Chapter 2
“Kau benar-benar tidak tahu siapa
cowok itu Takaki?”, tanya Yabu sekali lagi pada Takaki.
Takaki menghela nafas, ini sudah
kesekian kalinya Yabu bertanya seperti itu. Pertanyaan itu selalu diulang oleh
Yabu selama mereka menuju ke kelas. Takaki sudah malas mendengar pertanyaan
Yabu.
“Sudah kubilang berkali-kali
Yabu-kun... aku sama sekali tidak tahu siapa cowok itu”
Yabu melihat ke arah Takaki
dengan tidak percaya. “Tapi tampaknya dia mengenalmu dengan sangat baik. Bahkan
dia memanggilmu senpai. Sungguh kau tidak mengenalnya? Apa mungkin dia kouhaimu
dulu waktu SMP?”
“SMPku dulu itu SMP khusus putri
Yabu-kun... bagaimana bisa aku punya adik kelas cowok?”, lirih Takaki. “Tapi...
rasanya aku memang tidak asing saat melihat cowok itu. Mungkin aku memang
pernah bertemu dengannya, tapi aku lupa”
“Jiah... Dasar pelupa!”, Yabu
menjitak pelan kepala Takaki. Takaki hanya bersungut kesal dengan sikap Yabu.
“Tapi ngomong-ngomong, cowok itu jago sekali main basketnya. Meskipun pendek,
tapi kemampuan dribelnya bagus. Larinya juga cepat. Lompatannya juga bisa
dibilang cukup tinggi untuk ukuran tubuhnya yang pendek”
Takaki mengangguk setuju.
Permainan cowok pendek itu memang sangat bagus. Lincah dan gesit. Itu bukanlah
gerakan yang dimiliki oleh seseorang yang baru belajar basket. Takaki yakin
kalau cowok pendek itu sudah lama bermain basket. Takaki mengingat kembali gaya
permainan cowok pendek itu. Sekilas Takaki merasa pernah melihat seseorang yang
bermain sama persis dengan gerakan cowok itu, tapi dia lupa bagaimana wajahnya.
“Yabu! Taka-chan!”
Serempak Yabu dan Takaki menoleh.
Inoo berlari menghampiri mereka. wajahnya terlihat sangat senang. Sepertinya
ada sesuatu yang membuatnya sangat bahagia.
“Ada apa Inoo-chan? Kelihatannya
kau senang sekali”, tanya Takaki penasaran.
“Coba kalian tebak”, Inoo
memandangi kedua temannya dengan penuh harap. Berharap kedua temannya tahu apa
yang membuatnya senang. Tapi baik Yabu dan Takaki menunjukkan wajah tidak
mengerti.
“Tahun ini, kita mendapatkan
anggota baru yang luar biasa!”, ucap Inoo dengan semangat. Dia sudah tidak
sabar ingin memberitahukan berita gembira ini pada kedua temannya.
“Anggota baru? Upacara penerimaan
anggota baru saja belum kita lakukan”, ucap Takaki dengan penuh keheranan.
“Tapi anggota baru ini sudah
dipastikan akan menjadi anggota klub basket kita. Aku sudah menerima formulir
pendaftaran mereka”, balas Inoo riang.
“Memangnya siapa mereka?”, tanya
Yabu penuh dengan rasa ingin tahu.
“Hmm... untuk klub basket putra,
kita kedatangan sang MVP kejuaraan basket SMP tahun lalu. Lalu untuk klub
basket putri, kita kedatangan salah satu best forward kejuaraan basket SMP
tahun lalu”, ucap Inoo dengan riang.
“Hee...”, Yabu dan Takaki sontak
berdecak kagum.
Kedatangan kedua anggota baru ini
memang sangat diharapkan oleh klub basket. Tahun lalu, klub basket hanya
menerima anggota yang biasa saja. Mereka bersusah payah agar menang dalam
pertandingan. Tapi, mereka hanya bisa mencapai BEST 5 saja. Tahun ini adalah
tahun terakhir Yabu, Takaki, dan Inoo berada dalam klub basket. Mereka berharap
bisa mendapatkan juara 1 dalam kejuaraan Inter High walaupun Winter Cup.
Kedatangan dua anggota baru yang berbakat ke klub basket membuat harapan
keduanya meningkat.
“Etto... Inoo, siapa nama
mereka?”, tanya Yabu ingin tahu. Wajahnya kini terlihat sangat bersemangat.
Inoo meletakkan jari telunjuknya
di bibirnya sambil mengedipkan mata. “Rahasia. Kalian akan mengetahuinya nanti
saat kita bertemu dengan mereka di lapangan basket”
“Huu... Pelit”, ucap Yabu sambil
mencibir.
Tak lama, bel masuk berbunyi.
Seluruh siswa segera masuk ke dalam kelas, tidak terkecuali Yabu, Takaki, dan
Inoo. Yabu berpamitan pada Takaki dan Inoo, karena kelasnya berbeda dengan
kelas dua cewek ini. takaki dan Inoo segera masuk ke dalam kelas. Mereka
memilih duduk berdekatan. Tidak lama, seorang pria paruh baya masuk ke dalam
kelas dan mengenalkan dirinya sebagai wali kelas. Selang beberapa waktu
kemudian, kelas pun dimulai.
---***---
“Taka-chan, ayo cepat!”, Inoo
menarik Takaki agar segera bangkit berdiri. Dia sudah tidak sabar ingin menuju
ke lapangan basket.
“Tunggu sebentar Inoo-chan, aku
harus membereskan bukuku dulu”, ucap Takaki sambil membereskan bukunya dengan
tergesa-gesa.
“Uhh... ayo cepat Taka-chan! Tuh
lihat, Yabu sudah menjemput kita”.
Takaki melihat ke jendela. Sosok
Yabu sudah berdiri disana sambil tersenyum. Dia melambaikan tangannya ke arah
Inoo dan Takaki. Takaki tahu, alasan Yabu datang ke kelasnya hanyalah karena
ingin menjemput Inoo saja, tidak termasuk dirinya. Yabu memang tergila-gila dengan
Inoo, walaupun dia berusaha menutupinya, tapi Takaki tahu perasaan Yabu pada
Inoo.
Kenapa Takaki tahu perasaan Yabu
pada Inoo? Karena dulu waktu kelas 1, Takaki pernah menyukai Yabu. Takaki
diam-diam memperhatikan Yabu, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya.
Selang beberapa lama, Takaki akhirnya mengetahui kalau Yabu menyukai Inoo.
Patah hati sebelum menyatakan perasaan. Itulah yang terjadi pada Takaki.
Kini, Takaki hanya melihat Yabu
sebagai temannya. Bahkan, Takaki mendukung percintaan temannya itu. Dia
berharap hubungan keduanya bisa berjalan lancar, sebagai ganti perasaannya yang
ditolak.
---***---
Gedung olahraga kini ramai
dipenuhi oleh anggota baru yang ingin masuk klub basket. Sekolah ini memang
hanya memiliki beberapa klub olahraga. Basket, voli, dan sepakbola. Hanya 3
klub itu saja. sisanya adalah klub seni seperti melukis, paduan suara, ukir,
tari, dan klub pelajaran seperti klub biologi, matematika, fisika, bahasa
inggris.
Biasanya yang sering mendapat
juara saat kompetisi adalah klub pelajaran dan klub seni. Tapi, tahun kemarin,
klub basket berhasil menempati 4 besar di kejuaraan Winter Cup. Tentu saja ini
menjadi prestasi yang membahagiakan. Klub sepakbola dan klub voli pun semakin
semangat menjalani latihan setelah melihat prestasi yang dibuat oleh klub
basket.
Takaki dan Yabu tidak bisa
menahan muka bahagia mereka. Mereka merasa terharu saat melihat begitu
banyaknya murid baru yang berminat masuk ke klub basket. Sebagai kapten klub
basket putra dan putri, Takaki dan Yabu merasa tanggung jawab mereka semakin
berat. Mereka harus bisa mencapai prestasi yang lebih baik dari tahun kemarin.
Menjadi juara di kejuaraan Inter High dan Winter Cup.
“Nah, silahkan semuanya berbaris
dan perkenalkan diri kalian satu persatu”, ucap Inoo. Sebagai manajer, dia
mengecek satu persatu murid baru yang hadir.
“Mulai dari sebelah kiri.
Sebutkan nama, kelas, dan posisi kalian saat bermain basket!”, seru Inoo lagi.
“Baik!”, seluruh anggota baru
menjawab serempak. Siswa yang berada di pojok sebelah kiri lalu menyebutkan
nama, kelas, dan posisinya. Inoo mendengarkan sambil mengecek lembaran kertas
yang dia terima. Setelah mengangguk memastikan, Inoo menyuruh siswa yang ada di
sebelahnya untuk melanjutkan perkenalan diri.
“Nakajima Yuto. Kelas 1-A. Posisi
center”, ucap murid yang terlihat tinggi di antara anggota baru yang lain.
Pandangan Yabu langsung terfokus pada murid baru itu. Sang anggota baru yang
disebut oleh Inoo tadi pagi. Sang MVP.
Takaki terlihat kaget saat
melihat anggota baru itu. Takaki mengenalnya. Tentu saja. pagi ini mereka sudah
bertemu. Dialah pemuda yang ditabrak Takaki tadi pagi. Takaki sama sekali tidak
menduga kalau pemuda tinggi itu adalah MVP kejuaraan SMP. Tanpa disadari Takaki
memegangi kembali pantatnya yang sudah tidak sakit lagi itu.
“Yamada Ryosuke. Kelas 1-A.
Posisi Forward”, suara cewek itu terdengar cukup lantang di antara suara cewek
yang lain. Kali ini giliran pandangan Takaki yang terfokus ke arah cewek itu.
Takaki kembali kaget, cewek itu adalah cewek yang ditemuinya tadi pagi. Cewek
yang datang menjemput cowok pendek itu.
“Hei, Takaki... coba lihat itu”,
bisik Yabu sambil menyikut pelan tangan Takaki. Yabu menunjuk ke salah satu
deretan anggota baru yang hadir. Takaki langsung melihat siapa yang dimaksud
oleh Yabu. Cowok pendek yang dilihatnya tadi pagi berada di antara deretan
murid baru.
“Arioka Daiki. Kelas 1-A. Posisi
Forward”
Tsuzuku ~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar