dia memang tidak pernah lupa membawa kamera. Kamera itulah yang selalu menemaninya kemanapun. Bahkan sampai ke tempat kerja.

"Aku berangkat!!! Jaga rumah dengan manis ya semuanya!!!"

Yuto melangkahkan kakinya dengan riang ke taman. Rumahnya berada di pinggiran kota sehingga suasana sekitarnya sangat sepi. Yuto sangat suka suasana sepi karena dia bisa menikmati istirahat dengan tenang. Apalagi di pinggiran kota ini masih banyak serangga yang beterbangan, beda dengan di pusat kota.

---***---

Yuto telah sampai di taman. Dia melihat sekeliling. Suasanya benar-benar sepi. Hanya ada beberapa orang disana. Yuto tersenyum senang. Dia lalu segera mengeluarkan jaringnya dan mencari serangga besar yang ada disana.

"Huwaaa!!! Tolong!!!!"

Yuto terkejut ketika ada orang yang meminta tolong. Dia langsung mencari asal suara itu dan menemukan seorang pria tinggi sedang memeluk pohon. Yuto tidak bisa melihat dengan jelas muka orang itu karena dia menyembunyikan wajahnya di balik pohon. Yuto mendekati pria itu.

"Ada apa?", tanya Yuto. Yuto sedikit kasihan pada pria itu karena badannya terlihat gemetaran.

"To-tolong...", lirih pria itu pelan.

"Ada apa? Aku akan mencoba membantumu. Ada masalah apa?"

"Tolong... Singkirkan dia dariku"

Yuto menoleh ke belakang pria itu. Tidak ada orang yang berdiri disana.

"Dia?"

"Iya... Dia terus menempel padaku. Tolong cepat singkirkan dia. Aku sudah tidak tahan lagi"

Pria itu menunjuk ke punggungnya. Seekor kumbang besar menempel disana. Yuto langsung berteriak kegirangan hingga mengejutkan pria yang ketakutan itu.

"Uwahh!! Ini kumbang terbesar yang pernah kutemui! Selama ini aku hanya melihatnya di buku-buku. Aku tidak menyangka aku bisa menemukannya di tempat seperti ini!"

Yuto mengoceh kegirangan. Dia terus menatap kumbang itu dengan kagum. Dia sangat senang bisa menemukan species serangga langka di tempat seperti ini.

"Anoo... Bisakah kau mengambilnya sekarang?"

"Ah maaf", Yuto perlahan mengambil serangga itu dengan tangannya. Dia melakukannya dengan hati-hati agar kumbang itu tidak lari. Yuto tersenyum puas saat dia berhasil menangkap serangga itu. "Dia sudah kuambil"

"Terima kasih", jawab pria itu. Pria itu tiba-tiba terjatuh.

"Eh?! Kau tidak apa-apa?", tanya Yuto yang sedikit panik.

"Tidak apa-apa. Aku hanya merasa lega serangga itu telah pergi dariku. Kakiku langsung lemas. Terima kasih ya"

Pria itu mendongak dan melihat ke arah Yuto. Untuk pertama kalinya dia melihat wajah pria itu. Wajahnya terlihat cukup tampan untuk pria seumurannya. Pipinya yang sedikit chubby memberikan kesan imut saat melihatnya. Rambutnya yang lurus kecoklatan memberikan kesan 'liar dan seksi'. Yuto tidak bisa menggambarkan dengan jelas bagaimana tampang orang itu.

"Anoo..."

Yuto terkesiap saat pria itu berbicara lagi. Sesaat yang lalu dia memang terpaku oleh rupa pria itu.

"Ah. Namaku Nakajima Yuto. Aku tinggal di dekat sini"

"Takaki Yuya"

Pria itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Dan sekali lagi Yuto tidak tahu apakah pria ini terihat keren atau cantik.

"Maaf. Aku tidak bisa membalas uluran tanganmu", balas Yuto sambil tetap mengatupkan kedua tangannya dengan rapat.

"Kenapa?", tanya Takaki heran.

"Kalau aku membuka tanganku. Dia pasti kabur"

"Dia?"

"Iya. Dia"

Yuto membuka sedikit tangannya. Tidak terlalu lebar, tapi cukup untuk bisa melihat apa yang ada di dalam tangannya. Takaki membuka lebar matanya saat melihat apa yang ada di dalam tangan Yuto.

"Uwaaa!!!! Dia masih ada disini??? Singkirkan dia dariku!!!"

Takaki langsung berlari menjauh meninggalkan Yuto yang kini tertawa geli melihat Takaki yang berlarian seperti orang gila.

"Imutnya... Tingkah dan wajahnya berbeda sekali...", gumam Yuto sambil masih terus memperhatikan Takaki yang semakin menjauh saat Yuto berjalan mendekatinya. Bahkan Yuto mulai menggoda Takaki dengan berpura-pura akan melepas serangga itu ke arahnya. Takaki meringis ketakutan. Membuat Yuto semakin semangat menggoda Takaki.

"Kumohon... Kumohon... Jauhkan dia dariku'"

Yuto akhirnya membuka kedua tangannya dan melepas serangga itu. Dia tidak tega melihat Takaki yang sepertinya mau menangis itu. Sebenarnya dia merasa sayang melepas serangga yang sudah lama dia cari. Tapi melihat Takaki yang ketakutan setengah mati, dia jadi tidak tega.

"Dia sudah pergi kok"

Yuto menunjukkan kedua tangannya sebagai bukti pada Takaki saat Takaki mulai bergerak menjauh karena Yuto mendekatinya. Takaki akhirnya diam di tempat.

"Maafkan aku, aku tidak bermaksud menakutimu"

Yuto berusaha menahan tawanya. Dia sungguh ingin tertawa melihat ekspresi Takaki saat ini. Wajahnya terlihat sangat ketakutan. Bertolak belakang dengan tubuhnya yg tinggi dan terlihat keren.

"Tertawa saja. Tidak usah ditahan"

"Eh?"

"Tentu lucu kan melihat laki-laki sepertiku yang takut pada serangga?"

"Gomen...", Yuto menahan tawanya. "Huahahahaha...." Yuto melepas tawanya. Dia tidak sanggup lagi. "Kau sangat lucu. Aku tidak bosan melihatmu"

"Ugh..." Takaki memonyongkan bibirnya. Membuat wajahnya semakin terlihat imut. Yuto semakin tertawa melihat ekspresi Takaki.

"Maaf, maaf..." Yuto menepuk pundak Takaki. Tampaknya dia sudah puas tertawa. "Kau orang sini?"

Takaki menggelengkan kepalanya. "Aku ada pekerjaan di sekitar sini. Aku sedang beristirahat dan aku memutuskan untuk berjalan-jalan. Aku mengunjungi taman ini untuk melepas penatku, tidak kusangka aku malah bertemu dengan malapetaka"

Yuto tersenyum lagi mengingat ekspresi Takaki tadi. Tapi dia berusaha menahan senyumnya agar Takaki tidak cemberut lagi. Walaupun Yuto ingin melihat lagi wajah Takaki yang cemberut itu. Menurutnya, sangat menggemaskan.

"Ah... Aku harus segera pergi" ujar Takaki sambil melihat jam tangannya. "Yabu akan memarahiku kalau aku terlambat. Dia orang yang sangat disiplin"

"Tunggu", Yuto menahan Takaki untuk pergi. "Apakah kita bisa bertemu lagi?"

Takaki terdiam sejenak, sepertinya dia sedang berpikir. "Kurasa, kalau takdir yang menghubungkan kita kuat, kita pasti bertemu lagi. Mungkin saja beberapa jam kemudian kita akan bertemu lagi kan?"

Yuto tersenyum. "Kau pintar berbicara manis. Sudah berapa banyak wanita yang jatuh hati pada kata-katamu itu?"

"Aku tidak tahu. Tapi itu sudah menjadi pekerjaanku, menyenangkan hati wanita"

"Apa maksudmu?", tanya Yuto. Tapi Takaki hanya menjawabnya dengan senyuman dan segera pergi meninggalkan Yuto begitu saja.

Yuto terus melihat punggung Takaki yang menjauh hingga sosok Takaki tidak terlihat lagi. Dia melihat ke arah kameranya. "Ah! Baka! Kenapa aku tidak memotretnya???", keluh Yuto. "Kalau aku bertemu dengannya lagi, aku pasti akan menangkapnya dengan lensa ini. Takaki orang yang menarik"

Yuto tersenyum lagi saat mengingat Takaki. Dia kemudian melanjutkan tujuannya datang ke taman ini. Mencari serangga baru.

---***---

"Kringg...."

Hp Yuto berbunyi saat dia bersiap menangkap seekor kumbang. Kumbang itu langsung terbang begitu mendengar suara hp. Yuto mengutuk siapapun yang sedang meneleponnya karena menggagalkan usahanya.

"Moshi-moshi...", jawab Yuto malas. Suaranya terdengar sedikit kesal.

"Ah... Yuto? Ini Yamada. Maaf mengganggumu di saat kau libur. Tapi, bisakah kau datang kemari? Kami kekurangan staff. Keito terjebak macet dan belum datang dari tadi. Kami tidak enak membuat model ini menunggu lebih lama lagi. Bisakah?"

"Yama-chan... Aku sekarang sedang libur. Dan kau tahu kalau aku tidak suka diganggu saat aku menikmati liburanku kan??"

"Tolonglah Yuto... Bantu aku. Aku tidak ingin Yuri memecatku. Bayaran Keito boleh kau ambil semua"

"Aku mengerti", Yuto menghela nafas panjang. Dia tidak tega membiarkan Yamada dipecat. "Dimana lokasinya?"

"Terima kasih Yuto... Kau memang bisa kuandalkan. Tempat kami ada di xxxxxxxxx"

"Eh? Dekat sekali. 10 menit lagi aku akan tiba disana"

Yuto bergegas membereskan peralatannya dan menuju ke lokasi yang disebut oleh Yamada. Lokasi pemotretan kali ini memang dekat dengan tempatnya berada. Bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

---***---

Yuto telah sampai di lokasi pemotretan. Banyak orang sudah berkumpul disana. Yuto bisa melihat beberapa orang yang tampaknya model pemotretan kali ini sedang berkumpul disana.

"Eh? Takaki?", gumam Yuto saat melihat sosok laki-laki yang persis dengan Takaki. Yuto ingin mendekat untuk memastikan penglihatannya, tapi Yamada menghampirinya. Mukanya terlihat sangat lega saat melihat Yuto.

"Yuto!!! Syukurlah kau bisa datang kemari! Aku tidak tahu harus bagaimana kalau kau juga tidak bisa datang"

"Tenanglah Yama-chan. Lalu, apa pekerjaan kali ini?"

"Ah, ini pemotretan untuk majalah fashion. Ada 3 model yang akan kau foto hari ini. Masing-masing dari mereka punya konsep sendiri-sendiri. Kemarilah, akan kuperkenalkan kau dengan modelnya"

Yamada dan Yuto berjalan menuju kumpulan model yang sedang dirias. 2 orang model sudah bersiap untuk dipotret. Mulut Yuto menganga saat melihat salah satu model yang masih dirias. Rupanya dia memang tidak salah lihat.

"Ini Inoo Kei. Konsep fotonya nanti adalah 'beauty'. Yang ini Arioka Daiki, konsep fotonya 'childish', dan yang terakhir..."

"Takaki Yuya", gumam Yuto memotong ucapan Yamada. "Kita bertemu lagi"

Yamada memandang Yuto heran. Takaki yang baru saja selesai dirias itu tampak sangat terkejut melihat Yuto berdiri di hadapannya.

"Etto... Nakajima kun?", ucapnya takjub. Dia terlihat sangat kaget sekarang.

Yuto menatap wajah Takaki dengan seksama. Imejnya saat ini berbeda jauh dengan yang tadi. Wajahnya terlihat lebih 'wild' dan 'sexy'. Membuat Yuto sedikit terkejut.

"Kau salah satu fotografer? Tidak heran kau membawa tas kamera tadi", Takaki menunjuk tas kamera milik Yuto.

"Begitulah, aku mendadak diminta datang kemari. Sebenarnya aku libur. Tidak kusangka akan bertemu lagi denganmu disini. Rupanya takdir kita berdua sangat kuat ya..."

Takaki tersenyum. "Sepertinya begitu. Senang bertemu lagi denganmu, Nakajima-kun"

END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar