Sekelompok anak berkumpul di salah satu kamar di asrama lelaki. Ada 5 anak yang berkumpul disana. Mereka memainkan suatu permainan dimana yang kalah harus menceritakan kisah yang menegangkan. Kali ini, giliran Hikaru yang bercerita.
"Baiklah. Kumulai ya"
Yabu dan Daiki memasang telinga mereka. Yuya sibuk memainkan hpnya. Sedangkan inoo memeluk sebuah bantal penguin milik Daiki. Sejujurnya inoo sangat tidak suka permainan ini, tapi dia terpaksa mendengarkannya.
"Di asrama ini katanya ada jalan yang menghubungkan dunia ini dengan dunia satunya. Dunia dimana para roh halus gentayangan. Pintu menuju ke dunia itu akan terbuka pukul 2 pagi. Para roh halus itu akan mengajak seseorang dengan cara mengetuk pintu kamar orang yang akan diajak. Bila jam 2 pagi kau mendengar pintu kamarmu diketuk. Jangan dibuka. Itu berarti ada roh halus yang mau mengajakmu ke dunia sana. Bila kau membuka pintu, maka kau tidak bisa kembali ke duniamu lagi"
"Huaa... Mou... Yamete...", Inoo menutup mukanya dengan batal. "Sudah dulu yuk. Nanti aku tidak bisa tidur"
Hikaru meringis melihat Inoo yang penakut. 3 orang yang lain hanya tertawa melihat Inoo.
"Baiklah, sudah malam. Yuya, ayo kembali ke kamar", Yabu berdiri diikuti oleh Yuya. "Kami kembali ya.. Dah..."
Kini di kamar itu hanya ada Inoo, Daiki, dan Hikaru. Daiki langsung menuju tempat tidurnya, Inoo yang tidak berani akhirnya tidur bersama dengan Daiki. Hikaru seperti biasa tidur di ranjangnya sendiri.
Beberapa jam kemudian, mereka sudah terlarut di dunia mimpi.
Dok! Dok! Dok!
Hikaru membuka matanya. Dia mendengar suara pintu digedor.
Dok! Dok! Dok!
Lagi.
Dengan setengah mata terbuka, Hikaru berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang menggedor pintu malam-malam begini.
Cklek. Hikaru membuka pintu kamar.
"Hikaru!! Jangan dibuka!"
Hikaru menoleh ke arah Inoo yang menjerit sambil melihat ke arahnya. "Oh shit!", umpat Hikaru saat melihat jam di dinding menunjukkan pukul 2 pagi.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar