Genre : Romance, School Life, Drama
Di tengah hiruk pikuk kelas yang ramai, seorang siswa perempuan tampak duduk diam dengan tenang di pinggir jendela. Anak itu tampaknya tidak mempedulikan suasana kelas yang ramai. Dia cukup tenang duduk manis sambil membuka buku di depannya. Anak itu tidak sadar kalau ada sepasang mata yang diam-diam mengamatinya.
"Hei, siapa anak itu? Dia siswa di kelas ini?", seorang siswa bernama Nakajima Yuto pada teman di sebelahnya, Yamada.
"Yang mana?", Yamada melihat ke arah siswa yang ditunjuk oleh Yuto. "Oh... Anak itu. Dia kan memang sekelas dengan kita".
"Hontou? Kok aku tidak sadar?". Yuto terus memperhatikan anak perempuan itu. "Siapa nama anak itu?".
"Hmm... Kalau tidak salah namanya Okamoto Keito", jawab Yamada sambil asyik meneruskan permainan game konsole yang tadi sempat terpotong gara-gara Yuto.
"Oh... Keito chan ya...", Yuto tersenyum tipis saat mengetahui nama anak yang dari tadi terus dia perhatikan.
*****
Selama beberapa hari ini Yuto diam-diam terus memperhatikan Keito. Matanya terus mencari sosok Keito. Yuto kini tahu satu hal yang pasti mengenai Keito, Keito sangat suka membaca. Setiap hari, judul buku yang dia baca selalu berbeda. Hari ini dia membaca buku mengenai sejarah negara, kemarin dia membaca buku misteri, dan kemarinnya lagi dia membaca buku mengenai olahraga. Yuto sama sekali tidak bisa menyimpulkan buku apa yang suka dibaca oleh Keito.
Selama mengamati Keito, Yuto semakin penasaran tentangnya. Yuto ingin tahu bagaimana suara Keito, bagaimana tatapan matanya, bagaimana ekspresinya yang lain. Yuto tidak pernah berbicara dengan Keito. Dia tidak memiliki keberanian untuk mengajak Keito berbicara terlebih dahulu. Keito terlihat tampak seperti anak yang suka menyendiri. Tidak hanya itu, Keito juga tidak pernah terlihat berbicara dengan anak yang lain.
"Baiklah, petugas piket hari ini, Okamoto Keito dan Nakajima Yuto.Kalian berdua, jangan lupa Isi buku harian kelas ya".
Yuto langsung tersentak kaget saat mendengar ucapan gurunya. Perasaannya kini take menentu. Dalam sudut hatinya, dia merasa senang karena bersama dengan Keito. Tapi di sisi lain, dia merasa gugup dan cemas karena tidak tahu apa yang harus dilakukan saat bertemu dengan Keito.
Kini Yuto dan Keito berduaan di dalam kelas. Mereka berdua duduk berhadapan sambil mengerjakan buku harian kelas. Tidak ada suara apapun. Mereka berdua mengerjakan tugas piket dengan diam. Keito tampak serius mengerjakan tugasnya tanpa mempedulikan Yuto. Beda dengan Yuto, Yuto tampak grogi. Meskipun dia bisa menyembunyikan perasaan groginya dengan baik, tapi Yuto tetap tidak tenang.
Sesekali Yuto menatap ke arah Keito. Yuto mengamati wajah Keito cukup lama. Ini pertama kalinya Yuto melihat wajah Keito dengan jarak cukup dekat. Yuto mengamati dengan seksama wajah Keito, seakan ingin menghafal dengan jelas guratan wajah Keito.
DEG!
Jantung Yuto seakan berhenti saat Keito tiba-tiba menatap ke arahnya. Mata hitam Keito menatap lurus ke arah Yuto. Yuto langsung salah tingkah. Dia langsung bingung bagaimana caranya keluar dari situasi ini. Keito masih melihat ke arah Yuto, seakan menunggu penjelasan dari Yuto.
"Ah...eh...anuu... Maaf, aku tidak bermaksud buruk kok", akhirnya Yuto membuka suaranya. 'Baka! Apa yang kukatakan?', batin Yuto dalam hati.
Keito masih menatap lurus ke arah Yuto.
"Aku... Hanya bingung".
"Bingung soal apa?". Keito akhirnya berbicara. Yuto langsung merasa sedikit senang dalam hati. Suara Keito masih terngiang dalam kepalanya.
"Aku tidak tahu bagaimana caranya berbicara denganmu. Kau selalu terlihat sendirian. Sejak lama aku ingin mengajakmu berbicara. Tapi aku tidak tahu caranya".
"Oh begitu...". Keito lalu tersenyum. Yuto merasa ada getaran listrik yang merambat ke tubuhnya saat melihat senyuman Keito.
Ah.., kini dia tahu. Kenapa tanpa sadar dia selalu memperhatikan Keito. Ya, sejak pertama Kali dia sadar sosok Keito. Saat itulah dia jatuh cinta.
End-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar