PART 25
Keito menatap Yama dengan pandangan cemas. Pertarungan antara Yama dan Ryutaro telah dimulai. Sekali lihat juga sudah jelas kalau pertarungan ini tidak seimbang. Sudah jelas kalau Ryu jauh lebih kuat dari Yama. Bahkan sebelum Ryu mendapat kekuatan baru dari Hokuto, tetap saja Ryu jauh lebih kuat.
Kenichi memandang Yama. Dia tahu kalau sebenarnya Yama jauh lebih kuat dari lawan demonnya. Seandainya Yama tidak sibuk melindungi dirinya saat itu, tentu saja Yama tidak akan lengah dan kekuatannya tidak akan dihisap.
“Keito, dimana dia?”
Keito melihat ayahnya dengan pandangan bingung. “Dia? Siapa yang ayah maksud?”
“Kalau kau sudah mengikat kontrak dengan demon, dia pasti ada di balik semua ini”. Kenichi melihat Keito yang tampak kebingungan. “Demon bernama Inoo Kei. Dimana dia?”
---***---
“Juri. Kau tidak diperbolehkan pergi”
“Juri. Kau tidak diperbolehkan pergi”
“Lepaskan aku Yugo! Aku ingin berada disana”
“Serahkan urusan di dunia manusia pada mereka berempat. Mereka pasti bisa mengatasinya”
“Tapi...”
“Yugo benar Juri. Kalian berdua dilarang untuk bertemu dengan bocah itu dalam sosok demon. Anak itu masih belum tahu kalau kalian berdua adalah demon yang diutus oleh Yang Mulia untuk mengawasinya”. Yuto tiba-tiba muncul di hadapan mereka berdua.
“Bukankah penyamaran kami sudah terbongkar. Untuk apa menyembunyikannya lagi?”, Juri memandang Yuto dengan kesal. Juri masih belum bisa memaafkan Yuto atas apa yang terjadi pada Hokuto.
“Kita masih belum tahu pasti apakah penyamaran kalian sudah diketahui anak itu apa belum. Melihat reaksinya pada kalian berdua, kurasa anak itu belum mengetahui identitas kalian berdua yang sebenarnya”
“Maksudmu Inoo belum memberitahu soal kita pada Keito?”, kali ini giliran Yugo yang bertanya karena Juri tampak tidak ingin berbicara dengan Yuto.
“Kurasa begitu. Entah apa tujuannya, tapi jelas kalau anak itu belum mengetahui soal kalian”
“Lalu, kenapa kau ada disini?”, tanya Juri dengan ketus. “Seharusnya kau ada di dunia manusia bersama dengan mereka. Kalau kau ikut turun tangan maka Jesse dan Taiga tidak akan kewalahan seperti itu”
Yuto tersenyum menatap dua demon yang ada di hadapannya. “Aku ada urusan dengan kalian berdua”
---***---
Jesse tampak kewalahan saat harus berhadapan dengan Daiki dan Yuya sekaligus. Shintaro yang disuruh membantunya pun tidak bisa banyak membantu karena level Shin masih di bawah Daiki. Meskipun dia sudah mendapat kekuatan baru dari ‘kematian’ Hokuto, tapi itu belum cukup untuk melawan Daiki dengan seimbang. Ryutaro sedang sibuk berhadapan dengan Yama. Sedangkan Taiga tidak bisa membantunya karena masih kerepotan menghadapi Chii.
Jesse tampak kewalahan saat harus berhadapan dengan Daiki dan Yuya sekaligus. Shintaro yang disuruh membantunya pun tidak bisa banyak membantu karena level Shin masih di bawah Daiki. Meskipun dia sudah mendapat kekuatan baru dari ‘kematian’ Hokuto, tapi itu belum cukup untuk melawan Daiki dengan seimbang. Ryutaro sedang sibuk berhadapan dengan Yama. Sedangkan Taiga tidak bisa membantunya karena masih kerepotan menghadapi Chii.
Jesse merasa sedikit menyesal kenapa dia tadi memprovokasi Yuya. Akibat perkataannya, Yuya terpancing emosi dan akhirnya ikut bertarung dengan Daiki. meskipun tidak berkoordinasi sebelumnya, Yuya dan Daiki bisa melancarkan serangan mereka dengan baik. Serangan mereka seperti bersinkronisasi.
Taiga terus memerintahkan demon kelas rendah untuk menyerang dan melindungi dirinya dari serangan Chii. Taiga berusaha tetap fokus pada serangannya, karena sedikit saja dia lengah, Chii bisa melukainya.
“Padahal dia ada disana”, gumam Taiga kesal sambil melihat ke suatu tempat di arah Inoo berada. Tujuan mereka berdua datang ke dunia manusia ini awalnya memang untuk menangkap dalang utama semua peristiwa ini. Demon yang parasnya tidak kalah cantik dengannya dan sangat pintar, Inoo Kei.
Taiga melirik sekilas ke arah pertarungan Jesse dan Shintaro. Sama sepertinya, Jesse terlihat sangat kerepotan. Shintaro tidak banyak membantu. Seharusnya Ryutaro bisa membantu mereka dengan menghisap kekuatan dari Daiki, Yuya, atau kyuubi yang menyerangnya itu. Tapi Ryu saat ini malah asyik bermain dengan Yama.
“Kalau terus begini, kami akan kalah”. Taiga membuat pelindung. Setelah beberapa saat merapalkan mantra, serangan bertubi-tubi terus muncul dari pelindung yang dibuat Taiga. “Kurasa ini cukup untuk menahannya beberapa saat”.
Taiga melebarkan tangannya dan membuka mulutnya. Taiga seperti sedang menghisap sesuatu. Semua yang berada di sekitar Taiga tiba-tiba menghitam dan kemudian lenyap seperti abu. Bahkan manusia yang ada di sekitar sana juga menjadi korbannya. Mereka tiba-tiba terbakar dan kemudian lenyap. Seperti kasus pembakaran spontan yang dulu pernah menjadi topik hangat di seluruh dunia. Sampai saat ini beberapa peneliti masih belum bisa menemukan penyebab pasti dari pembakaran spontan manusia ini. Para peneliti itu tidak tahu kalau Taiga adalah penyebab semua peristiwa itu.
Itulah cara Taiga ‘makan’. Saat ini Taiga memerlukan sesuatu untuk memulihkan tenaganya yang telah menghilang. Makanan Taiga adalah ‘kehidupan’. Dia akan menghirup aura ‘kehidupan’ semua benda yang ada di dekatnya. Benda yang aura ‘kehidupan’nya dihisap oleh Taiga akan berubah menjadi abu dan kemudian lenyap.
Jesse melihat Taiga yang sedang ‘makan’. “Rupanya dia sudah mulai serius”. Jesse kemudian juga berencana melakukan hal yang sama seperti Taiga. Dia akan ‘makan’ untuk memulihkan tenaganya. Jesse kemudian meminta Shintaro untuk melindunginya selama beberapa saat selama dia makan. Makanan Jesse adalah ‘nafsu’ manusia. Manusia yang nafsunya dimakan oleh Jesse akan hidup bagai boneka karena mereka sudah tidak memiliki ‘keinginan’ apapun lagi.
---***---
“Ini tidak bagus sama sekali”
“Ini tidak bagus sama sekali”
Inoo yang melihat semua pertarungan itu dari jauh mulai merasa tidak enak. Meskipun situasi sudah tidak menguntungkan baginya, senyuman di wajahnya tetap tidak hilang. Bahkan dia seperti sudah memiliki rencana untuk mengatasinya.
“Apa yang akan kita lakukan Inoo?”, tanya Hikaru yang juga sudah menyadari kalau situasi sudah berubah menjadi berbahaya. Dua demon kelas S akan melakukan pertempuran dengan keadaan serius.
Inoo tidak menjawab, dia segera terbang menuju ke lokasi pertempuran. Yabu dan Hikaru saling pandang sebelum akhirnya memutuskan untuk mengikuti Inoo karena mereka tidak tahu harus melakukan apa.
Tapi Inoo tidak berniat mengikuti pertempuran. Dia menghampiri seseorang yang juga sepertinya telah menunggu kedatangannya. Orang itu tersenyum lega saat melihat sosok Inoo.
“Akhirnya kita bisa bertemu, Inoo Kei”
“Tidak kusangka, Okamoto Kenichi, kepala keluarga Okamoto yang terkenal sudah mengetahui namaku bahkan sebelum aku memperkenalkan diri. Aku merasa sangat tersanjung”, ucap Inoo sambil membungkukkan badan memberi hormat. Tingkahnya cukup sopan sebagai seorang demon.
“Kau sangat terkenal di keluargaku. Sebagai demon yang hampir saja menggagalkan pernikahan nenek buyutku. Sebagai demon yang menodai keluarga Okamoto”
“Sekali lagi, terima kasih atas pujianmu Kenichi”, Inoo tersenyum mendengar sindiran dari Kenichi. “Asal kau tahu saja, aku sama sekali tidak bermaksud untuk merayunya”
Keito yang mendengarkan percakapan ayahnya dengan Inoo merasa sedikit terkejut. Ayahnya sudah tahu soal Inoo dari dulu. Dan Keito tidak menyangka kalau Inoo memiliki hubungan tidak langsung dengan keluarganya.
Keito tiba-tiba teringat sebuah cerita yang pernah diberitahu oleh neneknya saat dia masih kecil. Cerita mengenai demon yang berniat merayu nenek buyutnya yang bernama Kaoru. Kaoru adalah nama salah satu pemimpin keluarga Okamoto. Dia satu-satunya perempuan yang bisa menjadi kepala keluarga. Kekuatan Kaoru sangat besar bahkan sampai sekarang konon katanya tidak ada kepala keluarga yang bisa melampaui kekuatan Kaoru.
Sehebat apapun Kaoru, dia tetaplah manusia yang memiliki perasaan. Suatu hari, Kaoru jatuh cinta pada seseorang. Tidak ada yang tahu siapa yang berhasil menaklukan hati Kaoru. Hingga suatu hari akhirnya diketahui kalau Kaoru sering bertemu dengan seseorang. Alangkah terkejutnya beberapa anggota keluarga yang lain yang tanpa sengaja mengikuti Kaoru. Kaoru jatuh cinta pada demon. Ya, sampai disini kalian sudah bisa menduga siapa demon itu, demon berparas cantik dan pintar. Demon yang bernama Inoo Kei. Kaoru bersikeras kalau Inoo bukanlah demon yang berbahaya. Inoo berbeda dengan demon kelas S yang hanya memikirkan soal memusnahkan manusia.
Beberapa tetua keluarga akhirnya memutuskan untuk menjauhkan Kaoru dengan Inoo. Seluruh cara mereka gunakan untuk memisahkan dua makhluk ini. Usaha mereka pun berhasil. Inoo tidak lagi menampakkan wajahnya di hadapan Kaoru dan Kaoru pun akhirnya menikah dengan orang yang dipilih oleh tetua keluarga.
Setelah pernikahannya, Kaoru berubah. Dia tidak lagi sama dengan Kaoru yang sebelumnya. Dia hanya bicara bila diajak bicara. Jika sendirian, Kaoru akan melihat ke arah padang luas dengan mata kesepian. Suatu hari, Kaoru menghilang. Menurut saksi mata, Kaoru dibawa pergi oleh seorang laki-laki yang memiliki paras yang cantik. Beberapa anggota keluarga langsung menduga kalau demon bernama Inoo yang membawanya pergi. Hingga saat ini, sosok Kaoru tidak pernah kembali. Dan tidak ada yang tahu keberadaannya selama bertahun-tahun.
Keito menatap Inoo dengan tidak percaya. Ternyata dia sudah tahu mengenai Inoo sebelumnya. Neneknya pernah menceritakannya waktu kecil, kenapa dia bisa lupa?
“Aku menghapus ingatanmu”, Inoo seakan tahu apa yang ada di pikiran Keito. “Kau pasti heran kenapa kau tidak bisa mengingat namaku kan? Di saat pertama kali kita bertemu, aku sudah menghapus ingatan tentangku dalam dirimu”
“Pertemuan pertama kita itu di tangga itu kan?”, tanya Keito mengingat pertemuannya pertama kali dengan Inoo bersama dengan Juri.
“Tidak. Jauh sebelum itu kita pernah bertemu. Tapi aku langsung menghapus ingatanmu”
Inoo kini melihat ke arah Kenichi. “Aku tidak menculiknya. Kaoru sendiri yang memanggilku dan memintaku untuk membawanya pergi. Terserah kau mau percaya atau tidak”
“Aku ingin bertemu denganmu bukan untuk membahas soal nenek buyutku”. Jawaban Kenichi membuat Inoo sedikit tersentak. Dia tidak menyangka akan mendapat balasan seperti itu. “Aku yakin kalau nenek buyutku sangat senang bisa menghabiskan waktunya denganmu. Meskipun kau demon, kau adalah sosok yang dicintainya”
Inoo terdiam. Baru kali ini ada anggota keluarga Okamoto yang tidak menunjukkan pernyataan ‘tidak setuju’ soal hubungannya dengan Kaoru.
“Aku ingin menanyakanmu. Tidak, lebih tepat kalau aku ingin meminta bantuanmu”, Kenichi terdiam sebentar saat mulai menyadari sosok Yabu dan Hikaru yang telah berkumpul kembali bersama dengan Inoo. “Aku ingin kekuatan Yama kembali. kau juga tahu kan kalau semua kekuatan Yama kini berada di dalam tubuh demon yang menjadi lawannya itu kan?”
Inoo menggelengkan kepalanya. “Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu”
“Kenapa?”, tanya Keito.
“Karena itu bukan permintaan dari masterku. Yang mengikat kontrak denganku adalah manusia bernama ‘Okamoto Keito’, bukan manusia bernama ‘Okamoto Kenichi’”
Keito terhenyak. Inoo benar. Dia telah mengikat kontrak dengan Inoo. Kenapa tidak dari awal dia meminta bantuannya?
“Kalau begitu, aku memintamu untuk mengembalikan kekuatan Yama”, perintah Keito.
Lagi-lagi Inoo menggeleng. “Aku tidak bisa”
“Kenapa? Bukankah kau akan menuruti perintah dari orang yang menjadi mastermu?”, ucap Keito dengan kesal.
“Kau bodoh atau apa?”, Inoo menjetikkan jarinya ke kening Keito. “Aku adalah demon kelas E. Kekuatanku jelas dibawah Ryuu. Demon yang bisa melakukan hal itu hanyalah demon yang kelasnya lebih tinggi dari Ryuu. Diantara kami, Hikaru yang paling kuat. Dia juga levelnya lebih tinggi dari Ryuu. Seharusnya kau meminta tolong pada Hikaru, bukan padaku”
Keito memegangi keningnya yang kesakitan karena jentikan Inoo. Dalam hati dia merasa sangat kesal pada Inoo yang memperlakukannya seperti orang bodoh. Tapi perkataan Inoo ada benarnya juga. Inoo tidak mungkin bisa mengalahkan Ryuu karena level kekuatan Inoo paling rendah di antara semua demon.
“Kalau begitu”, Keito menatap ke arah Hikaru. “Aku memintamu untuk mengalahkan Ryuu dan mengembalikan kekuatan Yama kembali”
Hikaru mengulurkan tangannya. “Give and Take. Mana imbalanku?”
“Aku tidak memilikinya saat ini”
“Kalau begitu aku tidak akan menuruti permintaanmu sebelum kau memberiku imbalan”
Keito tampak kebingungan mencari imbalan untuk Hikaru. Imbalan yang diminta Hikaru tidak gampang. Tulang adalah kesukaan Hikaru. Dimana dia bisa mendapat tulang?
“Apa imbalan yang dia minta?”, bisik Kenichi pada Keito.
“Tulang. Apalagi dia paling suka tulang manusia”, balas Keito sambil berbisik juga.
“Tulang. Apalagi dia paling suka tulang manusia”, balas Keito sambil berbisik juga.
“Hmm...”, Keito melihat tumpukan mayat demon yang tidak jauh dari mereka. Demon-demon itu adalah demon kelas rendah yang menjadi ‘korban’ pertarungan Taiga dan Chii. “Apa kau tidak ingin memakan tulang demon-demon itu?”, usul Keito pada Hikaru.
Hikaru menjulurkan lidahnya dan memasang ekspresi wajah tidak suka. “Kau gila? Tulang demon adalah tulang yang paling tidak enak di dunia ini. Aku tidak mau. Kecuali...”
“Kecuali apa?”, tanya Keito penasaran.
“Kecuali tulang demon kelas S. Tulang mereka mungkin sama enaknya dengan manusia”, gumam Hikaru sambil melihat 3 demon kelas S yang sedang bertarung.
“Kalau begitu, gampang”, Inoo tiba-tiba menyahut. “Kita akan mendapatkan tulang demon kelas S untukmu Hikaru”
“Bagaimana caranya?”, tanya Keito. Inoo tersenyum mendengar pertanyaan Keito.
“Gampang saja. Tapi sebelumnya, aku memintamu untuk mengikat kontrak dengan Daichan”
Tsuzuku ~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar