Cast : Morimoto Ryutaro
Genre : Angst, drama
Aku merupakan seorang artis. Namaku Morimoto Ryutaro. Aku bekerja dalam naungan sebuah agensi yang bernama Johnny’s Entertainment. Pada tahun 2004, aku mengikuti audisi di JE. Aku masih ingat saat itu. Aku tampil dalam sebuah acara Johnny’s Junior yang bernama Ya-ya-Yah. Disana pertama kalinya aku menjadi backdancer di hadapan kamera. Aku tidak sendirian, puluhan Johnny’s Junior yang lain juga melakukan hal yang sama. Rasa gugup tetap kurasakan meskipun aku tidak sendirian. Aku masih berusia 9 tahun saat mengikuti audisi. Jadi wajar saja kalau aku merasa gugup.
Rasa senang tidak terkira kurasakan saat aku menerima pemberitahuan lulus audisi. Aku sangat bahagia, tidak kusangka aku yang masih kecil ini bisa diterima di JE. Aku sangat bersemangat mengikuti training disana untuk menjadi artis. Awalnya, aku sama sekali tidak menduga kalau aku bisa menjadi artis.
Pada saat pelatihan junior, aku berkenalan dengan seorang junior yang lain. Namanya Yamada Ryosuke. Aku masih ingat pernah bertemu dengannya saat audisi. Usianya lebih tua dariku, dia berumur 11 tahun. Kami lolos audisi bersama-sama. Tapi, aku tidak ingin memanggilnya dengan ucapan –san meskipun dia lebih tua. Toh, sekarang posisi kami berdua sama kan? Yamada terlihat sedikit keberatan dengan hal itu, tapi aku tidak peduli. Semenjak itu hubungan kami bagaikan teman sekaligus rival.
Beberapa hari setelah aku menjadi junior, aku mulai mengenal anggota Johnny’s Junior lain yang lebih senior. Beberapa dari mereka sudah sering tampil di TV, sebut saja anggota Ya-ya-Yah, JJ Ekspress, Kis-My-Ft, A.B.C, Question, dan KAT-TUN. Aku pernah melihat penampilan mereka di Music Station. Kini semenjak aku menjadi junior, aku sering menjadi backdancer mereka.
Aku sempat berpikir untuk keluar dari JE. Aku tidak tahan menjalani latihan yang sangat berat. Pelatih kami sangat keras. Dia tidak ragu-ragu untuk memarahi kami, bahkan kepadaku yang masih kecil. Tapi, suatu hal mengubah keputusanku. Adikku, Morimoto Shintaro, lolos audisi di JE. Kini dia juga menjadi junior, sama sepertiku. Tidak mungkin kan, aku sebagai kakaknya malah keluar begitu saja begitu tahu adikku juga masuk ke dunia yang sama denganku? Aku memutuskan untuk mengurungkan niatku dan tetapm bertahan di JE. Aku ingin menjadi contoh kakak yang baik baginya. Meskipun aku sering bertengkar dengannya di rumah. Aku berharap aku bisa menunjukkan sosokku yang keren saat di tempat latihan.
Kesabaran membuahkan hasil. Pada tahun 2006,aku menjadi member salah satu grup junior terkenal, JJ.Ekspress. Aku menjadi member termuda disana. Aku tahu, banyak junior yang lain yang iri denganku. Termasuk Yamada. Yamada sangat kesal saat tahu aku berhasil bergabung dengan JJ.Ekspress.
Menjadi anggota sebuah grup, berarti mendapatkan sorotan yang lebih banyak. Aku sangat gugup saat pertama kali aku bergabung dengan JJ Ekspress. Semua anggotanya rata-rata lebih tua dariku. Untunglah, Inoo Kei, ketua JJ Ekspress sangat ramah. Member yang lain juga ramah padaku. Seperti Hasshi, Fukka, Arioka, Takaki, Nakajima, Kamei, mereka juga sangat baik padaku. Mungkin karena aku yang paling kecil dan yang paling muda, maka mereka memberi perhatian yang lebih padaku.
Aku sempat merasa minder saat disuruh menyanyi di dalam grup. Memang aku tidak mendapat bagian solo karena suaraku tidak terlalu bagus. Tapi tetap saja aku merasa takut suaraku yang sumbang ini terdengar. Aku sangat kagum terhadap Nakajima yang sering sekali mendapatkan bagian solo. Aku juga kagum terhadap Yabu dan Hikaru. Aku sering menjadi backdancer mereka saat mereka mendapat bagian solo. Ingin rasanya aku bisa seperti mereka. Aku ingin mendapat bagian solo.
Semenjak itu, pekerjaanku bertambah. Selain tampil di Shounen Club, aku juga terkadang tampil di Music Station. Aku juga pernah menjadi backdancer di konser para senpai. Aku juga terlibat dalam beberapa PV sebagai backdancer. Salah satunya PV Seishun Amigo yang dibawakan oleh Yamashita dan Kamenashi. Karena lagu ini cukup populer, PV ini sering ditampilkan di berbagai tempat. Rasanya malu saat melihat diriku yang kecil ini berada disana sambil menari.
Tahun 2007 adalah tahun yang paling kuingat. Pada saat itu, grup kontemporer yang dibentuk, Hey! Say! 7, berhasil menjadi pembicaraan hangat di media massa. Grup ini berhasil meraih peringkat 1 di Oricon dengan rata-rata anggotanya berumur 14 tahun. Beberapa junior lain langsung gempar. Aku tahu kalau banyak diantara mereka merasa iri dengan kesuksesan grup ini. Termasuk aku. Aku yakin kalau 5 orang ini akan segera debut. Kata debut tidak mustahil lagi bagi mereka berlima.
Suatu pengumuman dari Johnny’s-san mengagetkan kami semua. Johnny’s-san bilang kalau akan ada grup junior yang akan segera debut. Para fans menduga kalau grup ya-ya-Yah yang akan debut. Mengingat grup ini sudah lama terbentuk dan sudah memiliki fans tetap. Mereka juga punya acara variety show sendiri. Aku merasa iri dengan grup itu. Apakah debut juga mungkin bagiku?
Suatu hari, aku mendapat perintah. Aku diminta datang ke sebuah studio untuk melakukan pemotretan. Kupikir ini adalah pemotretan untuk majalah seperti biasanya. Ketika aku tiba disana, aku bertemu dengan semua anggota Hey! Say! 7. Yabu, Hika, dan Inoo juga hadir disana. Tidak lupa ada si Okamoto, anak dari anggota Otokogumi, Okamoto Kenichi. Kami bersepuluh berkumpul disana. Aku merasa heran dengan anggota yang berkumpul ini.
“Hari ini kalian akan melakukan pemotretan untuk promosi debut single kalian. Kalian bersepuluh akan debut dengan nama Hey! Say! JUMP”.
Aku sangat terkejut saat mendengarnya. Kami semua akan debut? Termasuk aku? Apakah ini mimpi? Aku melihat member yang lain, mereka sama terkejutnya denganku. Ekspresi muka bahagia kami tidak bisa disembunyikan lagi.
Mulai saat itulah, kehidupanku sebagai salah satu member Hey! Say! JUMP dimulai. Setelah melakukan debut, pekerjaan kami semakin bertambah. Kami lebih sering muncul di TV. Bahkan aku bersama dengan Nakajima dan Yamada tampil di sebuah acara show bernama Showa x heisei. Benar-benar berbeda dengan saat aku masih junior dulu. Betul-betul terasa kalau aku kini telah menjadi artis.
Aku sudah mulai terbiasa dengan kehidupan artis sebagai anggota JUMP. 10 orang bukan jumlah yang sedikit. Entah kenapa aku merasa nyaman disini. Ini bukan pertama kalinya aku berada di dalam grup yang jumlahnya banyak. JJ ekspress dulu juga memiliki anggota yang tidak kalah banyak, yaitu 9 orang. Tapi anggota JUMP membuatku cukup nyaman. Maklumlah, aku sudah mengenal mereka sejak masih junior. Kami juga sudah sering bertemu, jadi tidak butuh lama untuk terbiasa.
Beberapa tahun setelah debut, beberapa member mulai menerima pekerjaan lain. Yamada, Chinen, Nakajima, dan Arioka, mereka berempat mendapatkan peran di sebuah film dan dorama. Takaki juga mendapat peran utama di sebuah dorama, Gokusen. Hikaru dan Yabu menjadi sebuah host di acara variety show baru. Inoo sibuk belajar dan sukses diterima di Universitas Meiji. Sebuah prestasi yang menggembirakan. Hanya aku dan Keito yang tidak memiliki suatu kegiatan khusus. Tapi aku tahu kalau diam-diam Keito berlatih untuk meningkatkan kemampuan dancenya. Dia sering dimarahi oleh pelatih karena sering salah gerakan.
Beberapa member mulai menunjukkan kemajuan setelah debut. Yamada, kemajuannya yang paling terlihat. Kini dia sering mendapatkan bagian solo. Dia juga mulai sering muncul di dorama. Beberapa member juga mulai mendapat bagian solo masing-masing dalam lagu. Hanya tinggal aku, Keito, dan Inoo yang tidak mendapatkan bagian. Hanya beberapa lagu saja dimana aku mendapat solo, seperti lagu Ganbaretsugo!.
Pada waktu konser, beberapa member memiliki penampilan lagu solo masing-masing. Inoo dan Keito berkolaborasi dengan Hika dan Yuto menampilkan penampilan band. Yabu juga terkadang ikut bersama mereka. Aku sedikit sekali memiliki bagian dalam konser. Aku memang tidak memiliki keterampilan bermain alat musik seperti yang lain. Aku juga tidak bagus dalam bernyanyi. Satu-satunya yang kubanggakan hanya kemampuan danceku saja.
Aku merasa lelah dengan keadaan sekarang. Aku juga ingin mendapat sorotan lebih seperti Yamada. Aku akan melakukan apapun agar aku bisa lebih terkenal dari saat ini. Kini aku merasa menyesal memilki pemikiran seperti itu. Seandainya aku tidak memiliki niat seperti itu, tentu kini aku bisa tetap menjadi artis. Jika saja aku bisa berpikir sedikit dewasa, tentu aku tidak akan merasa menyesal seperti ini.
Suatu siang, aku diajak keluar oleh seorang teman. Kebetulan pada saat itu aku sedang tidak ada kerjaan. Temanku ini mengajakku pergi ke sebuah restoran. Aku mengikuti ajakan temanku. Kami makan bersama. Temanku ini orangnya cukup pemberani. Kenapa? Karena meskipun dia masih di bawah umur, tapi dia sudah melakukan hal yang baru boleh dilakukan setelah dewasa. Seperti merokok.
Temanku menghisap rokoknya dengan santai di hadapanku. Aku yang penasaran pun ingin mencoba bagaimana rasanya. Aku menghisap sebatang rokok yang kuminta dari temanku. Awalnya aku terbatuk-batuk saat menghisap asap rokok. Tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa. Entah kenapa aku merasa sangat keren saat berhasil menghisap habis sebatang rokok.
Aku pun ketagihan. Aku meminta lagi sebatang rokok ke temanku. Saking asyiknya aku menghisap rokok, aku tidak sadar kalau sedari tadi aku diperhatikan oleh seorang wartawan yang kebetulan juga berada disana.
Wartawan itu kemudian menghampiriku dan berusaha mewawancaraiku. Aku tidak percaya kalau orang yang ada di hadapanku saat ini adalah seorang wartawan. Dengan santainya aku merokok di hadapannya. Aku malah menantangnya untuk mempublikasikan soal ini di majalahnya. Aku malah merasa senang bila akibat ini media bisa terpusat padaku. Tidak kusangka, hal ini akan membuatku merana.
Kini kami disibukkan dengan kegiatan promosi single ke-7 kami, OVER. Kami sibuk melakukan promosi dimana-mana. Selain itu, kami juga disibukkan dengan latihan untuk konser Summary 2011. Kesuksesan konser Summary 2010 membuat kami harus menampilkan yang lebih baik lagi untuk konser Summary tahun ini.
Pagi ini, aku dibangunkan dengan berita yang tidak mengenakkan. Berita yang sama sekali tidak kuduga.
“Kak! Bangun! Gawat!”
Shin masuk ke kamarku dengan tergesa-gesa. Aku yang masih setengah sadar merasa kesal dengan Shin yang tiba-tiba masuk ke kamarku.
“Ada apa sih?”, tanyaku kesal.
Shin menyodorkan sebuah majalah ke arahku. Dia menunjuk ke sebuah artikel. Aku melihat majalah itu dengan malas. Tiba-tiba mataku terbuka lebar saat melihat fotoku terpampang disana. Aku sangat terkejut melihat fotoku yang sedang merokok terpampang disana. Aku lalu membaca berita yang tertulis di artikel tersebut. Semua yang ditulis disana membuat imejku menjadi buruk. Tanganku gemetar. Perasaanku tidak enak.
Ponselku tiba-tiba berbunyi. Aku mendapat sebuah telepon. Aku diminta untuk segera menghadapi Johnny san segera. Jantungku berdetak dengan kencang. Aku sudah menduga apa yang akan dibicarakan Johnny-san nanti.
Aku melangkahkan kakiku dengan ragu-ragu. Sepanjang perjalanan, aku terus merasa gemetar. Aku tahu apa yang akan kudapatkan nanti. Pikiranku sudah mulai dipenuhi dengan pikiran buruk.
Johnny-san menanyaiku mengenai kebenaran foto dan artikel. Aku mengatakan semuanya. Aku bisa melihat raut wajah Johnny-san yang semakin memburuk. Aku ragu meneruskan ceritaku, tapi kurasa aku wajib menceritakan semuanya. Meskipun aku tahu apa nanti yang akan dikatakan oleh beliau.
“Morimoto-kun, mulai hari ini, kegiatan artismu akan dihentikan. Kau kami skorsing hingga waktu yang ditentukan. Kau dilarang melakukan kegiatan apapun selama skorsing, termasuk kegiatanmu yang akan datang bersama Hey! Say! JUMP. Mulai hari ini, JUMP akan melakukan aktivitas dengan anggota 9 orang”
Aku tertunduk lemas. Hatiku merasa tersayat. Aku sudah tahu kalau ini akan terjadi. Seandainya waktu itu aku lebih percaya kalau orang yang ada di hadapanku itu adalah wartawan. Seandainya waktu itu aku tidak merokok. Bukan, yang lebih kusesali adalah niatku yang ingin mendapat perhatian yang lebih dari member yang lain. Seandainya rasa iri dan serakahku tidak menguasaiku, ini tidak akan terjadi. Seandainya aku bisa bersikap lebih dewasa, aku bisa memikirkan dengan baik tindakan yang kulakukan.
Tidak ada gunanya menyesali ini sekarang. Semuanya sudah terlambat. Penyesalan memang selalu datang terakhir. Seandainya aku bisa mengulang waktu, akan kucegah semua ini agar tidak terjadi.
END
Maaf ya, membuat reader baper dengan ff ini.
Ini ff lama, tp baru kurepost disini.
Dulu pertama kali kupost di fb, cuma lupa repost disini.
Ryutaro sekarang punya grup baru dan memang bukan anggota JUMP lagi, tapi di beberap ffku, aku tetap mengikutsertakan dia sebagai member. Itu karena ff yg kubuat ini, sebelum ada pengumuman resmi mengenai Zero. Jd aku masih menganggap dia sebagai bagian dari JUMP.
Jikalau kalian menemukan ff yg tidak ada Ryutaro, itu berarti ff itu baru kubuat.
Sekali lagi, dukung JUMP dan Zero ya... :)
Genre : Angst, drama
Aku merupakan seorang artis. Namaku Morimoto Ryutaro. Aku bekerja dalam naungan sebuah agensi yang bernama Johnny’s Entertainment. Pada tahun 2004, aku mengikuti audisi di JE. Aku masih ingat saat itu. Aku tampil dalam sebuah acara Johnny’s Junior yang bernama Ya-ya-Yah. Disana pertama kalinya aku menjadi backdancer di hadapan kamera. Aku tidak sendirian, puluhan Johnny’s Junior yang lain juga melakukan hal yang sama. Rasa gugup tetap kurasakan meskipun aku tidak sendirian. Aku masih berusia 9 tahun saat mengikuti audisi. Jadi wajar saja kalau aku merasa gugup.
Rasa senang tidak terkira kurasakan saat aku menerima pemberitahuan lulus audisi. Aku sangat bahagia, tidak kusangka aku yang masih kecil ini bisa diterima di JE. Aku sangat bersemangat mengikuti training disana untuk menjadi artis. Awalnya, aku sama sekali tidak menduga kalau aku bisa menjadi artis.
Pada saat pelatihan junior, aku berkenalan dengan seorang junior yang lain. Namanya Yamada Ryosuke. Aku masih ingat pernah bertemu dengannya saat audisi. Usianya lebih tua dariku, dia berumur 11 tahun. Kami lolos audisi bersama-sama. Tapi, aku tidak ingin memanggilnya dengan ucapan –san meskipun dia lebih tua. Toh, sekarang posisi kami berdua sama kan? Yamada terlihat sedikit keberatan dengan hal itu, tapi aku tidak peduli. Semenjak itu hubungan kami bagaikan teman sekaligus rival.
Beberapa hari setelah aku menjadi junior, aku mulai mengenal anggota Johnny’s Junior lain yang lebih senior. Beberapa dari mereka sudah sering tampil di TV, sebut saja anggota Ya-ya-Yah, JJ Ekspress, Kis-My-Ft, A.B.C, Question, dan KAT-TUN. Aku pernah melihat penampilan mereka di Music Station. Kini semenjak aku menjadi junior, aku sering menjadi backdancer mereka.
Aku sempat berpikir untuk keluar dari JE. Aku tidak tahan menjalani latihan yang sangat berat. Pelatih kami sangat keras. Dia tidak ragu-ragu untuk memarahi kami, bahkan kepadaku yang masih kecil. Tapi, suatu hal mengubah keputusanku. Adikku, Morimoto Shintaro, lolos audisi di JE. Kini dia juga menjadi junior, sama sepertiku. Tidak mungkin kan, aku sebagai kakaknya malah keluar begitu saja begitu tahu adikku juga masuk ke dunia yang sama denganku? Aku memutuskan untuk mengurungkan niatku dan tetapm bertahan di JE. Aku ingin menjadi contoh kakak yang baik baginya. Meskipun aku sering bertengkar dengannya di rumah. Aku berharap aku bisa menunjukkan sosokku yang keren saat di tempat latihan.
Kesabaran membuahkan hasil. Pada tahun 2006,aku menjadi member salah satu grup junior terkenal, JJ.Ekspress. Aku menjadi member termuda disana. Aku tahu, banyak junior yang lain yang iri denganku. Termasuk Yamada. Yamada sangat kesal saat tahu aku berhasil bergabung dengan JJ.Ekspress.
Menjadi anggota sebuah grup, berarti mendapatkan sorotan yang lebih banyak. Aku sangat gugup saat pertama kali aku bergabung dengan JJ Ekspress. Semua anggotanya rata-rata lebih tua dariku. Untunglah, Inoo Kei, ketua JJ Ekspress sangat ramah. Member yang lain juga ramah padaku. Seperti Hasshi, Fukka, Arioka, Takaki, Nakajima, Kamei, mereka juga sangat baik padaku. Mungkin karena aku yang paling kecil dan yang paling muda, maka mereka memberi perhatian yang lebih padaku.
Aku sempat merasa minder saat disuruh menyanyi di dalam grup. Memang aku tidak mendapat bagian solo karena suaraku tidak terlalu bagus. Tapi tetap saja aku merasa takut suaraku yang sumbang ini terdengar. Aku sangat kagum terhadap Nakajima yang sering sekali mendapatkan bagian solo. Aku juga kagum terhadap Yabu dan Hikaru. Aku sering menjadi backdancer mereka saat mereka mendapat bagian solo. Ingin rasanya aku bisa seperti mereka. Aku ingin mendapat bagian solo.
Semenjak itu, pekerjaanku bertambah. Selain tampil di Shounen Club, aku juga terkadang tampil di Music Station. Aku juga pernah menjadi backdancer di konser para senpai. Aku juga terlibat dalam beberapa PV sebagai backdancer. Salah satunya PV Seishun Amigo yang dibawakan oleh Yamashita dan Kamenashi. Karena lagu ini cukup populer, PV ini sering ditampilkan di berbagai tempat. Rasanya malu saat melihat diriku yang kecil ini berada disana sambil menari.
Tahun 2007 adalah tahun yang paling kuingat. Pada saat itu, grup kontemporer yang dibentuk, Hey! Say! 7, berhasil menjadi pembicaraan hangat di media massa. Grup ini berhasil meraih peringkat 1 di Oricon dengan rata-rata anggotanya berumur 14 tahun. Beberapa junior lain langsung gempar. Aku tahu kalau banyak diantara mereka merasa iri dengan kesuksesan grup ini. Termasuk aku. Aku yakin kalau 5 orang ini akan segera debut. Kata debut tidak mustahil lagi bagi mereka berlima.
Suatu pengumuman dari Johnny’s-san mengagetkan kami semua. Johnny’s-san bilang kalau akan ada grup junior yang akan segera debut. Para fans menduga kalau grup ya-ya-Yah yang akan debut. Mengingat grup ini sudah lama terbentuk dan sudah memiliki fans tetap. Mereka juga punya acara variety show sendiri. Aku merasa iri dengan grup itu. Apakah debut juga mungkin bagiku?
Suatu hari, aku mendapat perintah. Aku diminta datang ke sebuah studio untuk melakukan pemotretan. Kupikir ini adalah pemotretan untuk majalah seperti biasanya. Ketika aku tiba disana, aku bertemu dengan semua anggota Hey! Say! 7. Yabu, Hika, dan Inoo juga hadir disana. Tidak lupa ada si Okamoto, anak dari anggota Otokogumi, Okamoto Kenichi. Kami bersepuluh berkumpul disana. Aku merasa heran dengan anggota yang berkumpul ini.
“Hari ini kalian akan melakukan pemotretan untuk promosi debut single kalian. Kalian bersepuluh akan debut dengan nama Hey! Say! JUMP”.
Aku sangat terkejut saat mendengarnya. Kami semua akan debut? Termasuk aku? Apakah ini mimpi? Aku melihat member yang lain, mereka sama terkejutnya denganku. Ekspresi muka bahagia kami tidak bisa disembunyikan lagi.
Mulai saat itulah, kehidupanku sebagai salah satu member Hey! Say! JUMP dimulai. Setelah melakukan debut, pekerjaan kami semakin bertambah. Kami lebih sering muncul di TV. Bahkan aku bersama dengan Nakajima dan Yamada tampil di sebuah acara show bernama Showa x heisei. Benar-benar berbeda dengan saat aku masih junior dulu. Betul-betul terasa kalau aku kini telah menjadi artis.
Aku sudah mulai terbiasa dengan kehidupan artis sebagai anggota JUMP. 10 orang bukan jumlah yang sedikit. Entah kenapa aku merasa nyaman disini. Ini bukan pertama kalinya aku berada di dalam grup yang jumlahnya banyak. JJ ekspress dulu juga memiliki anggota yang tidak kalah banyak, yaitu 9 orang. Tapi anggota JUMP membuatku cukup nyaman. Maklumlah, aku sudah mengenal mereka sejak masih junior. Kami juga sudah sering bertemu, jadi tidak butuh lama untuk terbiasa.
Beberapa tahun setelah debut, beberapa member mulai menerima pekerjaan lain. Yamada, Chinen, Nakajima, dan Arioka, mereka berempat mendapatkan peran di sebuah film dan dorama. Takaki juga mendapat peran utama di sebuah dorama, Gokusen. Hikaru dan Yabu menjadi sebuah host di acara variety show baru. Inoo sibuk belajar dan sukses diterima di Universitas Meiji. Sebuah prestasi yang menggembirakan. Hanya aku dan Keito yang tidak memiliki suatu kegiatan khusus. Tapi aku tahu kalau diam-diam Keito berlatih untuk meningkatkan kemampuan dancenya. Dia sering dimarahi oleh pelatih karena sering salah gerakan.
Beberapa member mulai menunjukkan kemajuan setelah debut. Yamada, kemajuannya yang paling terlihat. Kini dia sering mendapatkan bagian solo. Dia juga mulai sering muncul di dorama. Beberapa member juga mulai mendapat bagian solo masing-masing dalam lagu. Hanya tinggal aku, Keito, dan Inoo yang tidak mendapatkan bagian. Hanya beberapa lagu saja dimana aku mendapat solo, seperti lagu Ganbaretsugo!.
Pada waktu konser, beberapa member memiliki penampilan lagu solo masing-masing. Inoo dan Keito berkolaborasi dengan Hika dan Yuto menampilkan penampilan band. Yabu juga terkadang ikut bersama mereka. Aku sedikit sekali memiliki bagian dalam konser. Aku memang tidak memiliki keterampilan bermain alat musik seperti yang lain. Aku juga tidak bagus dalam bernyanyi. Satu-satunya yang kubanggakan hanya kemampuan danceku saja.
Aku merasa lelah dengan keadaan sekarang. Aku juga ingin mendapat sorotan lebih seperti Yamada. Aku akan melakukan apapun agar aku bisa lebih terkenal dari saat ini. Kini aku merasa menyesal memilki pemikiran seperti itu. Seandainya aku tidak memiliki niat seperti itu, tentu kini aku bisa tetap menjadi artis. Jika saja aku bisa berpikir sedikit dewasa, tentu aku tidak akan merasa menyesal seperti ini.
Suatu siang, aku diajak keluar oleh seorang teman. Kebetulan pada saat itu aku sedang tidak ada kerjaan. Temanku ini mengajakku pergi ke sebuah restoran. Aku mengikuti ajakan temanku. Kami makan bersama. Temanku ini orangnya cukup pemberani. Kenapa? Karena meskipun dia masih di bawah umur, tapi dia sudah melakukan hal yang baru boleh dilakukan setelah dewasa. Seperti merokok.
Temanku menghisap rokoknya dengan santai di hadapanku. Aku yang penasaran pun ingin mencoba bagaimana rasanya. Aku menghisap sebatang rokok yang kuminta dari temanku. Awalnya aku terbatuk-batuk saat menghisap asap rokok. Tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa. Entah kenapa aku merasa sangat keren saat berhasil menghisap habis sebatang rokok.
Aku pun ketagihan. Aku meminta lagi sebatang rokok ke temanku. Saking asyiknya aku menghisap rokok, aku tidak sadar kalau sedari tadi aku diperhatikan oleh seorang wartawan yang kebetulan juga berada disana.
Wartawan itu kemudian menghampiriku dan berusaha mewawancaraiku. Aku tidak percaya kalau orang yang ada di hadapanku saat ini adalah seorang wartawan. Dengan santainya aku merokok di hadapannya. Aku malah menantangnya untuk mempublikasikan soal ini di majalahnya. Aku malah merasa senang bila akibat ini media bisa terpusat padaku. Tidak kusangka, hal ini akan membuatku merana.
Kini kami disibukkan dengan kegiatan promosi single ke-7 kami, OVER. Kami sibuk melakukan promosi dimana-mana. Selain itu, kami juga disibukkan dengan latihan untuk konser Summary 2011. Kesuksesan konser Summary 2010 membuat kami harus menampilkan yang lebih baik lagi untuk konser Summary tahun ini.
Pagi ini, aku dibangunkan dengan berita yang tidak mengenakkan. Berita yang sama sekali tidak kuduga.
“Kak! Bangun! Gawat!”
Shin masuk ke kamarku dengan tergesa-gesa. Aku yang masih setengah sadar merasa kesal dengan Shin yang tiba-tiba masuk ke kamarku.
“Ada apa sih?”, tanyaku kesal.
Shin menyodorkan sebuah majalah ke arahku. Dia menunjuk ke sebuah artikel. Aku melihat majalah itu dengan malas. Tiba-tiba mataku terbuka lebar saat melihat fotoku terpampang disana. Aku sangat terkejut melihat fotoku yang sedang merokok terpampang disana. Aku lalu membaca berita yang tertulis di artikel tersebut. Semua yang ditulis disana membuat imejku menjadi buruk. Tanganku gemetar. Perasaanku tidak enak.
Ponselku tiba-tiba berbunyi. Aku mendapat sebuah telepon. Aku diminta untuk segera menghadapi Johnny san segera. Jantungku berdetak dengan kencang. Aku sudah menduga apa yang akan dibicarakan Johnny-san nanti.
Aku melangkahkan kakiku dengan ragu-ragu. Sepanjang perjalanan, aku terus merasa gemetar. Aku tahu apa yang akan kudapatkan nanti. Pikiranku sudah mulai dipenuhi dengan pikiran buruk.
Johnny-san menanyaiku mengenai kebenaran foto dan artikel. Aku mengatakan semuanya. Aku bisa melihat raut wajah Johnny-san yang semakin memburuk. Aku ragu meneruskan ceritaku, tapi kurasa aku wajib menceritakan semuanya. Meskipun aku tahu apa nanti yang akan dikatakan oleh beliau.
“Morimoto-kun, mulai hari ini, kegiatan artismu akan dihentikan. Kau kami skorsing hingga waktu yang ditentukan. Kau dilarang melakukan kegiatan apapun selama skorsing, termasuk kegiatanmu yang akan datang bersama Hey! Say! JUMP. Mulai hari ini, JUMP akan melakukan aktivitas dengan anggota 9 orang”
Aku tertunduk lemas. Hatiku merasa tersayat. Aku sudah tahu kalau ini akan terjadi. Seandainya waktu itu aku lebih percaya kalau orang yang ada di hadapanku itu adalah wartawan. Seandainya waktu itu aku tidak merokok. Bukan, yang lebih kusesali adalah niatku yang ingin mendapat perhatian yang lebih dari member yang lain. Seandainya rasa iri dan serakahku tidak menguasaiku, ini tidak akan terjadi. Seandainya aku bisa bersikap lebih dewasa, aku bisa memikirkan dengan baik tindakan yang kulakukan.
Tidak ada gunanya menyesali ini sekarang. Semuanya sudah terlambat. Penyesalan memang selalu datang terakhir. Seandainya aku bisa mengulang waktu, akan kucegah semua ini agar tidak terjadi.
END
Maaf ya, membuat reader baper dengan ff ini.
Ini ff lama, tp baru kurepost disini.
Dulu pertama kali kupost di fb, cuma lupa repost disini.
Ryutaro sekarang punya grup baru dan memang bukan anggota JUMP lagi, tapi di beberap ffku, aku tetap mengikutsertakan dia sebagai member. Itu karena ff yg kubuat ini, sebelum ada pengumuman resmi mengenai Zero. Jd aku masih menganggap dia sebagai bagian dari JUMP.
Jikalau kalian menemukan ff yg tidak ada Ryutaro, itu berarti ff itu baru kubuat.
Sekali lagi, dukung JUMP dan Zero ya... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar