Selasa, 14 April 2015

KIMI GA SUK

15 April, itu artinya....

OTANJOUBI OMEDETOU ARIOKA DAIKI!!!



Untuk merayakan ultah si pengu ini, saya akan mempersembahkan FF dengan tokoh utama Daichan.

Genre : Romance

“Aku menyukaimu!”.

Daiki yang sedang asyik melemparkan bola basket ke ring, langsung menjatuhkan bolanya dan melihat ke arah Yuya. Yuya melihat ke arah Daiki dengan wajah serius dan tegang. Warna merah menghiasi pipi dan telinganya. Daiki mengambil bolanya yang terlepas dan berjalan mendekat ke arah Yuya.

“Aku juga menyukaimu”,  jawab Daiki. Seketika wajah Yuya berubah menjadi cerah. Rasa tegang tidak terlihat lagi di wajahnya. Seketika dia langsung memeluk erat Daiki seakan ingin membagi rasa bahagia yang dia rasakan pada orang yang ada di dekatnya saat ini. Daiki hanya terdiam tidak mengerti dengan tingkah laku Yuya.

“Benarkah? Benarkah kau juga suka padaku?”, Yuya bertanya sekali lagi pada Daiki, memastikan apakah benar orang yang disukainya ini, orang yang terus dicintainya sejak lama ini, memiliki perasaan yang sama dengannya. Yuya merasa sangat bahagia bila cintanya yang selama ini dia anggap tidak berbalas, bisa menjadi kenyataan.

Daiki menatap lurus ke arah Yuya, “Ya. Kau ini bicara apa sih? Tentu saja aku suka padamu. Ah, tidak hanya kau. Aku juga suka pada Hikaru, Yabu, dan Inoo. Aku suka kalian semua. Kalian adalah teman terbaikku”. Daiki tersenyum polos. Seketika perasaan senang yang dialami Yuya lenyap. Muka bahagia yang dia tunjukkan tadi, berubah menjadi rasa kecewa. Perlahan, dia melepaskan pelukannya dari Daiki.

“Teman ya....”, gumam Yuya pelan. Daiki menatap Yuya dengan pandangan heran. Dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi. “Benar juga. Aku adalah teman terbaikmu kan?”, Yuya berusaha tersenyum lebar pada Daiki. Yuya memasang topeng kebahagiaan di wajahnya, seakan berusaha menutupi perasaan yang sedang berkecamuk dalam hatinya. Sedih, marah, kecewa, bercampur jadi satu karena Daiki tidak memahami maksudnya. Daiki menunjukkan wajahnya yang sedang tersenyum lebar. Seketika, perasaan berkecamuk yang ada di dadanya lenyap. Berubah menjadi perasaan hangat yang selalu dia rasakan saat melihat Daiki. “Ah, senyuman itu. Senyuman yang selalu membuatku jatuh cinta lagi padamu”, gumam Yuya pelan.

“Hmm... apa? Kau bicara apa?”, Daiki mendekat ke arah Yuya. Yuya hanya tersenyum simpul. Dia tidak berniat memberitahu apa yang dia rasakan sekarang. Yuya berniat untuk menyimpannya lagi, sampai waktu yang tepat, dia akan memberitahukannya lagi pada Daiki. Yuya menggenggam erat tangan Daiki dan mengajaknya kembali pulang ke rumah.

Daiki melihat sosok Yuya dari belakang. Punggungnya terlihat begitu besar. Badannya yang tinggi, tangannya yang lebar, dan suaranya yang tegas, membuatnya terlihat keren. Banyak perempuan yang akan menoleh padanya. Akan tetapi, mereka takut dengan penampilan Yuya yang terlihat seperti preman. Hanya Daiki dan teman dekat mereka saja yang benar-benar dekat dengan Yuya.

“Tentu saja aku menyukaimu. Sejak pertama kali bertemu denganmu, aku sudah jatuh cinta padamu. Tapi, tidak semudah itu kau mendapatkanku. Jika aku sudah menjadi orang yang nomor satu bagimu, sehingga kau tidak bisa apa-apa tanpaku, tidak akan meninggalkanku, maka saat itu aku akan menyatakan perasaanku padamu dan tidak akan menyerahkanmu pada siapapun”, gumam Daiki pelan sambil tersenyum.

END

Sekali lagi, met ultah ya Pengu!!!!! <3 <3 <3


Tidak ada komentar:

Posting Komentar