Selasa, 16 Juni 2015

Tangkap Si Pelaku

Genre : Comedy, Drama

"WAAAAA!!!!!!"
Teriakan Inoo mengguncang rumah yang ditinggali semua anggota JUMP. Yabu, Daiki, dan Hika yang kebetulan sedang berada di kamar Yabu, menghentikan diskusi mereka mengenai lagu baru dan segera berlari keluar menuju kamar Inoo yang berada di sebelahnya.
"Inoo! Ada ap---", Yabu terperanjat kaget saat melihat kondisi kamar Inoo yang sangat berantakan. Buku-buku tebal berserakan, tempat tidur berantakan, jendela kamar yang terbuka membuat benda-benda kecil dan ringan yang ada disana bertebangan.
"INOO!", Hika menjerit saat mendapati Inoo terbaring tidak sadarkan diri. Sontak mereka bertiga berlari menghampiri Inoo.
"Apa yang terjadi? Kenapa Inoo bisa pingsan?", Daiki terus mengoceh tanpa henti.
"Sesuatu telah terjadi disini", Hika menunjukkan muka yang cukup serius. "Sebelumnya, kita mendengar teriakan Inoo, dan begitu kita kesini, Inoo sudah tidak sadarkan diri. Apa yang terja---", belum sempat Hika menyelesaikan kalimatnya, matanya terpaku pada sosok yang berlari melewati pintu. "Itu dia! Pasti dia pelakunya! Daichan, Ayo kita kejar dia. Yabu, kau disini saja bersama Inoo"
Yabu mengangguk. Daiki dan Hika segera berlari mengejar sang pelaku. Sang pelaku kemudian masuk ke kamar Yuya yang tepat berada di sebelah tangga. Hika dan Daiki pun mengikuti sang pelaku.
"Dimana dia?", tanya Hika pada Yuya dan Chii yang sedang asyik bermain game.
"Siapa?", tanya Yuya sambil terus fokus bermain.
"Hika! Dia disana! Dia bersembunyi di belakang lemari!", Daiki menunjuk ke lemari Yuya.
Hika segera berlari masuk ke kamar. Hika tidak menyadari kalau kakinya terbelit di kabel. PTAS! Game yang dimainkan Yuya dan Chii langsung mati.
"Yah... Hika!!!!!", Chii berteriak kesal pada Hika. Sedikit lagi, dia bisa menang Dari Yuya, tapi Hika mengacaukan semuanya. Dalam hati, Yuya mendesa lega karena berhasil lolos Dari kekalahan.
Hika terus mengejar sang pelaku, sayangnya, gerakan si pelaku cukup gesit sehingga berkali-kali lolos Dari tangkapan Hika.
"Hika minggir, biar aku yang membereskannya"
Daiki mengambil tongkat baseball yang ada di kamar Yuya. Dengan sekuat tenaga, Daiki mengayunkan tongkat itu.
"Daichan, a---", Chii berteriak memperingatkan Daiki.
BUAGH!
Sayang, peringatan Chii sedikit terlambat. Tongkat baseball itu berhasil mendarat sempurna di kepala Yuya. Yuya langsung pingsan saat itu juga.
"UWAA!!! YUYAN!!! Gomen!!!", teriak Daiki sambil memeluk Yuya yang sudah tidak sadarkan diri.
Hika langsung berlari keluar Dari kamar saat melihat si pelaku keluar. Hika berlari meninggalkan Daiki yang masih histeris.
Si pelaku turun menuju ke lantai 1. Hika pun turun. Si pelaku kemudian berlari menuju ruang tamu dimana Keito dan Yama berada. Mereka berdua tampaknya juga sibuk membahas lagu baru.
"Yama! Awas!"
Si pelaku berlari menuju Yama. Yama segera menoleh saat diperingati Hika. Muka Yama dan Keito langsung pucat saat melihat si pelaku yang berlari menghampiri mereka.
"Uwaaaa.....!!!!"
Yama dan Keito langsung berlari menuju Hika. Saking takutnya, mereka berdua memeluk Hika dengan erat. Hika sampai tidak bisa bergerak karena tubuhnya dikunci oleh Yama dan Keito.
"Hei kalian, lepaskan! Kalau begini, dia bisa lolos"
PLAK! Sebuah sandal melayang menuju sang pelaku. Si pelaku akhirnya terbujur kaku akibat tertimpa sandal. Yuto, yang melemparkan sandal, mengambil selembar tisu dan berjalan menuju si pelaku.
"Hanya gara-gara seekor kecoak, rumah ini ramai sekali", ucap Yuto sambil mengambil kecoak itu dan membuangnya ke tempat sampah.
END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar