Cast : Arioka Daiki, Takaki Yuya, Inoo Kei
"Inoo! Bagaimana caranya agar dadaku bisa tambah besar?"
Inoo langsung tersedak. Seisi kelas langsung melihat ke arah Daiki. Tapi Daiki tampaknya tidak peduli. Dia hanya fokus melihat ke arah Inoo dan menunggu jawaban yang akan dikeluarkan sahabatnya itu.
"Pasti gara-gara Yuya lagi kan?", selidik Inoo sambil membersihkan tumpahan susu yang menyembur keluar saat dia tersedak tadi.
Daiki merengut. Mulutnya seperti bebek. Dugaan Inoo tepat. Itu pasti gara-gara Yuya.
"Dia bilang dadaku seperti papan. Rata. Dan aku dibilang cewek jadi-jadian. Tentu saja aku kesal!"
Inoo menghela napas. Tidak ada gunanya berdebat dengan Daiki sekarang. Dia benar-benar kesal.
"Tunggu besok. Akan kucarikan caranya"
Daiki tersenyum senang sambil memeluk sahabatnya itu. "Terima kasih Inoo!!!"
Keesokan harinya
"Nih, yang kujanjikan kemarin. Di buku ini tertulis caranya bagaimana membuat ukuran dada bertambah"
Daiki menerima buku yang disodorkan oleh Inoo. Dia lalu membuka buku itu dan membaca isinya. Saking asyiknya membaca, dia sudah tidak mempedulikan Inoo yang ada di hadapannya.
"Hei Daichan, kau suka pada Yuya?"
Daiki langsung berhenti membaca.
"Suka? Kau tahu kalau aku benci padanya kan? Kok bisa kau menganggapku suka padanya?"
"Yah.. Karena apapun yang kau lakukan selama ini, tanpa kau sadari, itu semua akibat Yuya"
Daiki masih tidak mengerti.
"Kau dulu anak yang tomboi. Tapi setelah Yuya mengejekmu cowok banci, kau mulai mengubah gaya berpakaianmu, kau menjadi lebih feminim. Terus saat Yuya bilang kau gendut, kau berusaha untuk diet. Saat Yuya mengejekmu cewek kasar, sikapmu mulai berubah, menjadi lebih halus. Saat Yuya mengejekmu jelek, kau mulai belajar make up. Kau bahkan mulai memanjangkan rambutmu. Sekarang karena Yuya bilang dadamu rata, kau berusaha menumbuhkannya"
"Aku hanya tidak suka dia mengejekku terus-terusan! Aku berubah supaya tidak diejek lagi olehnya! Bukan karena aku suka padanya!"
"Tapi, orang lain akan menduga kalau kau suka padanya"
"Aku benci Yuya! Kau tahu itu kan Inoo?"
Inoo menghela nafas. 'Tapi benci dan cinta itu sangat tipis bedanya Daichan', batin Inoo.
---***---
"Lagi-lagi kau mengatakan sesuatu padanya kan?"
Yuya tersenyum. Tadi Yuya dan Inoo tidak sengaja bertemu di koridor. Inoo menyapa Yuya dan mengajaknya bicara.
"Kutebak saat ini dia pasti sedang berusaha menumbuhkan dadanya kan?"
"Iya. Dia sangat bersemangat sekali"
"Ahahahaha", Yuya tertawa. "Semoga saja dia berhasil. Btw, aku suka yang ukuran C. Tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil. Semoga dia bisa mencapai ukuran itu"
"Berikutnya, apa yang kau rencanakan?"
"Hmm... Sebentar lagi liburan Musim panas. Waktunya orang pergi berenang kan?"
Yuya tersenyum sekilas sebelum pergi meninggalkan Inoo. Inoo menghela nafas sekali lagi saat mendengat ucapan Yuya.
"Lebih baik, aku mulai mengumpulkan data soal baju renang mulai Dari sekarang"
---***---
"Inoo!!!"
Inoo menghela nafas. Dia sudah hapal dengan suara itu.
"Ada apa daichan?", tanya Inoo saat pemilik suara datang.
"Dimana aku bisa membeli ini?"
Daiki menyodorkan sebuah majalah. Lagi-lagi Inoo tersedak.
"Kau ingin beli ini? Buat apa?"
Daiki terdiam. Dia tidak menjawab. "Temani aku beli ini setelah pulang sekolah"
Belum sempat Inoo menjawab, Daiki sudah kembali ke bangkunya. Meninggalkan Inoo dengan penuh tanda tanya.
"Untuk apa Daichan ingin membeli pakaian dalam???"
---***---
"Disini tempatnya Daichan"
Inoo berhenti di sebuah Toko. Mereka berdua pun masuk. Daiki langsung menuju ke tempat pakaian dalam wanita. Dia mulai memilih sepasang pakaian dalam dengan cukup serius.
"Hei daichan, kenapa kau ingin beli pakaian dalam? Biasanya kau malu kalau kuajak beli bersama"
Daiki masih sibuk memilih pakaian dalam yang bermotif lucu dan berwarna warni.
"Yuya ngomong apalagi padamu?"
Daiki menoleh ke arah Inoo.
"Dia bilang cewek baru terlihat seperti cewek dilihat dari pakaian dalamnya. Kalau motifnya biasa dan tidak lucu, berarti cewek itu jelek atau biasa aja"
Inoo melongo mendengar ucapan Daiki. Yuya bilang begitu pada Daiki???
"Dia bilang begitu padamu???"
"Dia tidak bilang langsung sih... Aku mendengarnya berbicara dengan temannya tadi"
"Eh? Jadi kau tidak mendengar langsung darinya? Itu artinya kan dia tidak mengejekmu Daichan"
"Tapi aku kesal mendengar ucapannya. Akan kutunjukkan padanya kalau aku cewek yang menarik. Akan kubuat dia diam sebelum dia mengejekku"
Inoo terdiam. 'Yuya... Kau benar-benar sudah mempengaruhi hidup Daichan 100%', batin Inoo.
"Inoo... Jangan diam saja. Ayo Bantu pilihin!!!"
"Ah iya..."
---***---
"Terima kasih Inoo. Kau memang sangat bisa diandalkan", puji Daiki.
"Sama-sama. Tapi aku masih merasa kalau yang warna orange tadi lebih cocok untukmu Daichan. Kenapa kau pilih warna ungu?"
"Karena ungu adalah warna kesukaan Yuya"
"Eh?"
"Kalau aku memakai pakaian dalam lucu dan warna kesukaannya, kupikir dia tidak akan mengejekku", ucap Daiki bangga.
"Tunggu sebentar Daichan... Apa kau lupa?"
Daiki menoleh ke arah Inoo, tidak mengerti.
"Meskipun kau memakai pakaian dalam lucu dan berwarna ungu, Yuya tidak akan bisa melihatnya. Kan pakaian dalammu tertutup oleh baju. Jadi dia tidak akan bisa melihatnya"
Daiki melongo. Dia baru sadar.
"Terus apa gunanya aku beli ini???", seru Daiki sedikit kecewa.
Inoo hanya melihat sahabatnya itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kalau Yuya tahu hal ini, tentu dia akan senang bukan main", gumam Inoo.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar