Selasa, 07 April 2015

TEN KNIGHTS

Part 3

Ryosuke tiba di klinik dekat situ, dia dibantuberjalan oleh wanita yang tadi menolongnya. “terima kasih bu”, ucap Ryosuke pelan sambil tersenyum. 

“sama-sama, lekas sembuh ya dik. Lain kali kalo jalan hati-hati jangan sampai terluka seperti ini ya...”, wanita itu tersenyum, lalu pergi keluar klinik. 

Aku membalas senyumnya. Aku berpikir apa reaksi yang ditimbulkan wanita itu kalo aku menceritakan yang sebenarnya. Tentu dia tidak akan percaya.

“Yamada Ryosuke...” ucap seorang perawat.

“Ya..”, jawabku

“silahkan masuk ke ruang periksa...”, perawat itu menuntunku masuk ke ruang periksa.

Dokter klinik mulai memeriksa kakiku, saat ditanya bagaimana bisa aku terluka seperti ini, aku hanya menjawab kalo aku tergelincir kemudian jatuh. Dokter itu menatapku dengan heran seakan tidak percaya, mungkin dia curiga kalo tidak mungkin aku bisa mendapat luka ini dari terjatuh saja. Tapi tidak mungkin kan aku menceritakan kalo aku mendapatkan luka ini akibat cengkeraman makhluk yang mengerikan, makhluk yang hanyamemiliki mulut lebar? Bisa-bisa aku malah dirujuk ke rumah sakit jiwa kalau aku memberitahu hal tersebut. Dokter mengatakan kalau kaki ku harus mendapat 3 jahitan untuk menutup luka yang lebar. Aku hanya bisa pasrah.

Di tempat lain, di suatu gedung di tengah kota.

“selamat datang, tuan hikaru, nona daiki, nona chinen. Bagaimana pekerjaan kalian?”, ucap seorang pegawai perempuan yang berada di depan meja sekretaris yang langsung membungkukkan badan begitu melihat kedatangan daiki, chinen dan hikaru.

“semua berjalan lancar..... master ada?” ucap hika membalas salam hormat pegawai tersebut yang diikuti oleh daiki dan chinen.

“beliau ada di ruangannya, silahkan masuk saja”,jawab pegawai tersebut.

“Terima kasih”, ucap hika. 

Ketiga orang tersebut lalu segera masuk lift. Hika memencet tombol lantai 13. Begitu sampaidi lantai 13, mereka bertiga menuju ke ruangan besar yang berada di ujungruangan, disitulah ruangan tempat orang yang disebut master itu berada. Hika membuka pintu ruangan tersebut. Di dalam ruangan terdapat sesosok pria paruh baya, usianya sekitar 60-an tapi gaya berpakaiannya santai dan di kursi sofa dipinggir ruangan, duduk seorang anak laki-laki yang seumuran dengan mereka bertiga sedang mengamati bola kristal. Mereka bertiga menunduk dengan hormat pada laki-laki tua tersebut.

“aku sudah tahu kalau kalian akan kemari, keito yang memberitahuku”, ucap laki-laki tua tersebut sambil melihat ke arah laki-laki yang duduk di sofa.

“Tentu saja, penglihatanku 100% tepat”, balas keito.

“berarti, anda sudah tahu kan alasan kenapa kami kemari, master?”, ucap Daiki

“Ya, aku sudah tahu semuanya. Aku hanya ingin memastikan pada kalian, apakah itu benar”, ucap laki-laki tua yang dipanggil master tersebut.

“Ya, saat kami melaksanakan misi, saya menumpas semua ‘muka rata’ yang ada di tempat. Tapi saya lalu bertemu dengan seorang pemuda yang seumuran dengan saya, dan dia berada di dalam pelindung. Seperti yang kita tahu, orang biasa tidak mungkin bisa berada di dalam pelindung. Jadi ada kemungkinan dia kawan atau lawan. Saya lalu memutuskan kemari untuk bertemu dengan keito untuk memastikan apakah dia kawan atau lawan”, daiki menjelaskan situasi yang dialaminya pada master.

“Dia teman kita. Dia adalah ksatria kesepuluh.Aku sudah melihatnya dengan bolaku ini. Dan penglihatanku tidak mungkin salah”,ucap keito menimpali penjelasan daiki.

“Jadi, dia teman kita?? Asyik!! Akhirnya kita menemukannya. Akhirnya semua ksatria lengkap. Dengan ini kita bisa menumpas semua dark creature yang ada kan??”, chinen melompat kegirangan.

“kalau begitu kita harus menjemputnya, dia harus segera diberitahu soal hal ini”, ucap hika.

“tenang, saat diberitahu keito soal ini. Aku segera mengutus Yuya dan Yuto untuk menjemput anak itu. Sekarang mereka berdua sedang menuju ke tempat anak itu”, jawab master.

“huwee.... padahal aku ingin aku yang menjemputnya”, ucap chinen sambil mengigit bibirnya.

“apa boleh buat. Saat diberitahu keito soal ini, yang ada di markas hanya Yuya dan Yuto saja. 3 orang lainnya masih belum kembali, dan kalian sudah berada di dekat sini. Jadi kuutus saja mereka berdua”, jawab master.

“sudahlah chii, jangan merengut seperti anak kecil begitu. Tunggulah dengan sabar disini. Kau bisa bertemu lagi dengannya kalau dia sudah disini kan?”, hika menepuk pundak chii dengan lembut. Tiba-tiba Hika mulai menyadari ada 1 orang yang hilang.

"Daichan kemana??", tanya Hika

"Loh, tadi dia masih ada disana kok. Lha? Dia kemana?", jawab Chinen yang juga kebingungan.

"Daichan sudah keluar, tampaknya dia akan kembali ke sekolah", jawab Keito sambil melihat bola yang ada di depannya.

Dasar anak rajin....... pikir semua orang yang ada dalam ruangan tersebut.

Tsuzuku ~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar