Sabtu, 20 Juni 2015

SPD (Special Police Department)

Main Cast : Inoo Kei
Cast : Hey! Say! BEST
Genre : Misteri, Suspense, Komedi (?)
Ceritanya ini terinspirasi dari beberapa anime, manga, dorama, dan movie. Jadi kalau ada kemiripan karakter dan cerita, mohon dimaafkan.
Nah, bisakah kalian tebak apa aja anime, manga, drama, dan movie yang kupakai disini?
intro
Main cast POV
Hari ini adalah hari yang kutunggu. Hari dimana aku mendapat lambang sakura bertengger di seragamku. Hari dimana aku bisa mengabdikan diriku untuk orang lain.
Upacara pelantikan telah berakhir. Aku telah resmi menjadi seorang polisi. Tidak terasa, sudah hampir 2 tahun aku berada di akademi kepolisian dan sekarang aku telah lulus, sebagai lulusan terbaik.
Yang menjadi permasalahanku sekarang adalah dimana aku akan bekerja? Ada 4 divisi disini. Divisi 1 menangani kasus kriminal Berat seperti pembunuhan. Divisi 2 menangani kasus kriminal ringan. Divisi 3 menangani kasus kebakaran dan kasus sepele lain. Divisi 4 adalah Divisi lalu lintas singkatnya Polantas.
Aku pribadi sebenarnya ingin masuk divisi 1, tapi keputusan akhir ada di kepala polisi. Dialah yang memutuskan posisi anggota baru.
"Inoo Kei"
Kepala polisi memanggilku. Selembar kertas yang ada di tangannya membuatku paham alasan pak kepala memanggilku.
"Mulai hari ini, kau akan ditempatkan di Divisi 5 atau biasa disebut SPD"
"SPD?", tanyaku.
"Special Police Department"
Normal POV
Seorang wanita muda berjalan mantap menuju kantor polisi. Mukanya tampak cukup bersemangat. Tapi meski begitu, semangat itu rasanya tidak mampu menyembunyikan rasa cemas dan bingung yang dia rasakan dari kemarin. Seharusnya hari ini dia mulai bekerja dengan gembira karena dia bisa menjadi seorang polisi seperti yang dia impikan, tapi berita penempatan pekerjaannya-lah yang membuatnya bingung.
Flashback
“SPD?”
“Special Police Department”
Inoo menatap kepala polisi dengan heran. Dia tidak pernah tahu kalau di kepolisian ini ada divisi yang ke-5. Setahu dia, hanya ada 4 divisi. Apalagi nama SPD. Dia sama sekali tidak pernah mendengar nama ini sebelumnya.
“Maaf sebelumnya pak, apa bapak tidak salah? Setahu saya hanya ada 4 divisi disini”
“Tidak. Aku tidak salah”. Pak kepala polisi berjalan mendekati Inoo. “SPD adalah divisi rahasia. Tidak banyak orang tahu mengenai divisi ini. yang mengetahui keberadaan mereka hanyalah para petinggi kepolisian”. Suara pak kepala setengah berbisik. Tanda bahwa dia tidak ingin pembicaraan ini didengar oleh orang banyak.
Inoo mengernyitkan dahi. “Kalau divisi ini bersifat rahasia, kenapa saya malah ditempatkan disana?”
“Para petinggi sudah melihat kemampuanmu dan mereka setuju agar kau masuk ke SPD. Sudah lama kami mencari orang yang cocok untuk menambah anggota SPD, dan kami semua memilihmu. Inoo Kei, kau adalah lulusan terbaik akademi kepolisian. Nilai-nilaimu semua memuaskan. Kemampuan lapanganmu pun tidak kalah hebatnya. Kau seorang jenius”
Inoo tersipu malu saat mendengar seorang kepala polisi memuji prestasinya. Dia tidak menyangka akan mendapat pujian dari seorang kepala polisi.
“Baiklah pak. Saya terima tawaran itu. saya akan menjadi anggota SPD”
Tanpa pikir panjang Inoo menerima tawaran itu. Habisnya, dia merasa sangat senang saat kepala polisi memujinya. Saking senangnya Inoo, dia sampai lupa bertanya tentang SPD. Berapa anggotanya, apa kasus yang ditangani mereka, dan lain-lain.
Flashback End
Inoo kini sudah berada di depan kantor kepolisian pusat. Dia menatap gedung megah yang berdiri di hadapannya. Lambang sakura yang bertengger di atas gedung membuatnya gemetar. Dia sama sekali tidak menyangka kalau lambang sakura yang sama juga kini menempel di bajunya.
Inoo menarik nafas panjang. Berusaha menenangkan diri. Sejak kemarin dia tidak bisa tenang memikirkan pekerjaan barunya ini.
“INOO! Kemari!”
Inoo menoleh, terlihat olehnya pak kepala polisi sedang melambaikan tangan padanya. Dengan segera Inoo menuju ke arah pak kepala. Inoo langsung memberikan sikap hormat pada pak kepala.
“Kau datang tepat waktu. Nah, aku akan mengantarmu menuju SPD. Kau tidak tahu tempatnya kan?”
Inoo menggeleng. Dia baru sadar kalau dia tidak tahu dimana letak SPD. Inoo kemudian berjalan mengikuti pak kepala. Setelah beberapa langkah, dia mulai menyadari sesuatu.
“Ehm... permisi pak...”
“Ya?”
“Kemana kita akan pergi? Gedung utama kantor kepolisian kan ada di sebelah sana”, tanya Inoo setelah sadar kalau mereka berdua semakin menjauhi gedung utama.
“Ke kantor SPD. SPD memiliki kantor tersendiri yang letaknya terpisah dari gedung utama. Jaraknya hanya 10 menit dari gedung utama kok. Nah, itu dia!”
Kepala polisi menunjuk sebuah gedung kecil yang ada di hadapan mereka. Inoo langsung mengernyitkan alisnya. Gedung itu kelihatan sangat sederhana. Bahkan Inoo mengira gedung itu adalah sebuah gudang saat dia melihatnya pertama kali. Apa benar itu kantor SPD?
Kepala polisi membuka pintu gedung kecil itu. Inoo mengucek matanya tidak percaya saat melihat isi gedung itu. kondisi ruangan di dalam gedung kecil itu tidak kalah megah dengan ruangan gedung utama. Bahkan gedung kecil itu juga dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih. Inoo sempat melihat ada beberapa kamera pengintai yang terpasang di luar dan dalam gedung.
Kepala polisi menuju ke satu-satunya pintu yang ada di dalam ruangan tersebut. Inoo mengikuti dari belakang.
“Selamat datang di SPD”, seru kepala polisi saat membuka pintu.
Inoo melangkah masuk. Sekali lagi, Inoo merasa takjub saat melihat isi ruangan itu. Ruangan itu terlihat sangat luas, Inoo tidak menyangka kalau gedung kecil itu sangat luas di dalamnya.
Inoo melihat ke sekeliling ruangan. Ada 5 ruang kecil yang dipisahkan dengan kaca. Masing-masing ruangan berisi berbagai macam benda. Hanya 4 ruangan yang terlihat berisi. Sedangkan 1 ruang masih kosong. Inoo melihat ke arah salah satu pintu ruang yang berada di dekatnya. Terdapat sebuah papan nama. Itu berarti yang ada di dalam ruang itu adalah anggota SPD.
“UWAAA!!!!!!”
Inoo tersontak kaget saat seseorang keluar dari arah pintu yang ada di dekatnya. Seorang laki-laki jangkung, rambutnya disemir coklat, kulitnya berwarna sedikit gelap untuk orang Jepang. Laki-laki itu segera melepas kacamata yang bertengger di wajahnya.
“Perempuan! anggota baru kita ternyata seorang perempuan!”
Laki-laki itu berseru dengan semangat. Laki-laki itu kemudian berjalan menghampiri Inoo. Dia membungkukkan badannya dengan sopan. Inoo merasa tidak enak sempat mengira dia lelaki aneh. laki-laki itu kemudian memegang tangan Inoo. Dia mengamati Inoo dari atas hingga bawah, kemudian tersenyum.
“Akhirnya... selain Daichan, ada seorang perempuan lagi. Kau juga lumayan cantik”, puji lelaki itu. inoo sempat tersipu sedikit mendengarnya.
“Yuyan kejam! Bukankah aku juga ada?”
Seseorang tiba-tiba sudah berdiri di belakang lelaki itu. Inoo terperanjat kaget. Dia sama sekali tidak menyadari kehadiran orang itu. Orang itu mengenakan sebuah mini dress, rambutnya berwarna pirang dan potongannya pendek, tubuhnya juga sama tingginya dengannya, wajahnya juga lumayan cantik. Diakah yang dipanggil ‘daichan’ oleh lelaki ini?
“Mana mau aku dengan wanita jadi-jadian sepertimu. Aku masih lebih menyukai wanita tulen”, jawab lelaki itu.
Inoo yang mendengarkan percakapan itu seketika langsung melongo. Orang yang mengenakan dress di hadapannya ini adalah seorang lelaki?
“Takaki, Yaotome, jaga sikap kalian di hadapan anggota baru. Dimana Arioka dan Yabu?”, ucap kepala polisi.
“Aku disini”, seseorang tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka. Tangannya menenteng sebuah notebook mini. Tubuhnya pendek. Rambutnya juga acak-acakan seperti tidak pernah disisir. Kacamata bundar tebal yang ada di wajahnya memberi kesan chubby pada wajahnya.
“Lalu Yabu?”, tanya kepala polisi.
Mereka bertiga serentak menunjuk ke arah ruangan yang ada di sebelah kiri. Inoo kembali terperanjat kaget saat melihat ada kepulan asap putih di dalam ruangan tersebut. Inoo langsung memasang wajah panik. Tapi, ketiga orang lainnya malah memasang muka cuek sedangkan kepala polisi hanya bisa mendesah pelan.
“YABU! Cepat keluar!”, seru kepala polisi.
Kepulan asap putih semakin memenuhi ruangan tersebut. Sehingga tidak ada yang bisa memberitahu apa yang terjadi disana. Tidak berapa lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka. Seseorang yang mengenakan jas putih dan masker keluar dari kumpulan asap tebal tersebut. Orang itu mengeluarkan sebuah remot dari sakunya dan kemudian menekan salah satu tombol. Tidak berapa lama, asap itu seperti disedot ke suatu tempat dan menghilang.
“Nah. Semua sudah berkumpul. Kalian semua, perkenalkan dia...”
“Inoo Kei. 25 tahun. Lulusan terbaik akademi kepolisian tahun ini. Meraih semua nilai A untuk segala objek. Kemampuan prakteknya pun dinilai terampil. Hee... lumayan juga”
Orang yang berpenampilan acak-acakan itu langsung memotong pembicaraan kepala polisi. Dengan santainya dia melihat ke arah notebook yang ada di hadapannya.
“Baiklah. Kalau begitu, aku akan memperkenalkan padamu anggota SPD disini”, ucap kepala polisi. Dia mulai menunjuk ke arah lelaki berambut pirang yang berada paling dekat dengan Inoo. “Berlawanan dengan jarum jam, dia Takaki Yuya, Arioka Daiki, Yaotome Hikaru, dan yang terakhir Yabu Kota”
“Takaki Yuya, Arioka Daiki, Yaotome Hikaru, Yabu Kota...” Inoo menggumam sambil berusaha mengingat nama rekannya. Dia kemudian membelalakkan matanya setelah menyadari sesuatu.
“EH?!”, seru Inoo. “Takaki Yuya... salah satu pembunuh bayaran profesional, yang menjadi buruan CIA dan FBI?”. Yuya hanya tersenyum mendengar ucapan Inoo.
Inoo kemudian melihat ke sebelah Yuya, “Arioka Daiki... hacker jenius yang membobol sistem keamanan bank negara dan sempat membuat panik masyarakat karena tidak bisa melakukan transaksi jual beli selama seminggu?”
“Cracker, bukan hacker”, ralat Daiki.
“Yaotome Hikaru... the magician thief? Yang suka mencuri benda berharga dan barang bersejarah?”
“Kyaa... Jadi malu”, Hikaru langsung menutup mukanya dan bertingkah seperti seorang gadis.
“Dan kau...”, Inoo melihat ke arah Yabu. “Yabu Kota... ilmuwan gila yang meledakkan sebuah kota dengan bom buatannya dan membuat penduduk di kota sekitarnya masuk RS karena terpapar gas beracun?”
“Itu kecelakaan. Aku tidak sengaja meledakkan bom itu”, kilah Yabu.
Inoo menatap 4 orang yang ada di hadapannya. Mereka semua adalah penjahat jenius dan terkenal yang namanya ada di arsip ‘orang paling berbahaya’. Dan sekarang dia harus bekerja dengan mereka semua?
“Pak kepala... anda tidak salah menyuruh orang-orang ini bekerja di kepolisian?”, bisik Inoo.
“Inoo, terkadang untuk menangkap seorang penjahat handal kita butuh penjahat yang handal juga. Mereka bisa menangkap pelaku dengan pemikiran kriminal mereka. Buktinya, sampai saat ini, tidak ada kasus yang tidak bisa dipecahkan oleh mereka”
“Lalu, untuk apa saya ditempatkan disini?”, tanya Inoo.
Kepala polisi tersenyum. “Tugasmu adalah membantu dan mengawasi mereka. Selain itu, kau juga bisa bertindak sebagai mediator SPD dengan divisi lain. selama ini kami kesusahan mencari orang yang cocok dan bisa bekerjasama dengan mereka”
“Dan bapak kira saya bisa melakukannya?”, tanya Inoo.
Kepala polisi mengangguk dengan mantap. “Tidak usah khawatir. Mereka memang berbahaya bila menjadi musuh, tapi mereka akan menjadi rekan yang bisa diandalkan kalau mereka menjadi kawan”
“Sekali lagi, selamat datang di SPD”
Tsuzuku ~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar