Kamis, 30 Juli 2015

SEE YOU IN HEAVEN

Cast : Yamada Ryosuke & Chinen Yuri
Genre : Romance, Gender Switch, Drama, One Shot

Kesal. Marah. Itulah yang kurasakan saat ini. Aku menatap lembaran kertas yang ada di hadapanku. Berkali-kali aku menulis, lalu Ku Coret, dan yang terakhir ku remas kertas itu. Aku sama sekali tidak bisa menulis lirik yang tepat. Buntu. Tidak ada kata yang keluar.
"Ryosuke... Minum ini dulu"
Yuri, kekasihku, memberikanku secangkir teh hangat. Baunya sangat menenangkan. Tapi rupanya teh itu belum mampu menghilangkan rasa kesal dan muak yang memenuhi pikiranku.
"Istirahatlah. Kau sudah terlalu lelah"
Aku mendelik ke arah Yuri. Kulihat wajahnya yang imut itu melihatku dengan penuh senyum. Senyum yang selalu kulihat. Senyum yang membuatku sayang padanya.
"Berisik! Sebentar lagi deadline! Apa kau tidak tahu?"
Aku melampiaskan semua rasa kesalku padanya. Rasanya rasa kesalku sedikit berkurang.
"Tapi..."
"Sudahlah Yuri! Jangan ganggu aku! Lebih baik kau pulang saja kalau kau terus menggangguku!", suaraku semakin meninggi. Rasanya perasaan Berat yang kurasakan sedikit berkurang saat aku membentak Yuri.
Yuri melihatku dengan pandangan takut, kecewa, dan sedih. "Aku mengganggumu?"
"Ya! Pergilah!"
Aku membalikkan badanku dan terus berkutat dengan pensil dan kertas. Tak lama kemudian, aku mendengar suara pintu dibanting. Yuri sudah pergi. Tampaknya dia kesal karena sikapku padanya. Tapi, perasaanku saat ini jauh lebih rumit.
Aku mulai sedikit menyesal. Yuri tidak salah apa-apa. Dia sama sekali tidak bermaksud buruk. Aku kemudian melihat foto kami berdua yang terpajang di dinding. Wajah Yuri yang selalu tersenyum bahagia selalu muncul di setiap foto.
"Aku akan minta maaf padanya"
Aku kemudian berlari keluar. Aku berniat menyusul Yuri. Yuri belum lama keluar Dari rumahku, jadi kurasa dia belum terlalu jauh. Aku segera menyusuri jalan yang biasa dilalui Yuri.
"Ah, itu dia"
Aku menarik nafas lega saat melihat sosok Yuri yang berdiri di pinggir jalan. Tak lama, Yuri kemudian menyeberang jalan setelah lampu berwarna hijau.
"Yuri!"
Aku berteriak memanggil namanya. Kupercepat langkahku.
"Yuri!"
Yuri berhenti. Dia kemudian menoleh ke arahku. Aku berlari menghampirinya. Dia masih menungguku berdiri disana.
TIN! TIN!!
Terdengar suara nyaring klakson Mobil. Entah apa yang terjadi. Aku berharap mataku salah melihat. Aku berharap yang kulihat hanyalah mimpi. Aku terhenti. Berusaha mencerna apa yang terjadi.
"Ini pasti mimpi"
Aku melihat sebuah Mobil berlari kencang menuju ke arah Yuri. Mobil itu terus melaju hingga mengenai tubuh kecil Yuri. Yuri langsung terlempar saat mengenai badan mobil itu. Kini Yuri tergeletak di jalan sambil berlumuran darah.
Mataku langsung tergerak kembali saat aku melihat Yuri mengulurkan tangannya padaku. Ini bukan mimpi. Yuri memang tertabrak. Aku segera berlari menghampirinya. Membalas uluran tangan kekasihku.
"Yuri...", aku menggenggam tangannya. "Bertahanlah. Aku akan meminta bantuan", dengan panik aku mengambil HP di sakuku.
Yuri menahan tanganku. Dia menggumam pelan, kudekatkan telingaku ke mulutnya agar aku bisa mendengarnya.
"Ryo... Kau masih marah? Maafkan aku"
Aku menggeleng. "Justru aku yang harusnya minta maaf. Maafkan aku karena sudah melampiaskan kekesalanku padamu. Maafkan aku Yuri"
Yuri tersenyum. "Untunglah"
"Bertahanlah Yuri, bantuan akan segera tiba"
"Ryo...", Yuri memanggilku pelan. Kudekatkan telingaku sekali lagi. Aku bisa merasa nafasnya semakin melemah dan wajahnya semakin pucat.
"See you in heaven"
END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar