Terinspirasi berkat konser Jumping carnival dan segala fanservice yang ada disana... XD
---***---
"Otsukaresama!!!!"
Semua member JUMP saling berpelukan. Mereka semua merasa lega setelah selesai melaksanakan konser. Wajah mereka sangat bahagia dan puas karena reaksi penonton yang tampak senang dengan pertunjukan mereka.
Tidak lama, member JUMP masing-masing sibuk mengurus diri sendiri, ada yang sibuk mendinginkan badan, mengelap keringat, membereskan barang pribadi, mengecek HP, dan lain-lain.
"Keito, apa yang kau lakukan?"
Keito sedikit terperanjat saat mengetahui Yuto tiba-tiba berdiri di belakangnya. Keito yang masih sibuk memegang HP, langsung buru-buru menutup hpnya dan memasukkannya ke dalam tas.
"Hayoo... Kau mengirim pesan ke siapa???"
Yuto mendekatkan wajahnya. Sangat dekat sehingga Keito bisa merasakan nafas Yuto di wajahnya. Keito langsung mengalihkan pandangannya, melihat ke arah lain, entah kenapa dia merasa malu sekali.
Keito merasa Yuto sangat aneh. Ya, di konser kali ini dia sering mendekatinya. Biasanya Yuto hanya melakukan fanservice bersama dengan Yamada. Ya, siapa yang tidak tahu duo YamaJima? Sama seperti YabuHika, AriYama, dan YamaChi, duo itu sangat popular, fanservice mereka berdua pun banyak digemari.
"Ne Keito... Ada apa sih?"
Keito melihat ke arah Yuto sekali lagi. Kali ini Yuto melihatnya dengan pandangan mata yang bagaikan seekor kelinci lucu. Keito kini tahu kenapa Yuto mendapatkan peran kelinci di lagu pet shop, karena dia memang pantas sebagai kelinci lincah dan lucu.
"Yuto...", panggil Keito pelan "Kenapa... Di konser kali ini... Kau..."
Keito terdiam. Tidak berani melanjutkan kalimatnya. Yuto masih melihatnya, menunggu apa yang ingin dia ucapkan.
"Tidak jadi deh"
Keito langsung bangkit berdiri dan berjalan menjauhi Yuto. Diam-diam Yuto tersenyum dan menggumamkan sesuatu.
"Ah, setidaknya dia mulai memperhatikanku sedikit"
---***---
Yamada terdiam di salah satu kursi. Dia tampak sedang menata rambutnya. Chinen duduk di sebelahnya, mendinginkan tubuh yang basah oleh keringat. Mereka saling melirik satu sama lain, tapi sama sekali tidak ada yang mau berbicara duluan.
"Yuri", Yamada yang tidak tahan dengan keheningan ini akhirnya angkat bicara.
"Hm?"
"Kenapa kau memanggil Yuto saat lagu aisureba?"
"Itu karena kau memperlakukan Inoo seperti seorang puteri. Kau menunduk di hadapannya, lalu kau mengulurkan tangan ke arahnya seperti seorang puteri"
Yamada mulai sedikit kesal, "itu kan karena kau hampir berciuman dengan Hikaru saat Supadeli"
"Hoo... Aku melakukan itu karena kau dan Daichan hampir berciuman. Terlebih lagi, kau banyak melakukan fanservice dengan Yutti. Saat supadeli, kau memeluknya dengan erat. Saat BDS juga. Kalau tidak dengan Yutti, ya dengan Daichan"
Yamada terdiam. Chinen memang benar, dia melakukan fanservice dengan Yuto. Tapi itu karena fans menginginkannya. Fans sangat senang saat mereka berdua dekat. Bagi Yamada, fans adalah yang utama. Tapi, Chinen juga berarti baginya.
"Aku kan sudah melakukan fanservice denganmu. Saat come on a my house. Aku mendekat ke arahmu tapi kau langung pergi menjauhiku. Dan sejak saat itu kau selalu menghindar, tidak menatapku"
Chinen terdiam. Kali ini dia memainkan gantungan hpnya.
"Itu karena aku malu"
"Hah?"
"Aku malu kalau dilihat orang banyak Ryosuke"
Yamada tersenyum, sebuah ide terbersit di benaknya.
"Kalau tidak dilihat orang berarti tidak apa-apa kan? Kita cuma berdua disini"
Chinen ingin bertanya pada Yamada, tapi Yamada sudah mencium Chinen terlebih dahulu. Dua orang itu lupa kalau ada dua orang lagi yang masih ada di ruangan itu.
---***---
Di ruang ganti BEST, ada suasana dingin yang sedang terjadi. Entah bagaimana awalnya, tapi kini mereka berlima saling menatap tajam satu sama lain.
"Jangan dekat-dekat Yabu!", teriak Inoo
"Memangnya kenapa? Kami hanya melakukan fanservice, semua orang tahu YabuHika dan mereka ingin melihatnya saat konser, tidak masalah kan?", sanggah Hikaru.
"Semua orang juga tahu YabuNoo! Bahkan kami memiliki tanggal anniversary sendiri!", seru Inoo lagi. Yabu hanya terdiam mendengar ocehan Inoo. Dia juga tahu kalau fans memutuskan tanggal 23 September sebagai hari anniversary mereka. Well, internet adalah sumber yang terpercaya kan?
"Kenapa kau protes? Bukannya kau sudah melakukan fanservice dengan Takaki? TakaNoo juga lagi booming kan?", Hikaru menunjuk ke arah Takaki.
Daiki langsung menyembunyikan Takaki di balik tubuhnya. "Tidak. Setelah konser, tidak ada yang namanya TakaNoo. Mulai sekarang adanya TaDaiki atau TakaDai"
"TakaDai? Bukankah kau lebih suka dengan AriYama? Kau juga hampir menciumnya kan?", ucap Takaki.
"Itu hanya fanservice, aku tidak sungguhan menciumnya!"
"Kalau begitu apa yang kulakukan dengan Inoo juga fanservice"
"Tapi, kau terus merangkulnya dan bahkan tidak mengacuhkanku saat UMP", mata Daiki mulai berair. "Padahal saat UMP, kau selalu di dekatku"
Semua terdiam. Suasana terasa tegang karena keributan ini. Biasanya tidak seperti ini, entah kenapa konser kali ini memicu suasana tegang. Ini semua karena ide producer mereka yang ingin agar mereka banyak melakukan fanservice.
"Kalau begitu...", Yabu yang paling tenang membuka suara. "Lebih baik kita segera berkemas dan pulang"
Semua menurut pada ucapan Yabu. Dengan berat hati mereka membereskan barang mereka untuk pulang.
Takaki berdiri dan menyambar tas Daiki dan membawanya bersamanya.
"Hei!! Mau kau bawa kemana tasku?"
"Kau pulang denganku. Kita harus bicara soal ini, tidak masalah kan?"
Daiki terdiam. Beberapa detik kemudian dia mengikuti Takaki dari belakang. Yabu menarik nafas lega karena setidaknya satu masalah sudah selesai. Tinggal satu masalah di ruangan ini.
"Hikaru..."
"Diam! Jangan ganggu aku!", bentak Hikaru sambil membereskan barangnya.
"Inoo..."
Inoo hanya diam. Dia juga sibuk membereskan barangnya tanpa mempedulikan Yabu.
"Oke!!!!" Yabu berteriak. Membuat Hikaru dan Inoo menoleh ke arahnya. "Dengar, aku tidak tahu masalah di antara kalian. Kenapa kalian memperebutkanku? Apa kalian tidak mau menyadari perasaanku?"
"Aku capek! Aku mau pulang! Selesaikan urusan kalian sendiri!"
"Eh? Yabu tunggu..."
"Yabu..."
"Cukup! Jangan mengikutiku! Kalau urusan kalian sudah selesai, baru bicara denganku!"
Yabu pergi meninggalkan ruangan. Hikaru dan Inoo hanya saling pandang sambil memperhatikan sosok Yabu yang menjauh.
"Hei, bagaimana kalau HikaNoo?", tanya Hikaru.
"Hah?"
"Daripada kita bertengkar masalah YabuNoo atau YabuHika, kenapa tidak HikaNoo saja? Jadi kita tidak usah bertengkar soal Yabu"
"Ide bagus! Masalah selesai!"
Mereka berdua berjabat tangan lalu segera berlari menyusul Yabu yang sudah menjauh.
"YABUUUU!!!!!", teriak mereka kompak.
END
---***---
"Otsukaresama!!!!"
Semua member JUMP saling berpelukan. Mereka semua merasa lega setelah selesai melaksanakan konser. Wajah mereka sangat bahagia dan puas karena reaksi penonton yang tampak senang dengan pertunjukan mereka.
Tidak lama, member JUMP masing-masing sibuk mengurus diri sendiri, ada yang sibuk mendinginkan badan, mengelap keringat, membereskan barang pribadi, mengecek HP, dan lain-lain.
"Keito, apa yang kau lakukan?"
Keito sedikit terperanjat saat mengetahui Yuto tiba-tiba berdiri di belakangnya. Keito yang masih sibuk memegang HP, langsung buru-buru menutup hpnya dan memasukkannya ke dalam tas.
"Hayoo... Kau mengirim pesan ke siapa???"
Yuto mendekatkan wajahnya. Sangat dekat sehingga Keito bisa merasakan nafas Yuto di wajahnya. Keito langsung mengalihkan pandangannya, melihat ke arah lain, entah kenapa dia merasa malu sekali.
Keito merasa Yuto sangat aneh. Ya, di konser kali ini dia sering mendekatinya. Biasanya Yuto hanya melakukan fanservice bersama dengan Yamada. Ya, siapa yang tidak tahu duo YamaJima? Sama seperti YabuHika, AriYama, dan YamaChi, duo itu sangat popular, fanservice mereka berdua pun banyak digemari.
"Ne Keito... Ada apa sih?"
Keito melihat ke arah Yuto sekali lagi. Kali ini Yuto melihatnya dengan pandangan mata yang bagaikan seekor kelinci lucu. Keito kini tahu kenapa Yuto mendapatkan peran kelinci di lagu pet shop, karena dia memang pantas sebagai kelinci lincah dan lucu.
"Yuto...", panggil Keito pelan "Kenapa... Di konser kali ini... Kau..."
Keito terdiam. Tidak berani melanjutkan kalimatnya. Yuto masih melihatnya, menunggu apa yang ingin dia ucapkan.
"Tidak jadi deh"
Keito langsung bangkit berdiri dan berjalan menjauhi Yuto. Diam-diam Yuto tersenyum dan menggumamkan sesuatu.
"Ah, setidaknya dia mulai memperhatikanku sedikit"
---***---
Yamada terdiam di salah satu kursi. Dia tampak sedang menata rambutnya. Chinen duduk di sebelahnya, mendinginkan tubuh yang basah oleh keringat. Mereka saling melirik satu sama lain, tapi sama sekali tidak ada yang mau berbicara duluan.
"Yuri", Yamada yang tidak tahan dengan keheningan ini akhirnya angkat bicara.
"Hm?"
"Kenapa kau memanggil Yuto saat lagu aisureba?"
"Itu karena kau memperlakukan Inoo seperti seorang puteri. Kau menunduk di hadapannya, lalu kau mengulurkan tangan ke arahnya seperti seorang puteri"
Yamada mulai sedikit kesal, "itu kan karena kau hampir berciuman dengan Hikaru saat Supadeli"
"Hoo... Aku melakukan itu karena kau dan Daichan hampir berciuman. Terlebih lagi, kau banyak melakukan fanservice dengan Yutti. Saat supadeli, kau memeluknya dengan erat. Saat BDS juga. Kalau tidak dengan Yutti, ya dengan Daichan"
Yamada terdiam. Chinen memang benar, dia melakukan fanservice dengan Yuto. Tapi itu karena fans menginginkannya. Fans sangat senang saat mereka berdua dekat. Bagi Yamada, fans adalah yang utama. Tapi, Chinen juga berarti baginya.
"Aku kan sudah melakukan fanservice denganmu. Saat come on a my house. Aku mendekat ke arahmu tapi kau langung pergi menjauhiku. Dan sejak saat itu kau selalu menghindar, tidak menatapku"
Chinen terdiam. Kali ini dia memainkan gantungan hpnya.
"Itu karena aku malu"
"Hah?"
"Aku malu kalau dilihat orang banyak Ryosuke"
Yamada tersenyum, sebuah ide terbersit di benaknya.
"Kalau tidak dilihat orang berarti tidak apa-apa kan? Kita cuma berdua disini"
Chinen ingin bertanya pada Yamada, tapi Yamada sudah mencium Chinen terlebih dahulu. Dua orang itu lupa kalau ada dua orang lagi yang masih ada di ruangan itu.
---***---
Di ruang ganti BEST, ada suasana dingin yang sedang terjadi. Entah bagaimana awalnya, tapi kini mereka berlima saling menatap tajam satu sama lain.
"Jangan dekat-dekat Yabu!", teriak Inoo
"Memangnya kenapa? Kami hanya melakukan fanservice, semua orang tahu YabuHika dan mereka ingin melihatnya saat konser, tidak masalah kan?", sanggah Hikaru.
"Semua orang juga tahu YabuNoo! Bahkan kami memiliki tanggal anniversary sendiri!", seru Inoo lagi. Yabu hanya terdiam mendengar ocehan Inoo. Dia juga tahu kalau fans memutuskan tanggal 23 September sebagai hari anniversary mereka. Well, internet adalah sumber yang terpercaya kan?
"Kenapa kau protes? Bukannya kau sudah melakukan fanservice dengan Takaki? TakaNoo juga lagi booming kan?", Hikaru menunjuk ke arah Takaki.
Daiki langsung menyembunyikan Takaki di balik tubuhnya. "Tidak. Setelah konser, tidak ada yang namanya TakaNoo. Mulai sekarang adanya TaDaiki atau TakaDai"
"TakaDai? Bukankah kau lebih suka dengan AriYama? Kau juga hampir menciumnya kan?", ucap Takaki.
"Itu hanya fanservice, aku tidak sungguhan menciumnya!"
"Kalau begitu apa yang kulakukan dengan Inoo juga fanservice"
"Tapi, kau terus merangkulnya dan bahkan tidak mengacuhkanku saat UMP", mata Daiki mulai berair. "Padahal saat UMP, kau selalu di dekatku"
Semua terdiam. Suasana terasa tegang karena keributan ini. Biasanya tidak seperti ini, entah kenapa konser kali ini memicu suasana tegang. Ini semua karena ide producer mereka yang ingin agar mereka banyak melakukan fanservice.
"Kalau begitu...", Yabu yang paling tenang membuka suara. "Lebih baik kita segera berkemas dan pulang"
Semua menurut pada ucapan Yabu. Dengan berat hati mereka membereskan barang mereka untuk pulang.
Takaki berdiri dan menyambar tas Daiki dan membawanya bersamanya.
"Hei!! Mau kau bawa kemana tasku?"
"Kau pulang denganku. Kita harus bicara soal ini, tidak masalah kan?"
Daiki terdiam. Beberapa detik kemudian dia mengikuti Takaki dari belakang. Yabu menarik nafas lega karena setidaknya satu masalah sudah selesai. Tinggal satu masalah di ruangan ini.
"Hikaru..."
"Diam! Jangan ganggu aku!", bentak Hikaru sambil membereskan barangnya.
"Inoo..."
Inoo hanya diam. Dia juga sibuk membereskan barangnya tanpa mempedulikan Yabu.
"Oke!!!!" Yabu berteriak. Membuat Hikaru dan Inoo menoleh ke arahnya. "Dengar, aku tidak tahu masalah di antara kalian. Kenapa kalian memperebutkanku? Apa kalian tidak mau menyadari perasaanku?"
"Aku capek! Aku mau pulang! Selesaikan urusan kalian sendiri!"
"Eh? Yabu tunggu..."
"Yabu..."
"Cukup! Jangan mengikutiku! Kalau urusan kalian sudah selesai, baru bicara denganku!"
Yabu pergi meninggalkan ruangan. Hikaru dan Inoo hanya saling pandang sambil memperhatikan sosok Yabu yang menjauh.
"Hei, bagaimana kalau HikaNoo?", tanya Hikaru.
"Hah?"
"Daripada kita bertengkar masalah YabuNoo atau YabuHika, kenapa tidak HikaNoo saja? Jadi kita tidak usah bertengkar soal Yabu"
"Ide bagus! Masalah selesai!"
Mereka berdua berjabat tangan lalu segera berlari menyusul Yabu yang sudah menjauh.
"YABUUUU!!!!!", teriak mereka kompak.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar