Part 28
“Apa maksudnya gara-gara aku?”
Yama masih tidak mengerti dengan perkataan Yuto. Apa maksudnya kalau Ryuu berubah jadi demon gara-gara dia?
“Aku akan menceritakan suatu kisah yang menarik padamu”, Yuto diam sejenak untuk mengambil nafas sejenak, lalu melanjutkan ceritanya. “Dahulu kala, di sebuah hutan, tinggallah 2 orang saudara kembar. Mereka berdua memiliki kekuatan spiritual, sehingga mereka bisa melihat makhluk gaib. Seringkali mereka memperingatkan penduduk desa mengenai keberadaan makhluk gaib yang berbahaya. Tapi penduduk desa malah takut pada mereka dan akhirnya mereka berdua diusir dari desa tersebut. Itulah alasannya kenapa mereka berdua tinggal di hutan”
“2 bersaudara itu akhirnya mencoba hidup tenang di hutan. Berkali-kali mereka harus bersembunyi dan lari dari kejaran makhluk gaib yang tertarik pada kekuatan spiritual mereka. mereka terus hidup seperti itu selama bertahun-tahun. Lalu, sebuah pertemuan mengubah takdir mereka. salah satu Anak kembar itu bertemu dengan Yamainu, dewa pelindung gunung, sosok gaib yang menyerupai anjing besar, bulunya berwarna emas, dan memiliki surai panjang yang menyerupai singa di kepalanya. Yamainu itu terlihat sangat lemah, sehingga anak itu memutuskan untuk merawat Yamainu itu”
“Yamainu itu sangat berterimakasih kepada anak manusia yang telah menolongnya. Di saat dia akan mengucapkan terima kasih, anak itu telah menghilang. Yamainu itu mengubah sosoknya menjadi seperti seorang manusia dan mencari keberadaan anak kembar itu. setelah beberapa lama, dia berhasil menemukan anak itu. tapi anak itu sama sekali tidak bisa diajak bicara. Bahkan dia terkesan dingin. Yamainu itu tidak putus asa. Dengan gigih dia berusaha untuk mengajak anak itu mengobrol. Yamainu itu tahu kalau anak itu sangat kesepian, sehingga Yamainu itu memutuskan untuk menjadi teman anak itu”
“Berkat usaha gigih Yamainu, mereka berdua bisa berteman dekat. Yamainu juga bisa mengenal adik anak itu. mereka bertiga pun sering bermain bersama. Saking asyiknya waktu kebersamaan mereka, Yamainu itu melupakan suatu hal yang penting. Ya, dia adalah dewa pelindung gunung, tugasnya untuk melindungi gunung dari hawa jahat yang bisa merusak kehidupan di gunung tersebut. Karena dia sudah melalaikan tugasnya, gunung itu akhirnya dipenuhi oleh demon yang ingin mengambil alih gunung tersebut”
“Yamainu yang menyadari hal ini, langsung bergegas meninggalkan hutan dan kembali ke tempat tinggalnya. Dia lalu menumpas demon yang merusak gunung tersebut. Di saat yang bersamaan, demon lain yang berada di hutan mulai mendekati anak kembar tersebut. Mereka sudah lama mengincar anak kembar itu, tapi karena Yamainu selalu berada di dekat mereka, maka para demon tidak berani mendekatinya. Karena sudah terbiasa hidup tentram dengan Yamainu, kedua anak itu lupa kalau para demon mengincar mereka. Sehingga mereka pun akhirnya bisa diserang dengan mudah oleh para demon tersebut. Keadaan bertambah parah. Para demon yang berhasil melarikan diri dari gunung juga menyadari keberadaan si kembar ini. mereka melampiaskan amarah mereka pada anak kembar itu yang merupakan teman dekat Yamainu. Maka, anak kembar ini dikejar oleh para demon yang berasal dari hutan dan juga dari gunung”
“Di tengah putus asa, salah satu anak kembar itu memanggil salah satu demon kelas S. Dia ingin mengikat kontrak untuk membasmi para demon itu dan menyelamatkan adiknya yang sudah terluka parah. Tapi sayangnya, demon kelas S itu malah membuat anak kembar itu menjadi demon. Berkat itu, mereka bisa mengalahkan demon kelas rendah yang mengejar mereka. Mereka akhirnya pergi ke gunung untuk menemui Yamainu dan memastikan keberadaan teman mereka itu. Mereka tidak tahu kalau ingatan mereka saat masih menjadi manusia akan hilang dari ingatan makhluk yang pernah mengenal mereka”
Yuto tersenyum sambil melihat ke arah Yama yang tampak pucat. Tampaknya dia mulai mengerti apa yang terjadi selanjutnya. Ingatannya tentang peristiwa yang mengerikan itu berputar kembali di kepalanya.
“Apa yang terjadi?”, tanya Keito yang juga ikut mendengarkan kisah itu. Dia ingin mengetahui semuanya. Masa lalu Yama dan juga hubungannya dengan demon yang sudah memakan kekuatan Yama tersebut.
“Yamainu itu tidak mengenal anak kembar itu. Dia mengira kalau anak kembar itu juga adalah salah satu demon yang ingin mengambil wilayahnya. Dia pun menyerang kedua anak kembar yang kini telah menjadi demon tersebut”
Yama terduduk lemas. Mukanya semakin pucat. Keringat bercucuran dari kepalanya. Matanya terlihat berkaca-kaca, tapi belum ada setetespun air yang mengalir dari matanya. Mulutnya terbuka, hendak mengatakan sesuatu, tapi tidak ada satupun suara yang keluar. Keito ingin sekali mendekati Yama dan menghiburnya, tapi entah kenapa kaki Keito terasa sedikit kaku. Rasanya berat menghampiri Yama saat ini.
“Nah... aku mau mencari udara segar dulu. Aku capek karena sudah bekerja keras mengeluarkan kekuatan dewa pelindung itu. Aku juga sudah bercerita panjang lebar mengenai dongeng yang indah dan mengharukan”, Yuto melambaikan tangannya sambil berjalan keluar.
“Yuto, kalau kau mau pergi makan, ajak dia”
Yuto berhenti sejenak. Yuya tiba-tiba muncul sambil memikul Hikaru di pundaknya. BRUGH. Yuya melemparkan tubuh Hikaru begitu saja. Hikaru hanya bisa menutup matanya pelan akibat tindakan kasar Yuya.
“Uwah, kasihan sekali kau Hikaru”
Inoo tersenyum melihat kondisi Hikaru. Yabu hanya melihat ke arah Hikaru sekilas lalu melanjutkan membaca bukunya. Kondisinya kini terlihat mengenaskan. Kulitnya berwarna putih pucat dan keriput. Seakan-akan tubuh Hikaru kini hanya berisi tulang saja. Matanya kini berwarna pink, tidak merah menyala seperti biasanya.
“Seperti biasa, kau tidak pernah setengah-setengah saat makan ya, Yuya”. Yuto memikul Hikaru. Dia membawanya seperti karung beras. “Karena aku kasihan padanya, aku akan membawanya bersamaku”
“Yuto”, Inoo melemparkan sebuah kantung pada Yuto. “Masukkan sisa daging makanan kalian disitu”
“Aku mengerti”, jawab Yuto sambil memasukkan kantung itu pada saku bajunya.
“Kalian mau pergi makan?”, tanya Keito.
Yuto menoleh ke arah Keito. “Benar”
“Kalian... akan mencari makan dimana?”, Keito bergidik ngeri saat mengingat apa ‘makanan’ kedua demon itu. Nyawa dan tulang manusia.
“Bukan urusanmu”, jawab Yuto acuh.
Keito menahan Yuto. Dia mencengkeram erat lengan Yuto. “Tentu saja itu urusanku. Aku tidak mau kalian menyakiti atau membunuh manusia”
Yuto menghela nafas. “Dengar bocah. Aku tidak mau diatur oleh manusia. Aku akan mencari makanan sesuka hatiku. Kau sendiri tidak bisa menyediakan makanan untukku, jadi jangan ikut campur!”
Yuto menghela nafas. “Dengar bocah. Aku tidak mau diatur oleh manusia. Aku akan mencari makanan sesuka hatiku. Kau sendiri tidak bisa menyediakan makanan untukku, jadi jangan ikut campur!”
Keito perlahan melepaskan tangannya. Tatapan dingin Yuto membuatnya sedikit takut. Tatapannya benar-benar berbeda dengan tatapan Inoo, Yabu, atau Hikaru. Itulah tatapan demon kelas S. Mata merah mereka bagaikan api yang membakar mental manusia yang melihatnya.
Yuto langsung melesat pergi setelah Keito melepaskan tangannya. Tidak sampai 1 detik, sosok mereka berdua telah hilang dari hadapan semuanya.
Yama masih terduduk lemas. Di hadapannya terbaring sosok Ryuu yang masih tidak sadarkan diri. Chii mendekat ke arah Yama dan mengelus punggung rekannya. Perlahan, Yama memegang tangan Chii dan memeluknya. Chii hanya bisa diam saja saat rekannya itu meminjam dadanya untuk bersandar.
“Sebenarnya, apa yang terjadi? kenapa semua ini terjadi? apa? Apa maksudnya?”
Keito mencari sosok Inoo, dia ingin bertanya padanya mengenai kutukan itu dan masa lalunya dengan Okamoto Kaoru. Tapi, sosok Inoo tidak ada di ruangan itu. Yabu dan Yuya juga menghilang. Para demon itu bersembunyi di suatu tempat yang tidak diketahui Keito. Tapi Keito tahu kalau mereka bertiga masih ada di sekitar rumah karena dia tidak merasa ada yang melewati pelindung yang dipasang di sekitar rumah selain Yuto dan Hikaru yang baru saja melewatinya.
“Ayah, bisakah ayah memberitahuku apa saja yang ayah lakukan saat ayah menghilang? Aku ingin mengetahui SEMUANYA”
---***---
“Aku bisa merasakan hawa keberadaan Yuto”, Taiga yang sedari tadi diam tiba-tiba berbicara. “Hikaru juga sedang bersamanya, tapi hawa keberadaannya sangat lemah sehingga aku tidak bisa mendeteksinya”
“Aku bisa merasakan hawa keberadaan Yuto”, Taiga yang sedari tadi diam tiba-tiba berbicara. “Hikaru juga sedang bersamanya, tapi hawa keberadaannya sangat lemah sehingga aku tidak bisa mendeteksinya”
“Bunuh dia. Aku tidak ingin ada lagi demon kelas S yang berkhianat. Yuto jauh lebih berbahaya dari Yuya. Dia sepertinya merencanakan sesuatu. Bawa Daiki bersama dengan kalian. Dia bisa memakan kekuatan Yuto dan Hikaru”
---***---
PLAK! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi tirus Yabu. Yuya bersiul ringan melihat adegan itu. Jarang sekali dia melihat kedua demon itu bertengkar. Inoo terkenal dengan poker facenya, sedangkan Yabu terkenal dengan sifat tenangnya. Sehingga jarang sekali melihat kedua demon ini saling berselisih satu sama lain.
PLAK! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi tirus Yabu. Yuya bersiul ringan melihat adegan itu. Jarang sekali dia melihat kedua demon itu bertengkar. Inoo terkenal dengan poker facenya, sedangkan Yabu terkenal dengan sifat tenangnya. Sehingga jarang sekali melihat kedua demon ini saling berselisih satu sama lain.
“Kenapa kau memberitahu mereka soal itu?”
Yabu memegangi pipinya yang habis ditampar. Inoo kini melihatnya dengan mata yang berapi-api. Tampaknya dia marah. Yabu tersenyum. Ini pertama kalinya dia melihat demon berparas cantik itu menunjukkan emosinya.
“Pantas saja kau dipanggil Hime-sama. Tidak hanya parasmu yang cantik seperti wanita, kekuatanmu juga seperti seorang wanita”
“Jangan mengalihkan pembicaraan!”
“Rupanya wanita itu sudah mempengaruhimu sampai seperti ini. Aku mengenalmu sebagai demon yang egois, suka seenaknya sendiri, dan licik. Tapi, tidak kusangka kau melakukan semua ini demi seorang wanita”
“Aku ini jenius. Aku tidak sama dengan kalian semua”
“Kenapa kau melakukan ini semua Inoo? Apakah karena kau dan wanita itu.....” Yabu terdiam dan tidak meneruskan kalimatnya. Dia mengamati reaksi Inoo. “Sudah kuduga. Ternyata memang begitu kejadiannya”, gumam Yabu saat melihat reaksi Inoo yang sesuai tebakannya. “Aku memang sudah melarangmu berhubungan dengan wanita itu. Dan aku sudah menyangka kalau akhirnya akan jadi seperti ini”
Yabu mendekat ke arah Inoo. Dia mengusap pelan rambut demon itu. “Semoga rencanamu berhasil”, bisik Yabu. Inoo sedikit terkejut mendengar bisikan Yabu. Dia melihat ke arah Yabu yang diam-diam tersenyum ke arahnya.
Inoo tahu kalau Yabu telah mengetahui semuanya. Yah, Yabu adalah tetua demon. Dia adalah demon kedua yang telah hidup lama setelah Raja Demon. Yang mengubah Yabu menjadi demon tidak lain adalah Raja Demon. Raja Demon sendirilah yang memilih Yabu untuk menjadi orang kepercayaannya. Tapi kini Yabu telah mengkhianati Raja Demon dan memilih untuk mengikuti rencana Inoo.
“Lalu, apa yang akan kita lakukan?”, Yuya memecah keheningan yang tercipta di antara Yabu dan Inoo. “Jujur saja, aku tidak ingin menuruti bocah itu. Tapi aku juga tidak bisa kembali ke istana karena semuanya telah mencapku sebagai pengkhianat”
Yuya berjalan menuju ke arah Inoo. Dia mendesak mundur Inoo sehingga dia tidak bisa melarikan diri. “Sebaiknya kau jelaskan semuanya padaku, kenapa kau melakukan semua ini dan apa tujuanmu. Terutama kenapa Yuto juga bekerjasama denganmu”
Inoo tersenyum, “Tenanglah, aku baru mau akan menjelaskan semuanya padamu”
---***---
Keito dan Kenichi saling duduk berhadapan. Keito mendengarkan dengan seksama cerita Kenichi mengenai apa yang dilakukannya selama dia menghilang. Sudah cukup lama mereka berdua bercakap-cakap.
Keito dan Kenichi saling duduk berhadapan. Keito mendengarkan dengan seksama cerita Kenichi mengenai apa yang dilakukannya selama dia menghilang. Sudah cukup lama mereka berdua bercakap-cakap.
Chii masih memeluk Yama yang masih saja bersandar di dadanya. Matanya masih melihat ke arah Ryuu yang tidak sadarkan diri. Chii tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menunggu Yama sendiri yang berbicara. Dia tidak menyangka kalau Yama memiliki masa lalu seperti itu. Yama memang sudah sering menceritakan semua masa lalunya pada Chii, sehingga kurang lebih Chii sudah mengetahui semuanya tentang Yama.
“Begitulah Keito. Sampai sekarang, ayahmu ini masih belum menemukan cara yang tepat untuk melepaskan kutukanmu. Maafkan ayah”
“Tidak apa-apa Ayah. Ayah sudah bersusah payah mencarinya selama bertahun-tahun”, Keito bangkit berdiri. “Sepertinya kita memang harus menanyakan pada Inoo darimana dia mendapat cara melepas kutukan tersebut”
---***---
“Ryuu! Shin!”
“Ryuu! Shin!”
“Uwah, itu Yama!”
“Shin, tidak usah terlalu heboh. Dia kan sudah biasa datang kemari”
“Senangnya Shin, kau menungguku ya... kau memang manis, beda dengan kakakmu itu”
“Sst Yama, mau kuberitahu? Sebenarnya kakak yang paling tidak sabar menunggumu. Dia terus mengoceh, ‘Si Yama itu kapan kemari?’, ‘Cih, lama sekali’. Kakak terus menunggu Yama dengan tidak sabar lo...”
“Shin! Tutup mulutmu! Jangan bicara yang mengada-ada”
“Ryuu... ternyata kau menungguku ya. Senangnya... sebagai gantinya ayo kita main seharian ini”
“Uwa... lepaskan pelukanmu. Lepaskan! Aku tidak bisa bernafas ini”
---***---
“Kalian gila!”, komentar Yuya saat Inoo selesai menjelaskan mengenai rencananya. “Kalian pikir itu bisa berhasil?”
“Kalian gila!”, komentar Yuya saat Inoo selesai menjelaskan mengenai rencananya. “Kalian pikir itu bisa berhasil?”
“Tidak ada salahnya untuk dicoba kan? Yuto saja mau ikut dalam rencana ini”
“Aku bisa mengerti kalau kalian ingin kembali menjadi manusia, tapi yang tidak bisa kumengerti adalah rencana yang satunya. Kalian berniat mengalahkan Raja Demon? Kalian lupa? Dia adalah Yang Mulia Raja Demon. Demon paling kuat di antara demon yang terkuat. Tidak akan mudah mengalahkannya, apalagi membunuhnya. Bagaimana cara membunuhnya?”
Tsuzuku~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar